Apa Harus Pelayanan di Gereja?

Setelah lama ga nge-post, saya mau berbagi tentang sebuah topik.😉

Kita tentu pernah mendengar orang berkata, “Ah, pelayanan kan ga harus di gereja. Saya pilih pelayanan di luar gereja aja,” atau, “Yang penting kan hidupnya di luar gereja. Kalo di dalam gereja mah, semua orang suci.” Ini membuat kita bertanya-tanya, apa memang gereja satu-satunya tempat untuk melayani, atau bolehkah kita tidak pelayanan di gereja tetapi pelayanan di luar gereja?

Alkitab memberi tiga analogi yang menunjukkan kepada kita mengapa kita harus melayani di gereja. Kita perlu memahami posisi kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Kita adalah anggota tubuh Kristus

“Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. … Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” —I Korintus 12: 7, 12

athleteSebagai anggota tubuh Kristus, kita harus berfungsi. Anda ada di sini sekarang karena seluruh anggota tubuh anda bekerjasama untuk bergerak sampai ke tempat ini. Bayangkan bila kaki menolak bergerak atau telinga menolak mendengar; tubuh akan mengalami disfungsi. Setiap anggota tubuh Kristus memiliki fungsinya, yang saling melengkapi dengan anggota yang lain (ayat 7), dan bila salah satu tidak mau berfungsi, ia akan mengganggu gerakan tubuh Kristus secara keseluruhan.

Lagipula, apabila kita berkata bahwa kita mengasihi Kristus, yang adalah Kepala, bagaimana mungkin kita tidak mengasihi tubuh-Nya? Dan bagaimana kita membuktikan kasih kita kepada Kristus bila kita tidak melayani tubuh-Nya? Demikianlah kasih kita kepada Kristus, Kepala gereja, terbukti dengan pelayanan kita kepada jemaat-Nya.

Kita adalah anak-anak Allah

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” —I Yohanes 3:1

siblingsApabila Allah adalah Bapa kita, berarti semua orang yang percaya kepada-Nya adalah saudara-saudara kita. Dapatkah kita berkata, “Aku mengasihi Bapa, tapi aku tidak peduli pada anak-anak Bapa”? Tidak mungkin! Apabila kita mengasihi Tuhan, selayaknyalah kita mengasihi anak-anak-Nya, yaitu sesama kita orang percaya. Dan bagaimana cara kita mengasihi saudara-saudara seiman kita, yang tidak kita temui setiap hari, bahkan hanya 1-2 kali dalam seminggu? Dengan cara melayani mereka ketika kita bertemu dengan mereka di gereja. Ketika ada kesempatan bagi kita untuk melayani saudara-saudara kita, sudah seharusnya kita memanfaatkan kesempatan tersebut.

Perhatikan apa yang dikatakan Yohanes dalam suratnya:

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. —I Yohanes 3:16-18

Bagaimana mungkin kita menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita, bila melayani mereka seminggu sekali pun kita tidak mau? Tunjukkan kasihmu. Layani saudaramu.

Kita adalah hamba Tuhan

“Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” —Lukas 17:7-10

housekeeperTuhan adalah Tuan, dan kita hamba-hamba-Nya. Kesalahan umum dalam kalangan orang percaya adalah pemikiran bahwa kita berhak menentukan apa yang kita mau dan tidak mau lakukan untuk Tuhan. Kenyataannya, menjadi hamba Tuhan yang melayani Dia tidak bisa dilakukan hanya dalam 1-2 aspek kehidupan kita saja. Dia mau semua bagian hidup kita.

Di mana kita ditempatkan Tuhan, di situlah Dia mau kita melayani-Nya. Di rumah, kita harus melayani anggota keluarga kita. Dalam pekerjaan, kita harus melayani perusahaan dan anggota-anggotanya. Bagaimana dengan di gereja? Tentu saja kita harus melayani jemaat Tuhan!

Pelayanan di gereja bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban. Bagaimana bila pembantu di rumah kita berkata, “Bos, saya tidak mau membersihkan kamar anak-anak, saya pilih kamar yang lain saja. Kan masih banyak kamar lain”? Tentu saja itu hal yang aneh. Bukan dia yang menentukan apa yang harus dia lakukan, tapi tuannya. Demikian pula dengan kita dan Tuhan.

Kesimpulan

Apabila kita mengasihi Tuhan Yesus, Sang Kepala jemaat, berarti kita mengasihi tubuh-Nya. Apabila kita mengasihi Bapa Surgawi, berarti kita mengasihi anak-anak-Nya. Apabila kita mengasihi Tuan kita, berarti kita melayani Dia di manapun kita berada. Pelayanan kepada saudara-saudara seiman adalah bukti kasih dan dedikasi kita kepada Tuhan. Jadi, ya, kita wajib melayani saudara-saudara kita di gereja.

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
—Galatia 6:9-10

5 thoughts on “Apa Harus Pelayanan di Gereja?

  1. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
    —Galatia 6:9-10

    huhuhuhu, ayat ini juga jadi rhema buatku minggu ini, gak jemu berbuat baik itu susaaaaahhhhhhh…apalgi sama orang lain yang gak baik, yangggg (amit2), malahan sodara seiman kita T_T Kalo gak karena kasih Tuhan yang memampukan, geleng kepala kuat2 dah, ogaaaahhhh…^^’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s