Yesus Heran

Inspirasi post ini berasal dari kotbah yang kemaren aku denger di gereja. Aku cuma denger sepotong kotbahnya karena mendadak harus gantiin orang pelayanan di ibadah youth, tapi untungnya si pendeta di kebaktian umum kotbahnya agak lama :p dan walaupun hanya denger sekitar seperempat kotbahnya, aku belajar sesuatu yang baru.🙂

…..

Jarang-jarang kita mendengar frasa “Yesus heran” atau “heranlah Yesus”. Apa sih, yang bisa membuat Tuhan heran? Kita, manusia, gampang terheran-heran kalo liat sesuatu yang baru, yang bagus, yang mutakhir. Tapi buat Tuhan, ga ada yang baru. Kemarin aku nonton acara tv tentang buaya tangkapan terbesar di dunia, namanya Lolong, di Filipina, panjangnya 6,17m. Nah, itu sangat mengherankan (dan menakutkan), saudaraku. Tapi tentu saja si Lolong bukan barang baru buat Tuhan; bisa jadi Dia pernah menciptakan nenek moyangnya Lolong yang ukurannya jauh lebih jumbo.

Jadi apa yang bisa membuat Tuhan Yesus heran? Gabungan kata “Yesus” dan “heran” hanya disebut dalam dua peristiwa. Yang pertama diceritakan oleh Matius (8:10) dan Lukas (7:26), yaitu peristiwa interaksi Yesus dengan seorang perwira Romawi di Kapernaum. Yesus heran (marvel) karena si perwira begitu percaya kepada-Nya. Perwira itu memohon agar Yesus menyembuhkan hambanya (maksudnya, pembantunya), tapi dia juga bilang, “Tuhan, tidak perlu datang ke rumah saya, cukup katakan sepatah kata maka dia akan sembuh.” Lebih lanjut dia berkata, “Saya sendiri seorang hamba, dan di bawah saya ada hamba lagi. Kalau saya memberi perintah pada hamba itu, pasti dia akan melakukannya.”

Apa yang dimaksud perwira itu? Dia sedang membicarakan tentang penyakit hambanya. Pada dasarnya dia berkata, “Penyakit itu ada di bawah kuasa-Mu. Suruh penyakit itu pergi, dan dia akan pergi.”

a0194-000079Kalau perwira itu punya keyakinan bahwa Yesus berkuasa atas segala penyakit, berarti dia juga percaya bahwa Yesus  bukan manusia biasa, teman-teman. Berbeda dengan orang-orang Yahudi yang memandang Yesus dengan sinis, meminta tanda dari-Nya, dan melihat penyakit sebagai musuh yang “sejajar” dengan Dia, perwira ini tidak meminta bukti, tapi percaya sepenuhnya bahwa perintah Yesus dapat mengusir penyakit pergi. Kenapa bisa begitu? Hanya satu kemungkinan: perwira itu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan—Dia berkuasa atas kesehatan dan kehidupan manusia.

Perwira ini bukan orang Yahudi, dia mungkin hanya sekilas mendengar tentang kisah-kisah fantastis dalam Perjanjian Lama tentang bagaimana Allah membelah laut Merah, memberi Israel kemenangan besar atas tanah Kanaan, melakukan mujizat-mujizat yang mencengangkan; dia mungkin tidak familiar dengan nubuat para nabi yang menyerukan betapa hebatnya Tuhan dan bahwa semua orang harus tunduk kepada-Nya. Tapi perwira ini toh menundukkan diri di hadapan Yesus dan mengakui ketuhanan-Nya.

Yang bisa membuat Yesus heran, yang pertama, adalah iman seseorang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia, dalam segala keterbatasan pengetahuan dan pengalamannya.

Peristiwa kedua diceritakan oleh Markus (6:6), tapi ini sama sekali bertolak belakang dengan peristiwa si perwira Romawi. Markus menyebutkan bahwa Yesus sedang berada “di tempat asal-Nya,” kemungkinan besar yang dimaksud adalah Nazaret. Di sana Yesus mengajar, dan orang-orang yang mendengarnya takjub. Tapi ketika mereka tahu bahwa Yesus ini “anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon,” yaitu penduduk lokal, mereka menjadi kecewa dan menolak Dia. Jangan-jangan pada masa itu juga sudah ada sindrom “hamba Tuhan dari kota besar”.

Sebenarnya Perjanjian Lama menceritakan banyak orang yang berasal dari kota kecil yang pada akhirnya dipakai Tuhan menjadi pemimpin Israel. Daud, raja terbesar Israel, berasal dari kota kecil Betlehem. Amos, salah satu nabi bagi kerajaan Israel, berasal dari kota Tekoa. Jadi tidak ada alasan untuk mendiskriminasi seseorang berdasarkan kota asalnya; tapi itulah yang dilakukan orang-orang Nazaret kepada Yesus. Sampai-sampai Yesus berkata, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di kota asalnya sendiri.”

Dan Markus mencatat, “Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.” Karena penduduk kota itu tidak percaya kepada Yesus, mereka tidak mengharapkan apapun dari-Nya, sehingga Ia juga tidak memberi apa-apa kepada mereka. Hanya sedikit orang yang disembuhkan, hanya sedikit orang yang percaya.

Jadi hal kedua yang membuat Yesus heran adalah persis kebalikan dari yang pertama: ketidakpercayaan orang, sekalipun mereka sudah melihat sendiri bukti dari kehebatan Allah.

questionBagaimana dengan kita? Apakah kita seperti perwira Romawi itu, yang percaya sepenuhnya akan kekuasaan Tuhan untuk melakukan apapun yang Dia mau? Atau jangan-jangan kita seperti orang Israel, yang sekalipun sudah berkali-kali melihat bukti kuasa Tuhan, tau tentang Tuhan turun-temurun, familiar dengan Alkitab, tapi tidak mengalami apa-apa dalam hubungan kita dengan Dia karena kita tidak percaya?

Alkitab ga kenal bahasa yang muluk-muluk. Kalau dibilang “percaya”, berarti benar-benar percaya. Kalau dibilang “tidak percaya” berarti benar-benar tidak percaya. Ga ada zona abu-abu dalam hal ini. Baru akhir-akhir ini manusia memakai istilah-istilah yang redundant seperti “tidak yakin”, “kurang yakin”, “yakin”, “sangat yakin” dan semacamnya. Ga ada yang begituan di Alkitab. Kalau Alkitab bilang seseorang “meminta” kepada Tuhan, berarti Tuhanlah satu-satunya harapannya, kepercayaannya, dan dia yakin bahwa Tuhan akan menjawab permohonannya.

Ayo latih diri kita untuk percaya kepada Tuhan. Kalau kita percaya, kita akan meminta pertolongan-Nya. Kalau kita meminta, berarti kita percaya bahwa Tuhan akan menjawab permintaan kita. Kalau kita tidak percaya? Ya kita tidak akan meminta pertolongan-Nya. Kalau tidak meminta? Ya kita tidak akan melihat apa-apa.

“Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk;
adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?”

Yeremia 32:37

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s