Bagaimana Kita Akan Diingat

Ini sebenernya klasik sih, tapi bahas yang klasik-klasik juga seru kan.

Kejadian pasal 5 adalah daftar silsilah Adam. Begitu denger yang namanya “silsilah,” biasanya pada orang awam timbul gejala alergi berupa tiba-tiba ngantuk. Hahaha. Ya emang baca silsilah ga terlalu menarik dibandingkan baca cerita ya. Tapi aku ingat satu cerita yang berhubungan dengan Kej. 5 ini. Ini intermezo nih.

Seorang gadis kecil telah lama berusaha mengajak pamannya untuk pergi ke gereja bersamanya. Sang paman terus menolak dengan halus, tapi karena keponakannya tersebut terus mengajaknya, akhirnya sang paman menyerah dan berpikir, “Baiklah, bila saya pergi bersama dia ke gereja sekali saja, dia tidak akan mendesak saya lagi.” Jadi, pada suatu hari Minggu, mereka berdua bersama-sama ke gereja.

Gadis kecil itu sangat senang karena pamannya mau ke gereja bersamanya. Ia berharap sang paman akan percaya kepada Yesus juga setelah datang beribadah. Namun alangkah kecewanya gadis itu karena pada hari itu pendeta justru berkhotbah dari Kejadian pasal 5 tentang silsilah keturunan Adam, yang sama sekali tidak menarik untuk dibahas! Ia putus asa dan berpikir, pamannya tidak akan mau ke gereja lagi setelah itu.

Namun sang paman mendengarkan khotbah dengan serius, dan setelah selesai ibadah wajahnya pucat. Bahkan berhari-hari setelah ibadah Minggu tersebut, sang paman terlihat tidak tenang dan terus gelisah. Gadis kecil itu bertanya ada apa dengan pamannya, dan pamannya menjawab,

“Nak, paman terus-menerus ingat apa yang pendeta baca dari Alkitab, “A berusia sekian.. lalu ia mati. B berusia sekian, lalu ia mati. C berusia sekian.. lalu ia mati.” Rupanya sang paman ketakutan karena menyadari bahwa ia pun akan mati, dan dalam keadaannya sekarang, ia akan mati tanpa harapan.

Gadis kecil itu mengajak pamannya ke rumah pendeta untuk berbicara tentang Yesus Kristus. Saat itu juga sang paman membuka hatinya untuk bertobat, dan menerima keselamatan dalam Yesus Kristus. Kata-kata “lalu ia mati” tidak lagi menakutkan baginya.”

Ah, ceritanya bagus sekali. Memang, lewat bagian manapun dari Alkitab, Tuhan bisa menuntun orang kepada keselamatan.

Nah. Ada hal yang menarik waktu baca pasal ini. Satu nama mencolok dibandingkan nama-nama lain; bukan karena namanya aneh (karena semua nama itu ga familiar buat orang Indonesia), tapi karena kehidupannya.

Namanya Henokh. Hidupnya dirangkum hanya dalam empat ayat. Tapi sementara yang lain hanya disebut siapa bapaknya, punya anak namanya siapa, dan hidup berapa tahun, Henokh mendapat perhatian yang berbeda.

“Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi setelah ia memperanakkan Metusalah..” (Kej. 5:21-22)

Henokh diangkat Tuhan
Henokh diangkat Tuhan

Perlu diperhatikan bahwa garis keturunan yang dicatat dalam Kej. 5 ini khas; ga semua keturunan disebut (selalu dibilang bahwa tiap nama yang disebut “memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan, berarti anaknya sebenernya banyak, tapi yang dimasukkan ke dalam daftar silsilah hanya satu itu). Kenapa demikian? Perkiraanku, karena garis keturunan ini yang paling penting. Ini adalah garis keturunan orang-orang yang beribadah kepada Tuhan, yang tetap menyembah Tuhan dan setia hidup dalam kebenaran di tengah dunia yang rusak (bandingkan Kej. 6:11-12).

Yang lebih istimewa lagi, dalam pasal 5, hanya Henokh yang diberi gelar “hidup bergaul dengan Allah.”

Henokh tentu istimewa dibanding orang lain dalam silsilah keluarganya. Mungkin dia hidup lebih sungguh-sungguh dalam kekudusan dibanding yang lain; mungkin dia menyediakan lebih banyak waktu buat Tuhan dibanding yang lain; mungkin dia sangat tekun berdoa; mungkin dia adalah orang yang sangat terkenal dengan kesalehannya. Banyak kemungkinan (dan bisa juga semuanya itu benar); yang jelas, kedekatannya dengan Tuhan istimewa.

Aku akan beri gambaran tentang orang seperti Henokh dalam kehidupan modern. Ada seorang pendeta bernama A. W. Tozer, yang menulis banyak buku rohani. Ketika dia meninggal, di batu nisannya ditulis: “A. W. Tozer, A Man of God.” Bisa diperkirakan seperti apa dia semasa hidup? Lihat contoh judul buku yang dia tulis:

The Pursuit of God
Attributes of God
God Tells the Man Who Cares
Jesus Our Victor
Man: The Dwelling Place of God
Radical Cross
Mystery of the Holy Spirit
That Incredible Christian
Echoes of Eden

Dan masih banyak lagi. Semuanya tentang Tuhan, Tuhan, dan Tuhan. Bukan self-help, bukan gimana caranya supaya hidup bahagia dan makmur, bukan tentang metode ini itu, bukan tentang yang lain-lain. Aku ga anti sama spesialisasi penulis buku Kristen. Tapi kita tau kenapa Tozer disebut “a man of God”; karena memang hatinya sepenuhnya milik Tuhan. Dia begitu terpesona dengan Tuhan; dia seperti Henokh pada zaman modern.

Dua kali Henokh disebut “hidup bergaul dengan Allah” (5:22, 24), dan penekanan ini menandakan bahwa dia benar-benar istimewa dibanding orang lain. Keistimewaannya bukan dia lebih berbakat atau lebih kaya atau lebih sukses, tapi tidak ada orang yang bisa menandingi persekutuannya dengan Tuhan. Hidupnya di dunia singkat, “cuma” 365 tahun (yah, bandingkan sama anaknya, Metusalah, yang umurnya hampir 1 milenium!), tapi ketika keturunannya cerita tentang dia kepada anak-anak mereka, mereka bilang, “Nak, Henokh, buyut kita itu, adalah orang yang hidup bergaul dengan Allah.”

Bagaimana kita hendak diingat oleh keturunan kita setelah kita lama meninggalkan dunia? Apa keturunan kita akan menyebut nama kita sambil lalu aja (atau malah ga inget sama sekali)?

Semoga mereka mengingat kita karena kesalehan kita.
Semoga mereka bilang, “Dia orang yang hidup bergaul dengan Allah.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s