Pada Mulanya Adalah Firman

Beberapa post ke depan adalah pembahasan tentang Injil Yohanes pasal pertama. Apa yang aku tulis ini aku dapet waktu saat teduh, dan aku harus bilang bahwa kata-kata ga cukup untuk menggambarkan betapa ajaibnya firman Tuhan. I’ve been brought to the point of worship as I read the Word of God. Aku sangat diberkati lewat firman-Nya, dan aku berharap pembaca juga diberkati oleh firman Tuhan.

“Pada mulanya adalah Firman;
Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia
dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

—Yohanes 1: 1-3

“Pada mulanya adalah Firman.” Pembukaan Injil yang ditulis oleh Yohanes ini serta-merta mengingatkan pembaca kepada Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Ayat tersebut dengan jelas menyatakan bahwa Allah telah ada sebelum segala sesuatu ada; bahwa Ia tidak diciptakan; bahwa Ia kekal. Yohanes, ketika mencari kata-kata untuk menjelaskan tentang Firman Allah yang menjadi manusia, memilih untuk mengulang apa yang dikatakan oleh penulis kitab Kejadian: “Pada mulanya.”

Apa yang ada pada mulanya? Manusia mencari jawaban tentang apa yang ada pada mulanya, membuat rangkaian teori tentang alam semesta yang “ada dengan sendirinya”—sekalipun kita semua tahu bahwa tidak ada barang yang “ada dengan sendirinya”. Kita bersikap seolah-olah kita tahu apa yang ada pada mulanya, padahal kita tidak ada di sana untuk menyaksikannya!

Namun kesaksian Yesus, Sang Firman, tentang diri-Nya sendiri sangat jelas: “Sebelum Abraham ada, Aku ada.” Atau, apabila kita memilih bahasa Inggrisnya, “Before Abraham was, I am. Dia tidak berawal dan tidak berakhir; Dia tidak diciptakan. Sebelum ada awal dan akhir, Dia ada. Dia ada pada mulanya.

“Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dalam teks ini Firman, yang menjadi fokus pemberitaan Yohanes, disetarakan dengan Allah. Firman itu bukan ciptaan; Firman itu adalah Allah. Ia ada pada mulanya. Ia merupakan pribadi tersendiri, karena Ia “bersama-sama dengan Allah”; namun Ia adalah Allah. Pembedaan pribadi ini ditegaskan Yohanes dalam ayat kedua.

Paradoks ini tidak perlu membuat kita bingung. Pemahaman manusia sebagai mahkluk ciptaan terbatas pada dirinya; ia hanya bisa membayangkan satu pribadi untuk satu identitas. Allah, apabila Ia adalah Pencipta, haruslah memiliki natur yang lebih tinggi dari manusia yang adalah mahkluk tertinggi di antara segala ciptaan.

“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia.” Ayat kedua dari Kejadian pasal 1 berkata, “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Sebelum Allah berfirman, tidak ada apapun. Oleh Firman itulah segala sesuatunya diciptakan. Firman itu membuat apa yang tidak ada menjadi ada; Firman itu merupakan Yang Awal dari semuanya. Yohanes menegaskan bahwa “tidak ada suatupun” yang memiliki keberadaannya tanpa Dia. Langit, bumi, segala isinya, seluruh dunia, menerima keberadaan mereka dari-Nya.

 galaxy2

Renungkan

Alangkah mulianya Allah kita. Dia bukanlah pribadi seperti kita yang terbatas dan lemah; Ia adalah Pencipta segala sesuatu, Awal dari segala sesuatu, Sumber dari segala sesuatu; Ia tidak terbatas. Paulus menyatakannya dengan baik, “Di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada” (Kis. 17:28). Daud merasa kecil hanya karena melihat karya Allah yang luar biasa di alam, sehingga ia berkata, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?” (Mzm. 8:5). Namun Allah yang Mahamulia itu memilih untuk menyatakan diri-Nya kepada kita lewat Firman-Nya. Terpujilah Tuhan, Allah alam semesta!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s