Tuan Yang Ditolak

“Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”
—Yohanes 1:10-11

“Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” Inilah tragedi besar yang terjadi pada manusia. A. W. Tozer menyatakan bahwa manusia mengidap amnesia spiritual yang total: ia sama sekali tidak tahu mengapa ia ada di dunia atau untuk apa ia hidup. Dan dalam keadaan hilang ingatan tersebut, manusia berusaha mencari tahu mengapa mereka ada di dunia. Lalu manusia menolak Penciptanya; apabila bukan secara terang-terangan, setidaknya lewat gaya hidupnya.

Namun rasul Paulus menegaskan bahwa kita, manusia, tidak punya alasan untuk membela diri di hadapan Allah dengan berkata, “Tidak ada cukup bukti bahwa ada Pencipta alam semesta.” Dosa-dosa kita adalah bukti bahwa alasan kita tidak bermakna dan bahwa kecenderungan kita adalah memberontak terhadap Allah. Ia menjadikan dunia, Ia menyatakan keberadaan-Nya di dunia lewat alam yang luar biasa ini, namun kita tidak mempedulikan-Nya dan memberontak terhadap-Nya.

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Ini adalah tragedi yang bahkan lebih besar lagi. Allah telah menguduskan satu bangsa untuk nama-Nya. Bangsa itu berulang kali didisiplin, bahkan dihukum, oleh-Nya. Namun setiap kali Allah berfirman kepada mereka melalui para nabi, mereka terus saja mengeraskan hati dan menolak Dia. Bahkan ketika Ia sendiri datang kepada mereka, mereka menolak-Nya. Yesus di kemudian hari menyatakan, “Inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat” (Yoh. 3:19). Mereka memilih kehampaan, kegelapan, dibandingkan Terang dan hidup.

172307515

Renungkan

Di mana kita berada sekarang? Apakah kita justru menghindari Terang Firman Tuhan karena kita tidak mau meninggalkan dosa dan kegelapan? Apakah ketika Tuhan datang kepada kita, kita meminta-Nya meninggalkan kita? Dunia tidak pernah bersahabat dengan Allah. Ketika kita diperhadapkan dengan pilihan antara dunia dan Allah, kita harus membuat pilihan yang jelas. Kita tidak bisa menyatakan diri sebagai hamba Allah apabila kita hidup dalam kegelapan, karena Allah adalah terang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s