When You Believe… In What?

Agak abstrak sih asal-usul post ini. Aku lagi bikin Milo anget buat sarapan, dan mulai nyanyi lagu When You Believe. Lagu itu kan emang bagus ya, soundtrack film yang bertema rohani pula (Prince of Egypt, film animasi tentang Musa). Filmnya sendiri mungkin uda banyak yang lupa (terlalu sentimentil ala Hollywood menurutku sih), tapi lagunya bener-bener everlasting.

Sementara aku nyanyi, aku mulai mikir, ini sebenernya lagu ngomong tentang apa sih ya? Liriknya begini:

There can be miracles when you believe
Though hope is frail, it’s hard to kill
Who knows what miracle you can achieve?
When you believe, somehow you will
You will when you believe

Believe in what? What miracles? What hope?

Kisah eksodus bangsa Israel dari Mesir 100% adalah inisiatif Tuhan. Tuhan menentukan bahwa mereka akan tinggal di Mesir selama 400an tahun. Tuhan mempersiapkan Musa buat jadi pemimpin bangsa itu kelak. Tuhan juga yang memanggil Musa dan mempersiapkan semua setting di Mesir ketika menurut Dia waktunya sudah tepat.

Tapi di lagu When You Believe, kaga ada tuhan-tuhanan tuh. Malah di bagian awalnya dibicarakan tentang gimana kita berdoa dan mengharapkan mujizat, tapi ga ada yang denger doa kita. Jadi kita usahakan sendiri aja dong.

Many nights we pray with no proof anyone could hear
In our hearts a hope for a song, we barely understood
Now we are not afraid, although we know there’s much to fear
We were moving mountains long before we knew we could

Ya kan?

Lagu ini bisa jadi kedengeran rohani – sampai kita perhatikan kata-katanya lebih lanjut. Ternyata ga terlalu rohani juga. Malah masuk kategori self-help dan bernuansa new age. Lagu-lagu semacam ini sangat banyak, terutama sekitar 30 tahunan terakhir. Yang seangkatan aku mungkin inget potongan lagu ini:

Believe in yourself, reach down inside
the love you find will set you free

atau,

So when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you

Sekalipun lagu-lagu itu bertujuan memotivasi pendengarnya, tapi buat kita yang adalah anak-anak Tuhan, hati-hati. Harapan kita, sumber kita, kekuatan kita, tujuan hidup kita, adalah Tuhan – ga pernah kurang dari itu. Kita ga hidup buat diri kita sendiri, dan hidup kita bukan untuk mencapai tujuan-tujuan kita.

Yang seperti ini bisa disebut bahaya yang terselubung. Sepertinya bagus. Sepertinya oke-oke aja. Daripada dengerin lagu-lagu dengan tema seks ato mabuk-mabukan ato yang penuh kata-kata kotor, mendingan lagu yang seperti ini dong? Tapi sebenernya ga begitu juga. Ketika kita mendengarkan lagu, masalahnya bukan “lebih baik A dari pada B” atau “B masih lebih parah dari A”. Itu alasan klasik buat orang yang membenarkan sesuatu yang dia tau sebenernya ga bener. Kita perlu tau dulu, kita nih mau jadi orang seperti apa; lalu segala sesuatu disesuaikan dengan tujuan itu. Kalo situ ga tau mau jadi orang seperti apa, ya monggo dengerin apa aja. :p

Anak-anak Tuhan, isi hidupmu dengan firman Tuhan. Lagu-lagu “rohani” pun banyak kok, yang kata-katanya bertema self-pity (mengasihani diri sendiri). Bahaya ada di sekeliling kita; tapi kalo kita punya firman Tuhan, kita bisa menang dari semua itu. Makanya, Alkitabnya dibaca ya, direnungkan dan dilakukan. Biar bisa bedain mana yang bener-bener rohani (bersifat roh) dan mana yang pura-pura rohani.🙂

Hati-hati barang palsu!
Hati-hati barang palsu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s