Apakah Tuhan Mencobai? (Part 4 – terakhir)

Yang terakhir dari pembahasan tentang pencobaan nih. Aku sendiri sangat diberkati firman Tuhan, dan aku banyak diingetin selama nulis post-post ini. Moga pembaca juga mengalami manfaatnya.🙂

Janganlah Masukkan Kami Ke Dalam Pencobaan

Aku mau review dikit dari yang kemaren-kemaren ah *cailah*. Jadi kita punya pertanyaan berikut ini, dan jawabannya.

Apakah Tuhan mencobai?
Ya, Tuhan menguji. Tuhan menguji karakter kita, kesetiaan kita, kasih kita kepada-Nya. Dan tidak ada pencobaan apapun yang terjadi dalam hidup kita yang berada di luar kendali Tuhan. Semuanya sepengetahuan Dia dan sesuai rencana-Nya.

Apakah Iblis mencobai?
Ya, Iblis mencobai. Tapi kalo tujuan Tuhan adalah membuktikan kesetiaan kita, tujuan Iblis adalah supaya kita jatuh ke dalam dosa. Dengan kata lain Tuhan mau kita menang, Iblis mau kita kalah. Dan Iblis jago memanfaatkan segala situasi dan kondisi untuk mencobai kita, jadi kita harus hati-hati.

Nah, kita lanjut ke sebuah bagian dari doa Bapa Kami yang pasti pembaca uda pernah denger, bahkan mungkin mendoakannya setiap minggu di gereja (atau malah tiap hari?).

Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Matius 6:13)

We need His help
We need His help

Satu hal yang harus kita mengerti dari doa ini adalah, kita mengakui kelemahan kita sebagai manusia di hadapan Tuhan. Pencobaan ada di sekeliling kita dan kita bisa jatuh ke dalam dosa kapan saja. Doa ini bukan minta supaya kita sama sekali tidak dicobai (yang mana sepertinya ga bakal terjadi kalo masih ada di dunia ya), tapi minta perlindungan Tuhan. Dengan kata lain: “Jangan sampai kami jatuh ketika dicobai.” Pencobaan pasti datang, tapi yang berkuasa melindungi kita dari berbuat dosa adalah Tuhan.

Konsep ini diperjelas dengan penegasan di bawahnya: “Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.” Walaupun mulainya dengan kata “tetapi”, ini bukan kalimat negasi, melainkan penegasan. Ini lho yang kita minta dari Tuhan: supaya Dia membebaskan kita dari “yang jahat”. Terjemahan untuk “yang jahat” ini adalah the evil, jadi bisa berarti dosa atau si jahat (a.k.a. Iblis). Jadi kekuatan untuk lepas dari jebakan dosa dan Iblis itu datangnya dari Tuhan.

Ga heran, Tuhan Yesus berpesan pada murid-murid-Nya waktu mereka di Taman Getsemani, “Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu tidak jatuh dalam pencobaan.” Membiasakan diri berdoa minta perlindungan Tuhan setiap hari supaya kita tidak jatuh dalam dosa membuat kita selalu ingat buat bersandar pada kuasa Tuhan, dan membuat kita berhati-hati.

Dosa itu serius

Be on guard; danger is everywhere.
Be on guard; danger is everywhere.

Entah bagaimana pembaca menanggapi dosa. Aku punya pengalaman memandang enteng dosa dan mikir, “Oke, besok aku ga mau berbuat seperti ini lagi.” Tapi “besok” itu ga dateng-dateng, dan aku terus mengulang dosa yang sama. Di satu titik, aku ga merasa bersalah lagi dan merasa hal itu emang bagian dari kelemahanku. Tapi puji Tuhan, Dia ga rela kalo aku terpuruk begitu, dan Dia tarik aku lagi. Maksudnya, Dia tampar aku lagi :p Yah, anak kalo bikin salah terus-terusan kan emang harus dihajar ya. Dan aku makin sadar betapa berbahayanya ketidakwaspadaan.

Iblis ga bisa membuat kita jatuh ke dalam dosa; kita sendirilah yang membuat kita jatuh ke dalam dosa. Iblis menipu kita, bikin kita berpikir bahwa dosa itu bukan dosa, ga parah-parah amat, santai aja, dst; tapi kalo kita ga hati-hati dan sampe ketipu, itu salah kita sendiri. Kalo Alkitab memperingatkan kita, tapi kita ga tanggapi dengan serius (ato kita ga tau karena kita ga mau baca Alkitab), itu salah kita sendiri.

Hari ini, Tuhan undang kita buat bertobat. Bertobat dari kedegilan kita yang menganggap dosa itu biasa-biasa aja, jatuh dalam pencobaan itu manusiawi, peringatan Tuhan dalam firman-Nya itu tidak penting dan mendesak. Bertobat dan jangan lagi bilang, “Gue manusia biasa yang punya kelemahan.” Semua kelemahan kita sudah ditanggung Tuhan Yesus di atas salib-Nya; dan kita, yang mati bersama Dia dalam kematian-Nya, harus bangkit bersama Dia dalam kemenangan-Nya!

Hari ini, kita harus menang atas dosa. Kita harus menang atas pencobaan. Kita harus berubah dari gaya hidup santai jadi anak Tuhan, menjadi orang yang serius mengejar kehadiran Tuhan. Kita anak-anak Allah yang kudus; kita harus mencintai kekudusan dan membenci dosa.

 

Tuhan, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat;
karena Engkaulah yang empunya kerajaan, kuasa dan kemuliaan
sampai selama-lamanya.
Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s