Semua Agama Sama Aja?

Waktu masih sekolah, terutama SD, aku inget banget guru (agama) sering ngomong begitu: “Semua agama sama; semua mengajarkan kebaikan; semua menunjukkan jalan kepada Tuhan.” Sampe SMA aku tetep denger prinsip seperti itu; dan dari yang aku denger dari temen-temen waktu kuliah, sebagian besar dari mereka mengalami hal yang sama. Beberapa malah denger hal tersebut dari pemuka agamanya.

Yuk, coba dipikir deh. Bener ga sih, semua agama sama?

uniformity

  • Tentang Keselamatan Jiwa

Aku pengikut Yesus Kristus, dan yang aku baca dari Alkitab adalah bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat, tunggal dan eksklusif, sehingga manusia ga bisa diselamatkan kalo bukan oleh Dia. Orang ga bisa selamat sekalipun mereka banyak berbuat baik, beramal, berbelas kasih, atau sekalipun didoain oleh banyak orang setelah dia meninggal. Satu-satunya jalan adalah memberikan hidupnya buat Yesus ketika orang itu masih hidup. Hanya dengan begitu orang bisa selamat.

Adakah agama lain yang mengiyakan hal itu? Kalo ga ada, berarti kepercayaanku tentu berbeda dengan kepercayaan lain.

  • Tentang Yesus Kristus

Sekalipun banyak yang twist & turn, aku bisa bilang dengan mantep dan berani bahwa Alkitab menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Tuhan – bukan nabi, bukan guru besar, bukan orang baik, bukan pengajar moral. Tuhan. Dia ilahi, melalui Dia segala sesuatu di dunia diciptakan; Dia kekal, Dia Raja segala raja, Dia sudah selayaknya disembah oleh semua manusia.

Apakah agama lain setuju bahwa Yesus adalah Tuhan? Kalau tidak, jelas tidak bisa dibilang sama.

  • Tentang Allah Tritunggal

Dalam iman Kristen (yang berakar dari iman Yudaisme), Tuhan itu esa. Tuhan yang esa itu juga adalah Tuhan yang jamak. Elohim, sebutan untuk Tuhan (bahasa Ibrani) artinya para allah (kira-kira begitulah). Ada tiga pribadi yang berbeda, yaitu Bapa, Anak (Yesus), dan Roh Kudus. Bagaimana Tuhan bisa tunggal sekaligus jamak adalah misteri. Tapi Alkitab jelas berkata bahwa ada tiga pribadi yang berbeda itu; namun satu. Ga ada analogi yang cukup bagus buat menjelaskan hal ini; ini sesuatu yang perlu diterima, bukan dimengerti sepenuhnya.

Setuju dengan konsep Allah Tritunggal? Kalo engga, berarti kita beda.

  • Tentang manusia

“Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” kata Alkitab. Ga ada itungan dosa besar atau kecil – semuanya telah berdosa. Dosa artinya pemberontakan terhadap Allah; kita mau mengontrol hidup kita sendiri dan jadi tuhan dalam hidup kita sendiri – itulah dosa. Alkitab ga kenal konsep dosa besar atau kecil; dan kalo orang ga mau mengakui bahwa dia berdosa dan butuh Juruselamat, yaitu Yesus Kristus, dia akan mati dalam dosanya, dan berarti mati dalam keterpisahan kekal dengan Allah.

Aku tau kok, bahwa banyak orang menganggap konsep universalitas dosa ini “ga adil”. Kalau agama lain tidak setuju dengan hal ini, berarti kita berbeda.

  • Tentang penghakiman

Di hari penghakiman nanti, orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan dievaluasi (kira-kira begitulah bahasanya) untuk menentukan apa yang mereka dapatkan, sesuai dengan pelayanan mereka pada Tuhan di dunia. Penghakiman yang berbeda berlaku buat mereka yang ga percaya pada Yesus; mereka akan dihakimi untuk menerima hukuman kekal. Setelah manusia mati, ga ada jalan lagi untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhan. Mati di dalam Yesus berarti diselamatkan dan lolos seleksi untuk dievaluasi dan dapet reward; mati di luar Yesus berarti mendapat hukuman kekal: neraka.

Tidak ada tempat penyucian dosa lagi setelah mati; tidak ada gunanya berdoa buat orang mati; tidak ada kesempatan lagi kalau sudah terlanjur meninggal. Yang ada adalah kehidupan kekal, atau kebinasaan kekal. Hal ini mungkin adalah salah satu yang paling kontras membedakan kekristenan dengan kepercayaan lain.

….

Bila agama-agama lain tidak sepakat dengan poin-poin di atas, berarti kita jelas berbeda. Kita memang perlu saling menghormati; in the sense, kalo memang itu jalan yang kamu pilih, ya silakan. Tapi memaksakan konsep pluralisme, bahwa semua agama sama, adalah absurd, karena…

  • Ajarannya aja beda-beda, gimana bisa dibilang sama.

  • Kalo memang semua agama sama, apa gunanya memeluk salah satu agama?

  • Dan kalau agama-agama itu memang ternyata berbeda, bukankah sebuah penghinaan terhadap kepercayaan kita sendiri, kalo kita sampai bilang bahwa agama kita sama saja dengan agama lain – dengan kata lain kita mereduksi keunikan agama kita sendiri?

  • Kalo sampai kita harus memaksakan pendapat bahwa semua agama sama demi perdamaian antar umat beragama, bukankah itu menunjukkan bahwa agama kita, dari dirinya sendiri, ga mampu meng-impose perdamaian dalam diri umatnya?

Jadi dengan ini, aku harus menolak apa yang diajarin guru-guru jaman SD-SMA tentang agama. Agamaku ga sama dengan agama lain, dan agama lain ga sama dengan agamaku. Memang beda, jadi tidak perlu dipaksa buat kelihatan sama. Aku tetap menghargai umat agama lain, kepercayaan mereka, dan pilihan mereka buat menganut agama itu. Tapi tentang kebenaran, aku pegang apa yang aku percaya karena aku percaya bahwa ini yang benar. Aku yakin umat agama lain juga begitu.

8 thoughts on “Semua Agama Sama Aja?

  1. Gw jg “GA” se7 klo dilakukan generalisasi bahwa agama semua sama, pasti ada perbedaannya, misal siapa yang diyakini sebagai Tuhan/Dewa, siapa yang diyakini sebagai orang suci, tata cara ibadahnya, peraturan, dll pasti beda.

    Tapi gw rasa jg ga bisa dibilang bahwa semua agama benar2 ga punya kesamaan. Itu juga terlalu ekstrim.

    Semua agama tujuannya mengajarkan cara terbaik dalam menyikapi “kehidupan”. Gw kasih tanda kutip, krn klo soal kematian, tiap agama pny cr pandang masing2. Sebagian meyakini sorga, sebagian nirwana. Sebagian kematian kekal, sebagian kehidupan kekal, dan yang lainnya reinkarnasi.

    But at least, terlepas dari apa yang akan dihadapi saat manusia ‘mati’, tujuan semua agama dalam menciptakan tata kehidupan yang baik selama ‘hidup’ ini sama dan harus diamini secara bijak. Ya masa ada, yang agama yang bilang memperkosa itu mulia, narkoba itu sehat, atau berjudi itu baik? Semua pasti bilang hal2 semacam itu salah.

    Cuma sayangnya guru agama yg bego2 g bs njelasin hal ini dan kemudian membuat dogma ‘perdamaian’ bhw semua agama sama… Toh, meskipun pendidikan pancasila selama 9 tahun mengajarkan bahwa Tuhan itu esa, kenyataanya banyak murid (kayak gw) yg ga peduli… Dalam hati, masing2 yakin bahwa hanya Tuhan yang disembahnyalah yg paling benar, terbaik, dan eksklusif. Yah ini wajar dan sah2 saja, namanya jg iman…

    Ya, asal jangan kemudian pasang bom aja di gereja/wihara orang lain, wahahahaha… Just my another rambling. Peace ya sis…

  2. Salam Damai dan sejahtera,
    Menurut saya pribadi, maksud dr Bapak – Ibu Guru kita, adalah Semua Agama mengajarkan hal kebaikan, yang mana ini Universal dr berbagai Agama.
    Kalau sama, secara fisik / pemikiran personal, pastilah enggak mungkin sama. Seperti kita manusia, ciptaan Tuhan yang Maha Esa Illahi dan Kuasa. Walaupun kembar serupa, pastilah tidak ada yg sama misal dalam selera musik, tentunya adanya ke aneka ragaman ini, malah membuat iman kita kepada Tuhan menjadi semakin kuat. Kalau kita percaya Yesus, berarti kita juga percaya akan Tuhan yang Maha Illahi dan semua ciptaanNya.
    Mohon pencerahan dari Teman – Teman, apakah dalam pengertian diatas berarti Orang Tua / Saudara kita yang tidak seiman dengan kita tidak akan diselamatkan oleh Tuhan Yesus? Dalam hal ini, saya secara pribadi : tidak setuju karena sahabat / saudara kita, tidak akan diselamatkan oleh Tuhan kita yang Maha Pengasih/ Penyayang karena tidak seiman dengan kita, padahal dalam hidupnya selalu mengikuti / mengabdikan AjaranNya dan tidak pernah melanggarnya.
    Salam damai,
    Hamba Tuhan

    1. Halo Akena. Thx buat komennya.

      Memang agama-agama kelihatannya sama karena rata-rata ajarannya berhubungan dengan etika. Tapi kalau kita lihat landasan dari etika itu, bakal kelihatan perbedaannya. Maksud tulisan saya adalah sekalipun agama-agama secara superficial kelihatan sama – sehingga disamakan oleh banyak orang (yang mana sering disebut pluralisme) – pada hakekatnya agama-agama itu sangat berbeda. Saya jelaskan poin-poin perbedaan Kekristenan dalam tulisan di atas.

      Dan saya percaya kalau perbedaan itu bukan sekedar “keunikan”, tapi masalah hidup mati. Dalam kekristenan jelas bahwa manusia hanya bisa selamat karena kasih karunia Tuhan; perbuatan baik (yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan keselamatan) itu secara fundamental tidak ada gunanya. Logika kekristenan itu sebaliknya: saya berbuat baik KARENA saya sudah diselamatkan & sekarang saya milik Kristus. Jadi bukan sebaliknya.

  3. Logika kekristenan yang disebutkan oleh Sis Glory aja ga sama dengan logika kekristenan yang saya punya… Jelas bahwa 1 agama saja masih bisa beda begini penafsiran antar umatnya, apalagi kalau dibilang semua agama sama saja, pasti nggak mungkin ya??😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s