Manfaat Uang

Apa perlu dibahas tentang manfaat uang? Perenungan ini muncul gara-gara saya membaca ayat yang sangat menarik dari kitab Pengkhotbah:

Pesta membuat tertawa & anggur membuat gembira,
tapi perlu ada uang untuk membayarnya.
-Pkh. 10:19

Orang-orang yang sangat kaya bersaksi bahwa uang tidak membuat mereka bahagia, tapi kita toh tidak percaya kesaksian mereka dan berusaha membuktikan sendiri. “Itu kan karena dia tidak tahu uangnya mau dipakai untuk apa,” kita pikir demikian, “Kalau saya, saya sudah berpikir mau buat apa aja uangnya.” Uang belum di tangan pun kita sudah sibuk berkhayal.

Ketika membaca ayat di atas, mungkin pembaca berpikir, kenapa ada ayat “duniawi” seperti itu dalam Alkitab? Orang-orang yang berpikir bahwa Alkitab itu isinya cerita-cerita supernatural saja, orang-orang yang ada lingkaran di atas kepalanya, pembahasan yang melulu tentang Tuhan, dst, sepertinya kurang kenal firman Tuhan. Dalam Alkitab ada cerita tentang orang-orang seperti kita: orang biasa, yang makan, minum, ngobrol, bekerja, bahkan (maaf) BAB, muntah, mandi, minum alkohol, berhubungan seks, dsb. Saya sebutkan ini untuk menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan sehari-hari itu bukannya tidak berarti bagi Tuhan! Bukan hanya urusan gereja atau kerohanian saja yang diperhatikan Tuhan; Dia memperhatikan semua aspek hidup kita.

Termasuk aspek ekonomi, mestinya. Mama saya pernah berkata bahwa setelah sekian lama berinteraksi dengan jemaat di gereja, masalah jemaat umumnya 2K: keluarga, dan keuangan. Nyatanya memang uang penting. Memang bukan yang terpenting dalam hidup ini, tapi ya penting.

Dan firman Tuhan juga berkata uang penting untuk hidup. Dalam Pengkhotbah 10:19, yang dibicarakan bahkan bukan kebutuhan pokok, melainkan kebutuhan tersier, yaitu pesta. Dalam pesta dihidangkan makanan dan anggur (minuman pesta pada waktu itu) dan itu semua membuat orang senang. Logikanya adalah sebagai berikut.

Seorang senior saya dalam pelayanan kampus pernah memberi nasehat yang berharga: “Kalau kamu mau menegur seseorang (karena waktu itu saya ketua persekutuan mahasiswa Kristen di kampus), ajak dia makan dulu. Abis makan baru ngomong. Dan jangan lupa: bayarin.” Saya praktekkan nasehat itu, dan terbukti ampuh. Tidak ada satupun nasehat atau teguran yang saya berikan yang ditolak… Ketika disampaikan setelah makan!

Mengapa demikian? Makan itu membuat kita senang dan tenang (ini ilmiah lho). Dan yang mungkin tidak ilmiah tapi menurut observasi saya sendiri, dibayarin makan oleh orang lain membuat kita punya pandangan positif terhadap orang ybs. Kalau hati senang, pikiran tenang, ga keluar uang, apapun yang dikatakan orang yang traktir kita pasti lebih gampang masuk. Selain itu, orang yang suka traktir itu banyak temennya, bray! Yang pernah mengalami jadi anak kos jaman sekolah/kuliah pasti tahu rasanya terbelit krisis moneter di akhir bulan. Di saat seperti itu, teman yang nraktir bagaikan malaikat. Saya ingat waktu SMA, di saat ekonomi kritis, ada seorang teman mengajak kami satu geng untuk makan steak. Luar biasa, bener-bener orang baik dia!

Singkatnya, punya uang untuk bayarin dan traktir orang lain itu membuat kita di atas angin. Uang bukan yang terpenting, tapi uang bisa membuat kita dihormati, didengarkan, disenangi. Bukan tanpa alasan kita mengenal sesuatu yang disebut “status sosial”. Ini tidak berarti karakter tidak penting. Tapi kekayaan juga… penting.

Kekayaan menambah banyak sahabat,
tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.
-Amsal 19:4

Dan,

Orang kaya menguasai orang miskin,
yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.
-Amsal 22:7

Ini adalah realita hidup. Pembaca sendiri lebih suka bareng teman yang rajin nraktir, atau teman yang pinjem duit mulu? Lebih suka jalan bareng temen yang punya mobil atau yang harus naik metromini? Wes lah, jujur ae.

Sekarang bayangkan seorang pengikut Kristus yang baik, jadi teladan, bijak, kaya, dan murah hati! Siapa yang alergi terhadap orang seperti itu? Semua mau dekat dengan orang itu. Kalau memang uang bisa dipakai untuk membangun hubungan dengan orang lain, kalau uang bisa dipakai untuk melebarkan pengaruh kita, kalau uang bisa dipakai untuk kemuliaan Tuhan, mengapa tidak? Kesempatan kita memakai uang hanya sekarang ini, karena uang tidak dibawa mati. Selama kita masih hidup dan diberkati, kita disuruh memanfaatkan uang untuk melayani Tuhan. Semua pelayanan butuh uang, semua kegiatan misi butuh uang. Untuk membuat orang respek dan mendengarkan kita, kita butuh uang. Agar pendapat kita diterima dan perintah dituruti, kita harus punya uang. Uang memudahkan segalanya, termasuk pelayanan untuk kemuliaan Tuhan.

Lantai dasar dari iman kepada Tuhan adalah “Jangan berbuat dosa”. Mereka yang ada di lantai ini takut dengan banyak hal, dan pertanyaannya terus-terusan seputar, “Ini dosa gak sih?” “Tuhan marah ga kalo aku berbuat ini?” Dsb. Lantai berikutnya adalah “Tidak ada barang yang punya dosa intrinsik”. Di lantai ini orang Kristen mulai sadar bahwa uang itu tidak jahat. Seks itu tidak salah. Musik itu tidak membuat kita binasa. Dosanya bukan terletak pada uang, atau seks, atau musik, atau senjata sekalipun, tapi pada manusia yang mengendalikannya. Lantai berikutnya, yang lebih tinggi lagi, adalah “Segala hal bisa dimanfaatkan untuk memuliakan Tuhan.” Di lantai ini, orang bekerja keras dan menghasilkan banyak uang, bukan karena dia ingin kaya, tapi karena dia ingin lewat kekayaannya dia bisa melakukan banyak hal bagi Tuhan. Orang terlibat dalam politik bukan karena mau cepat kaya dengan cara gampang, tapi karena benar-benar ingin membuat perubahan bagi bangsanya.

Kita tentu pernah mendengar pernyataan: “Uang adalah hamba yang baik, tetapi tuan yang jahat.” Itu benar adanya. Uang adalah hamba yang multitasking; dia bisa melakukan sangat banyak hal. Bila kita memanfaatkannya sebaik-baiknya, kita bisa memberi keuntungan besar untuk Tuan kita yang sesungguhnya: Tuhan sendiri!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s