Mengapa Saya?

Aku baca cerita ini di Renungan Harian (waktu masih terjemahan dari Our Daily Bread) beberapa tahun lalu. Artikelnya ditulis oleh alm. Joanie Yoder, dan sampe sekarang setiap kali inget lagi, rasa haru yang sama masih terus muncul. Jadi saya ingin berbagi dengan pembaca semua. Ini ringkasannya ya.

Tim adalah seorang pemuda yang baru percaya kepada Yesus dan bergabung di gereja kami. Sekalipun penampilannya tidak rapi dan terkesan bandel, sukacitanya yang meluap-luap karena Kristus yang sekarang ada dalam hidupnya, tidak terbendung.

Suatu hari, Tim datang kepada saya dan berkata, “Bu, saya sedang berpikir. Mengapa saya?”

“Oh, tidak,” pikir saya, “ia tentu kesal karena Tuhan tidak memberi apa yang dia minta.”

Tapi kemudian Tim melanjutkan, “Mengapa saya? Dari sekian banyak orang di dunia, mengapa Tuhan memilih saya untuk diselamatkan?” He clapped his hand, and his face was radiant with joy.

Seharusnya inilah pertanyaan kita setiap saat, bukan hanya ketika kita sedang dalam kesedihan atau masalah. Banyak orang protes kepada Tuhan dengan bertanya, “Mengapa saya?” ketika mereka mendapatkan masalah; namun berapa banyak yang, seperti Tim, mengagumi anugerah Tuhan yang luar biasa baginya?

3370-000133

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s