Apakah Tuhan Mencobai? (Part 3)

Sebagai kelanjutan dari part 1 dan part 2, di bagian ini akan dibahas tentang Yakobus 1:13, di mana Yakobus melarang orang yang dicobai buat bilang bahwa pencobaannya datang dari Tuhan.

“Janganlah ia berkata: Pencobaan ini datang dari Allah!”

Nah, ini nih pernyataan dari Yakobus yang terkenal. Makanya kita pasti sering denger orang bilang, “Bukan Tuhan yang mencobai kamu!” Berhubung ini bagian yang kelihatannya kontradiktif dengan semua yang uda dibahas sebelumnya, kita bakal belajar apa maksudnya. Ini nih ayatnya:

Yakobus 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

Lah, kemaren katanya “Allah mencobai”? Sekarang kok jadi berubah? Karena itulah kita perlu konteks pembicaraannya. Ini ayatnya, kalo dikutip dalam konteks.

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kitaoleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulungdi antara semua ciptaan-Nya.

Ayat 12 tentang orang yang bertahan dalam pencobaan, yang terbukti tahan uji. Nah ini nih, tujuan Tuhan menguji kita: untuk memberi kita hadiah waktu kita menang! Baik kan, Tuhan kita? Ada utang apa coba, dari Dia ke kita, sampai Dia memperlakukan kita begitu baik? :”)

Hayo, kita sendiri yang mau kan?
Hayo, kita sendiri yang mau kan?

Ayat 13 tentang orang yang kalah dalam pencobaan, yang jatuh dalam dosa. Nah, ceritanya, Yakobus bilang, orang yang begini ini, jangan menyalahkan Tuhan atas kegagalannya. Yakobus melanjutkan, “Tuhan bukan sumber dosa, melainkan sumber sesuatu yang baik.” Kalo gitu kenapa orang itu berbuat dosa? “Karena dia sendiri,” kata Yakobus. Orang jatuh karena keinginannya sendiri, yang “menyeret” dia.

Bagaimana dengan Tuhan? Yakobus memberi gambaran yang mengesankan: Semua yang baik dan sempurna, datangnya dari Tuhan. Tuhan itu adalah terang tanpa bayangan—artinya, sama sekali tidak ada cacat atau noda dosa di dalam Dia. Dan Dia memilih kita bukan supaya kita berdosa, melainkan supaya kita kembali ke tujuan awal kita diciptakan: menjadi pemimpin atas semua ciptaan Tuhan.

Jadi Yakobus bukan sedang bicara tentang pencobaannya sendiri (secara eksistensial—ngerti ya maksudnya); dia sedang bicara tentang perspektif orang yang kalah oleh pencobaan itu. Waktu orang kalah dalam pencobaan, dia cenderung bilang, “Ini gara-gara Tuhan.” Inilah yang ditentang Yakobus. Bukan salahnya Tuhan kalo kita berdosa! Tuhan memang mengizinkan ujian dan pencobaan datang, tapi tujuannya bukan supaya kita berdosa, melainkan supaya kita menang dan dikasi reward oleh Dia! Kalo kita kalah oleh keinginan manusiawi kita sendiri, ya itu salah kita, tanggung jawab kita. Tuhan ga bisa disalahkan, karena di dalam Dia tidak ada sedikitpun kemungkinan untuk berdosa. Tuhan tidak membuat orang berdosa.

Semua Pasti Dicobai

200242605-001Seperti ujian di sekolah, kita semua harus dites. Gimana caranya seseorang dinyatakan lulus ato engga, layak kerja ato engga, kalo ga pernah dites? Demikian pula kita ga bisa membuktikan karakter kita kalo kita ga pernah dicobai.

Yakobus mendorong kita untuk bersyukur ketika kita dicobai, karena tujuan Tuhan mengizinkan pencobaan itu terjadi adalah supaya kita membuktikan kesetiaan kita kepada-Nya dan dapet hadiah dari Tuhan. Petrus menegaskan hal yang sama kepada orang-orang Kristen yang dicobai dengan penderitaan karena iman mereka:

Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketikaharus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
(1 Petrus 1:6-7)

How encouraging! :)

….

Berikutnya part 4, yaitu yang terakhir dalam bahasan tentang pencobaan ini.

3 thoughts on “Apakah Tuhan Mencobai? (Part 3)

  1. Tentang ini, yg ayat dr yakobus. Jd sebenernya Allah mengizinkan/tidak? Karna di ayatnya kok malah tdk mengizinkan. Tq & Gbu :))

    1. halo Sherly. Tuhan bukan tdk mengizinkan pencobaan (ayatnya jg ga bilang begitu, kl kita baca dgn teliti). Maksudnya Yakobus, kl ada orang yg jatuh dlm dosa krn pencobaan, dia jangan nyalahin Tuhan & bilang kl itu semua gara2 Tuhan. Orang jatuh dlm dosa krn kelemahannya sendiri, bukan krn Tuhan. Justru kl dia bertahan dlm pencobaan & ga jatuh dalam dosa, Tuhan akan kasi reward.

      Begitu jawabannya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s