Memakai aplikasi Alkitab dari SABDA/Yuku untuk Android (Bagian 1)

Akhir-akhir ini saya rajin promosi aplikasi ini. Jangan kuatir, ini promo tak berbayar. Saya tidak kenal developernya, tapi siapapun dia, saya sangat berterima kasih. Sudah lama saya berpikir, seandainya ada materi pendalaman Alkitab yang berkualitas dalam bahasa Indonesia, supaya bukan hanya orang yang bisa bahasa Inggris saja yang bisa belajar Alkitab. Ternyata Tuhan bekerja dalam hati orang-orang yang mengembangkan aplikasi ini. Yeay!

Saya ingin menunjukkan kepada pembaca sekalian bagaimana menggunakan aplikasi Alkitab dengan beberapa aplikasi lain yang terintegrasi dengan Alkitab. Sebagai awal mulanya, aplikasi Alkitab yang saya maksud adalah ini:

Screenshot_2016-01-16-17-35-06

Pembaca bisa memilih aplikasi Alkitab dari SABDA atau Yuku, sama saja. Saya memakai yang dari Yuku.

Dan selain aplikasi Alkitab itu, ada empat aplikasi lain (jangan kuatir, ukuran file-nya kecil-kecil), yaitu Tafsiran, Kamus Alkitab, AlkitabPEDIA, dan Bible Maps. Tujuan semua aplikasi ini hanya satu: membantu pembaca mengerti apa yang dibaca dalam Alkitab. Seringkali kita bosan saat membaca karena tidak tahu di mana itu tanah Negeb atau Tirus dan Sidon, atau siapa itu Bezaleel dan Aholiab, atau kenapa tanah Kanaan dikatakan “berlimpah susu dan madu.” Semua aplikasi ini akan membantu pembaca untuk mendapat gambaran tentang dunia Alkitab, sehingga firman Tuhan dapat dimengerti.

Masing-masing aplikasi bisa dibuka sendiri-sendiri, tapi dalam post ini saya akan membahas bagaimana menggunakan semua aplikasi itu dari dalam aplikasi Alkitab.

Screenshot_2016-01-16-17-42-29
Tafsiran, Kamus Alkitab, dan AlkitabPEDIA
Screenshot_2016-01-16-17-39-38
Bible Maps

Saya membagi post ini dalam dua bagian. Bagian pertama adalah tentang Kamus Alkitab dan Bible Maps (peta Alkitab), dan bagian kedua adalah tentang Tafsiran dan AlkitabPEDIA.

Contoh bacaan yang saya ambil adalah dari Kejadian 12:1, Abraham dipanggil Tuhan untuk keluar dari negerinya (dan kemudian menuju Kanaan).

 

Screenshot_2016-01-16-17-51-48

Sebelum membahas aplikasi lainnya, saya ingin menunjukkan kepada pembaca beberapa hal berkaitan dengan ayatnya. Pembaca melihat tanda bintang (apostrophe) di akhir ayat pertama. Apa maksudnya?

Screenshot_2016-01-16-17-33-49-2

Tanda bintang itu berarti ada ayat lain yang berkaitan dengan isi ayat ini. Ternyata ayat dengan bunyi yang sama (konteksnya bisa bervarasi) ada dalam dua teks lain dalam Perjanjian Baru. Jadi tanda bintang ini fungsinya sama dengan catatan kaki dalam Alkitab cetak/buku.

Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan tentang fitur-fitur aplikasi Alkitab ini.

Kamus Alkitab

Kamus adalah salah satu alat yang paling penting dalam menafsirkan Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, karena ada banyak kata yang dikutip langsung dari bahasa Ibrani yang kita tidak tahu artinya. Contohnya Yakub mengubah nama kota Lus menjadi Betel: nama itu berasal dari dua kata Bet yang berarti ‘rumah’ dan El yang berarti ‘Allah’; jadi Betel artinya ‘rumah Allah’. Dia memberi nama itu supaya dia selalu ingat bahwa di tempat itu Allah menemui dia dalam mimpi dan mengikat perjanjian dengan dia. Nah, tau dari mana hal seperti ini? Salah satunya, dari kamus.

Mari kita kembali ke ayat kita tadi, Kejadian 12:1.

Ketika ayat dalam keadaan dipilih, tekan tiga titik di kanan atas (lihat gambar sebelah kiri, bagian yang dilingkari merah). Akan muncul beberapa pilihan. Silakan pilih Kamus (lihat gambar sebelah kanan, bagian yang dilingkari merah). Akan muncul tampilan sebagai berikut:

Screenshot_2016-01-16-17-55-52

Bagian yang digaris bawah dari ayat pertama itulah yang ada definisinya dalam Kamus Alkitab. Untuk melihat arti nama ‘Abram’, pembaca cukup menekan kata ‘Abram’.

Screenshot_2016-01-16-17-55-59

Voila! Muncullah arti namanya (dan mungkin pembaca jadi mengerti mengapa Tuhan mengubah nama Abram menjadi Abraham?). Kalau pembaca ingin tahu lebih jauh tentang Abram/Abraham, pembaca bisa menekan ‘Buka Kamus’ (kanan bawah) dan pembaca akan langsung pindah dari aplikasi Alkitab ke Kamus Alkitab.

Peta Alkitab

Kenapa peta penting?

Saya sedang dalam kegiatan membaca Alkitab dua pasal sehari bersama teman-teman komsel, dan kami sampai di kitab Bilangan (-terdengar tarikan nafas panjang). Sesuai namanya, sebagian isi kitab ini adalah daftar: jumlah masing-masing suku Israel, daftar nama pemimpin Israel, dan daftar nama daerah yang mereka lewati. Sejauh mata memandang, isinya… daftar.

Tapi kemarin ketika sampai pada pasal yang membahas daerah-daerah yang sudah dilewati orang Israel selama otw dari Mesir ke Tanah Perjanjian, saya sangat bersemangat karena saya sibuk melihat peta! Dan ternyata yang pernah saya dengar itu benar: orang Israel diputar-putar 40 tahun di gurun oleh Tuhan, untuk perjalanan yang harusnya hanya menghabiskan beberapa tahun saja. Saya jadi miris melihat betapa dekatnya jarak yang sebenarnya harus mereka tempuh, tapi menjadi sangat jauh karena ketidaktaatan mereka.

Bayangkan mendapat pelajaran seperti itu dari satu pasal yang isinya nama lokasi dan hanya dibantu peta. Firman Tuhan selalu punya sesuatu untuk diajarkan kepada kita. Jangan lewatkan apapun.

Sekali lagi, tujuan dari adanya peta Alkitab adalah membantu kita memahami firman Tuhan. Pembaca tidak akan tahu betapa luar biasanya usaha Paulus untuk memberitakan Injil tanpa mengerti jalur perjalanannya. Atau betapa agung dan luasnya kerajaan Persia dibawah pemerintahan Ahasyweros. Dan banyak hal lain lagi hal yang berharga yang bisa kita dapatkan lewat peta.

Mari kita lihat ayat yang kita bahas dalam Kejadian 12.

Screenshot_2016-01-16-17-33-49-1

Kapanpun pembaca melihat tanda lokasi seperti yang ditunjuk oleh panah merah di atas, itu berarti ada nama lokasi dalam ayat itu yang tercantum dalam peta Alkitab. Kebetulan ayat yang saya jadikan contoh, yaitu Kejadian 12:1, tidak ada nama lokasinya. Tapi dalam ayat 4 ada Haran, yang merupakan nama tempat. Karena itu ayat 4 ini dihubungkan dengan peta. Dan bila pembaca menekan tanda lokasi, petanya akan langsung muncul:

Screenshot_2016-01-16-17-56-32

Perlu diperhatikan bahwa peta dalam Bible Maps ini adalah peta kondisi sekarang, jadi bukan peta kuno pada zaman Alkitab. Menurut saya ini ada bagusnya, karena pembaca jadi tahu apa nama tempat itu sekarang. Sebagian besar nama daerah di Alkitab sudah berubah nama sekarang, kecuali kota-kota yang masih dihuni seperti Yerusalem, Yerikho, dan Betlehem. Seperti Kamus Alkitab, kalau pembaca ingin tahu lebih jauh tentang semua daerah yang disebutkan dalam kitab yang sedang dibuka (dalam hal ini, Kejadian), pembaca tinggal tap ‘Buka Peta’.

Selain itu, karena peta ini terintegrasi dengan Google Earth, pembaca bisa zoom petanya dan melihat atap rumah dan jalan raya dari aerial view. Ini yang bikin saya lama baca Bilangan, karena saya sibuk zoom-zoom dan melihat-lihat rumah-rumah. Hahaha.

(Bersambung. Bagian kedua di sini.)

Install aplikasi: Alkitab, Kamus Alkitab, dan Bible Maps

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s