Apakah Tuhan Mencobai? (Part 2)

Lanjutannya yang kemarin, nih. Kalo mau baca yang part 1, ada di sini. Yang bagian ini, sesuai keterangan di ending part 1 kemaren, adalah tentang peran Iblis dalam pencobaan.

mouse trap

Bagaimana Dengan Iblis?

Good question. Dalam cerita tentang pencobaan di padang gurun yang dialami Yesus, tokoh yang mencobai Dia emang si Iblis. Dan memang kerjaannya Iblis ya demikian; dia adalah “eksekutor” di lapangan kalo dalam hal coba-mencobai. Kita akan belajar hal yang penting tentang peran Iblis dalam pencobaan.

Fact #1: Roh Kuduslah yang membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai Iblis

Fakta bahwa Roh Kudus yang membawa Yesus untuk dicobai bisa bikin kita berkesimpulan nyinyir seperti, “Ooh, ternyata Tuhan selama ini sengaja masukin gue ke sarang Iblis? Asal tau aja!” atau bikin kita sadar bahwa… Bahkan hal yang kita pikir out of control, sebenarnya ada dalam kendali Tuhan.

Iblis adalah alat Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya. Sekali lagi, Iblis adalah alat Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya. Aku akan kutip seorang hamba Tuhan, yang sayangnya aku lupa namanya, yang berkata, “Jangan bilang bahwa musuh Tuhan adalah Iblis. Tuhan tidak punya musuh yang sebanding dengan Dia, yang dapat mengancam Dia.” Iblis itu ciptaan; gimana caranya ciptaan bisa melawan Pencipta? Seperti ciptaan lainnya, Iblis dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Coba pikirkan:

Iblis mencobai Yesus, dengan tujuan supaya Yesus berbuat dosa. Yang terjadi malah Yesus membuktikan bahwa karakter-Nya tanpa cacat.

Iblis menggunakan Yudas Iskariot untuk membunuh Yesus. Yang terjadi? Malah rencana keselamatan dari Tuhan digenapi!

Iblis adalah alat di tangan Tuhan yang mahakuasa. Semua yang terjadi di padang gurun, semuanya sempurna dalam kendali Tuhan. Iblis melakukan persis seperti yang Tuhan inginkan. Di sini kita melihat bagaimana luar biasanya Tuhan kita, yang bisa memakai kejahatan untuk menghasilkan sesuatu yang baik.

Fact #2: Tuhan menyediakan jalan untuk menang atas pencobaan

Seperti yang dibilang Paulus, pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa, dan Tuhan menyediakan jalan keluar ketika kita dicobai (1 Korintus 10:13). Iblis diberi kuasa untuk mencobai oleh Tuhan, tapi kita diberi kuasa untuk menang atas pencobaan itu.

Tuhan Yesus adalah teladan kita. Waktu Dia dicobai, Dia ga berlagak jago atau kebal terhadap pencobaan; Dia berlindung dibalik firman Tuhan. Demikian juga dengan kita, kita perlu mengenal Tuhan sungguh-sungguh supaya kita tau yang mana yang pencobaan dan bisa mengalahkannya.

Yang jadi masalah adalah kalo kita…

  • Tidak pernah/jarang baca Alkitab. Gimana cara ngerti firman Tuhan kalo ga pernah baca? Dan gimana bisa kenal Tuhan kalo ga pernah dengerin apa yang Dia mau bilang?
  • Tidak berhati-hati. Iblis mencari setiap kesempatan untuk menjatuhkan kita (1 Petrus 5:8—Petrus pasti nulis itu berdasarkan pengalamannya sendiri), dan kalo kita pikir dunia ini baik, hidup ini enak, temen-temen kita semuanya malaikat, ya gampang banget buat kita untuk dijatuhkan lewat pencobaan.

Ayo, Alkitabnya dibaca, direnungkan, dipelajari, dilakukan.

Fact #3: Pencobaan kadang tidak seperti pencobaan

Dalam Matius 16, Petrus dengan bersemangat menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! Tapi ketika Yesus bilang bahwa diri-Nya harus mati di Yerusalem, Petrus buru-buru menegur Yesus dan bilang—kurang lebih, “Guru! Jangan ngomong gitu! Ga bakalan terjadi itu mah!”

Wah, sepertinya sangat patut diaminkan kata-kata Petrus ya. Tapi apa yang dilakukan Yesus? Bentak balik si Petrus dengan berkata, “Enyahlah Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Waduh. Iblis?

Tentu saja Petrus bukan Iblis. Tapi hal ini menunjukkan dua hal: Betapa waspadanya Yesus, dan betapa cerobohnya Petrus. Yesus sangat waspada; Dia tau apa yang Bapa mau Dia lakukan, dan dia berkomitmen untuk menjalankan kehendak Bapa, against all odds. Petrus sangat ceroboh: dia cuma mikir hal-hal yang ingin dia pikirkan, dan dia ga sadar bahwa dia dipakai Iblis untuk mencegah Yesus melakukan kehendak Allah!

Kadang pencobaan berupa sesuatu yang terang-terangan dosa, misalnya link ke website porno yang tinggal di-klik aja, atau nyolong duit orang tua. Tapi pencobaan juga bisa berwujud hal yang kelihatannya ga dosa, seperti males-malesan kerja, makan tidak terkendali, nonton bolaaa mulu, atau ngomongin orang. Gimana cara kita mengenali itu semua?

Pertanyaannya, apakah kita kenal Tuhan? Apakah kita tau apa yang Dia suka? Apakah kita tau etos kerja seperti apa yang Dia harapkan dari kita? Apakah kita tau bagaimana Dia mau kita memakai waktu kita dan merawat tubuh kita? Apakah kita tau Dia, hati-Nya, sifat-sifat-Nya, likes and dislikes-Nya? Gimana kita tau kalau, sekali lagi, kita ga pernah mau cari tau?

Dan kalo kita ga kenal siapa yang kita sembah, ga heran kalo kita dikibulin terus oleh si Iblis. We would be easy targets for him.

….

Next part: tentang Yakobus 1:13.

7 thoughts on “Apakah Tuhan Mencobai? (Part 2)

  1. iblis itu ciptaan Tuhan? does it mean that God purposely also made sin? okay, this is confusing me. emang sih Tuhan yang menciptakan malaikat juga, tapi ketika malaikat itu turned to evil apakah Tuhan juga yang mau? berarti emang dengan sengaja Tuhan membuat ‘skenario hidup’ manusia?
    hopefully you’ll ansswer this. thank you, God bless..

    1. Halo Marna. Good question!

      Ttg Iblis itu ciptaan Tuhan, aku berangkat dari presuposisi bahwa Tuhan itu beda dengan semua mahkluk yg lain. Tuhan itu kekal, uncreated. Kalo ada mahkluk lain yg uncreated juga, berarti naturnya sama ky Tuhan, & Alkitab menolak kemungkinan itu. Jadi baik malaikat, iblis, manusia, dll mahkluk hidup, menerima hidupnya dr Tuhan.
      Ttg Tuhan purposely created evil, no, He didn’t create evil. Tuhan itu absolute goodness & righteousness; apa yg diciptakan oleh Dia jg good & righteous. Yg bermasalah adl ciptaannya (yaitu manusia). Kl disuruh jelasin kenapa apa yg diciptakan baik sm Tuhan bisa bengkok & jd jahat, jawabannya: gw belajar lagi dl deh biar bisa ksi jwbn yg bertanggung jawab. hehe. Emang blm tau :p

      Terakhir, ttg Tuhan uda tau apa yg bakal terjadi dgn manusia, dia bakal jatuh ke dlm dosa, dll. Iya dong, Tuhan tau semuanya. Kan Dia Tuhan. Tp bukan berarti Tuhan yg bertanggung jawab atas dosa yg kita buat.

      Bisa panjang banget kl ngomong ttg kedaulatan & kemahatahuan Tuhan nih. Thanks for triggering the discussion, though. Hope my answer above helps.🙂

      1. thankyou for your answer. aku juga masih belajar dikit-dikit sih..
        yah, banyak pertanyaan yang mungkin buat kita bingung dan gak masuk akal, tapi akal Tuhan emang gak terlampaui sih sama kita.. haha, terkadang lucu juga sih dan ngerasa bego sendiri..
        yapp, sekali lagi thank you ya..
        God bless ya😀

  2. Ulangan 29:29 Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.” ( ada banyak sekali hal yang diluar jangkauan otak kita, jadi jika belum terjawab/kita belum tau sebaiknya biarkan saja karena memang disembunyikan). Menurut saya Tuhan menciptakan manusia dan ditempatkan di bumi untuk “sekolah” yang lulus lanjut ke surga yang gak lulus mati/masuk neraka. Sebenarnya gak mati sih, tapi kalo baca wahyu, disika selama-lamanya, disanalah ada ratap tangis dan kertak gigi, jadi sederhananya ikut aja perintah Tuhan. (Wahyu 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.) ( Lukas 13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.) (Wahyu 22:1 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”

    1. Kita bisa MINTA UNTUK TIDAK DICOBAI, …… Janganlah bawa kami ke dalam pencobaan dan jauhkanlah kami dari yag jahat….., sudah diajarkan cara nya langsung oleh Tuhan Yesus sendiri. Jadi tuntas maslah coba mencoba dicoba he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s