Apakah Tuhan Mencobai? (Part 1)

Pada suatu hari…… aku tau-tau terpikir tentang hal ini. Apakah pencobaan itu datang dari Tuhan? Yakobus 1:13 bilang engga (dan bahkan kita salah kalo berpikiran seperti itu), tapi dalam pencobaan Yesus di padang gurun jelas dibilang bahwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai (Matius 4:1); dan Abraham juga dicobai oleh Tuhan (Kejadian 22:1). Jadi gimana dong? Apakah Alkitab self-contradictive?

Mari kita bahas!😉

silversmith

Artinya “Mencobai”

Ketika kita ketemu dengan istilah “mencoba” atau “mencobai”, subjek berperan penting. Kalo subjeknya Iblis, maka tujuannya jelas supaya kita jatuh ke dalam dosa. Kalo subjeknya manusia, tergantung siapa manusianya; misalnya, Yesus “dicobai” oleh orang-orang Saduki, Farisi, dkk, tujuannya jelas supaya Dia salah ngomong dan bisa dijebak. Tapi kalo Tuhan adalah subjeknya, tujuannya adalah menguji kekuatan karakter kita; bukan supaya kita jatuh dalam dosa.

Dan kalo kita menafsir teks Alkitab, konteks sangat tinggi nilainya. Ambil contoh dua ayat yang sudah dikutip di atas (Kej. 22:1 dan Mat. 4:1).

Kejadian 22:1 “Setelah semuanya itu, Allah mencoba Abraham.”

Pertanyaannya ada pada frasa “semuanya itu”. Apaan tuh “semuanya itu”? Usut punya usut, dalam pasal 21 ada tiga kejadian besar yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Kejadiannya adalah:

  • Sara melahirkan Ishak bagi Abraham. Artinya, Abraham dapet penggenapan janji Tuhan bahwa dia akan punya keturunan.
  • Abraham mengusir Hagar dan Ismael (saudara tiri Ishak), yang berarti keluarga Abraham sekarang mapan karena ga akan ada perebutan hak waris.
  • Abraham tinggal di Filistin dan mengikat perjanjian damai dengan raja Filistin, Abimelekh. Setelah itu, “lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin.” Kalo dibilang lama, ya berarti hitungan tahun lah ya. Mungkin ada sekitar belasan sampai 20 tahun. Jadi dia sudah mapan di negeri Filistin.

Nah. “Setelah semuanya itu, Allah mencoba Abraham.” Makes more sense?

Di dalam keadaan serba mapan, janji Tuhan digenapi, Abraham seolah ada di puncak hidupnya, Tuhan mencoba Abraham. Apakah orang tua ini masih orang yang sama dengan orang yang dipanggil Tuhan untuk keluar dari negerinya dulu? Apakah dia tetap setia pada Tuhan sekalipun dunia ada dalam genggamannya? Yang mana yang lebih dia kasihi: semua miliknya, atau Tuhan? Inilah tujuan Tuhan mencoba Abraham.

Ayat yang kedua adalah tentang Yesus. Kalo dalam kasus Abraham Allah sendiri yang turun tangan, dalam kasus Yesus, Iblis dimanfaatkan Allah untuk mencobai Yesus.

Matius 4:1 “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.”

Ih, Yesus aja dicobai! (What’s our chance, gitu ya :p). Kenapa terjadi pencobaan ini? Sekali lagi aku akan ajak pembaca semua buat melihat pasal sebelumnya, yaitu pasal 3. Apa yang terjadi di pasal itu? Fokus kita di 3:13-17 ketika Yesus dibaptis. Perhatikan dua hal ini:

  • Sebelum Yesus dibaptis, Yohanes berkata bahwa dia tidak layak membaptis Yesus. (Dalam Lukas 3:16 Yohanes pembaptis bilang, dia bahkan ga layak melepas sandalnya Yesus).
  • Sesudah Yesus dibaptis, terjadilah peristiwa yang luar biasa: Langit terbuka, Roh Kudus turun dalam bentuk burung merpati, dan terdengar suara dari langit yang menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang terkasih.

Setelah demikian diagungkan, Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, malah dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Mengapa?

Karena tujuan Yesus datang ke dunia bukanlah untuk jadi raja (yang sebenarnya memang hak Dia), melainkan untuk melakukan kehendak Bapa. Di padang gurun Yesus belajar untuk taat kepada Bapa, sekalipun Dia punya kesempatan untuk memakai kuasa-Nya buat kepentingan-Nya sendiri. In a way, aku berani bilang bahwa yang dikalahkan Yesus di padang gurun bukan hanya setan, tapi juga kelemahan-Nya sebagai manusia.

Nah, itu dua contoh dari pencobaan yang dialami tokoh Alkitab—salah satunya Tuhan kita. Kalo kamu anak Tuhan, kamu bisa yakin bahwa pencobaan itu bukan bertujuan menjatuhkan kamu, tapi menguji karakter kamu. Cerita Abraham dan Yesus berakhir dengan happy ending, dan kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, cerita kita juga pasti happy ending. :)

….

Nanti di part 2 tentang peran Iblis dalam pencobaan. Stay tuned! *emangnye radio*

2 thoughts on “Apakah Tuhan Mencobai? (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s