Siap-Siap Akhir Zaman!

Gambar keren ini dari www.gettyimages.com
Gambar keren ini dari http://www.gettyimages.com

Berhubung bulan pertama di tahun 2013 ini sudah memberi banyak kejutan bagi kita semua yang berdomisili di Indonesia, terutama ibukota tercinta, wajar bila saya terpikir tentang akhir zaman. Beberapa waktu lalu mestinya saya sharing dari kitab Wahyu di komsel, tapi berhubung kebanjiran jadi gagal dateng ke komselnya. Nah, sharing di sini aja lah, biar semua bisa baca.

Apocalypse. Revelation. Reveal-ation.

Wahyu artinya penyataan. Orang yang tadinya tidak mengerti jadi mengerti. Dan siapa yang tidak penasaran bagaimana dunia dan isinya ini akan berakhir? Dari dulu manusia terobsesi mencari tahu dan membayangkan akhir dunia. Jaman sekarang lebih heboh lagi karena banyak film-film yang bisa mewujudkan imajinasi paling fantastis sekalipun. Orang mengarang berbagai cerita tentang akhir dunia. Tapi hanya satu orang yang sungguh-sungguh melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, sekitar dua ribu tahun yang lalu. Namanya Yohanes.

Kejadiannya dramatis: Yohanes, yang kemungkinan besar sudah tua, sedang dalam pengasingan di pulau Patmos, jauh dari saudara-saudara seiman yang dia kasihi dan tanpa kesempatan melayani Tuhan, tiba-tiba diliputi kuasa ilahi dan dia mendengar suara yang luar biasa (deskripsi Yohanes untuk suara itu adalah seperti sangkakala – yang pasti keras, megah, dan “berisik”). Yohanes berpaling untuk melihat siapa yang bicara, dan apa yang dia lihat membuat dia pingsan! Yohanes pernah bertemu Yesus, menghabiskan waktu beberapa tahun bersama Dia, tapi yang kali ini dia lihat adalah Yesus yang Mahamulia, Mahabesar, tidak seperti yang bisa dibayangkan manusia. Dan Yesus menyuruh dia menulis apa yang akan dikatakanNya berikutnya.

Sebentar. Ayo kita berandai-andai dulu.

Bagaimana reaksi pembaca saat baru menyaksikan sesuatu yang luar biasa? Misalnya, pembaca melihat ada tabrakan di jalan, dan setelah itu buru-buru mau cerita ke orang lain tentang peristiwa itu. Pasti langsung ke intinya: kendaraan yang  menabrak, mengapa sampai tabrakan, bagaimana nasib korbannya, sehebat apa tabrakannya, dst. Nah, Yohanes melihat sesuatu yang belum pernah dilihat manusia, dan dia pasti bersemangat untuk langsung melontarkan semua ceritanya; bagaimana tidak, dia melihat Yesus dalam segala kemuliaanNya dan semua kejadian yang luar biasa di akhir zaman!

Tapi, apa yang Yesus minta Yohanes lakukan?

Pertama-tama, tulis kata pengantar.

…… Sudah semangat ’45 mau cerita, malah disuruh tulis kata sambutan untuk ketujuh jemaat? Dan kenapa pula tujuh jemaat di Asia Kecil? Mengapa bukan jemaat di Eropa (Makedonia) atau di Roma, ibukota Romawi?

Sebelum kita berpikir bahwa ini antiklimaks, mari kita lihat dari sudut pandang lain. Setiap kali mendengar frasa “akhir zaman”, apa yang muncul di pikiran kita? Saya membayangkan semacam gempa bumi, tsunami besar, gunung meletus, banjir bandang, langit menjadi hitam, petir menyambar-nyambar, orang-orang lari menyelamatkan diri! Orang lain mungkin membayangkan alien. Orang lain lagi membayangkan bencana kelaparan dan wabah penyakit. Ada berbagai imajinasi, tapi semuanya sama dalam satu hal: Biasanya, yang kita pikirkan tentang akhir zaman, adalah sesuatu yang terjadi di luar diri kita.

Tetapi Yesus memulai wahyu-Nya kepada Yohanes dengan sapaan kepada ketujuh jemaat, dengan merinci apa yang mereka telah lakukan, kelebihan  mereka, kekurangan mereka, janji bagi mereka dan peringatan untuk bertobat. Apa maksudnya?

Maksudnya, bagi Tuhan, apa yang terjadi di luar kita tidak sepenting apa yang terjadi di dalam kita.

Dunia ini pasti berakhir. Orang-orang yang ga percaya Tuhan pun pasti punya feeling begitu juga, saking kacaunya keadaan ekologi planet ini (gara-gara manusia juga). Akhir dunia, sudah pasti. Masalahnya, siapkah kita? Kesiapan kita bukan membuat bunker untuk berlindung saat perang nuklir, atau bikin tanggul besar buat mengantisipasi banjir, atau pasang detektor tsunami. Kesiapan kita adalah tentang bagaimana nanti ketika kita berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan hidup kita.

Inilah yang ada dalam pikiran Yesus. Dia menghendaki supaya ketika dunia berakhir, hidup kita di dunia selesai, kita menghadap Dia, bukan sebagai hambaNya yang lumayan baik, yang ada prestasinya, yang disukai orang, yang kaya, yang banyak aktivitas di gereja, yang sudah banyak beramal, atau hal-hal seperti itu – tetapi sebagai hambaNya yang setia dan sempurna.

Itulah sebabnya jemaat Efesus yang sudah luar biasa setia pada pengajaran yang benar dan berkorban banyak demi iman mereka ditegur karena mereka kehilangan kasih mereka, kepada Allah dan kepada saudara-saudara seiman.

Itulah sebabnya jemaat Smirna didorong untuk bertahan sampai akhir, melewati penganiayaan berat yang hanya sementara, demi mendapat mahkota yang kekal.

Itulah sebabnya jemaat Pergamus yang bertahan dalam kesusahan ditegur karena mereka tidak mencegah pengajar palsu menyesatkan beberapa orang dari mereka.

Itulah sebabnya jemaat Tiatira yang pelayanannya terus berkembang ditegur karena membiarkan “Izebel” menyesatkan jemaat dengan percabulan dan penyembahan berhala.

Itulah sebabnya jemaat Sardis ditegur keras karena, sekalipun manusia menyangka mereka gereja yang maju, sebenarnya mereka “sudah hampir mati” di hadapan Allah.

Itulah sebabnya jemaat Filadelfia dibela oleh Tuhan, karena mereka tetap setia sekalipun jumlah mereka sedikit dan ditekan oleh lingkungan mereka.

Itulah sebabnya jemaat Laodikia dicela karena mereka mengira diri hebat, padahal mereka “miskin, buta dan telanjang” dan membuat Tuhan mual dengan perbuatan mereka.

Itulah sebabnya Wahyu pasal 2 dan 3 ditulis, untuk kita, jemaat Tuhan, yang masalahnya itu-itu aja sampai sekarang ini. Karena, “God is easy to please, but hard to satisfy.”

Sebelum kita sibuk berpikir tentang apa yang terjadi dengan dunia di sekitar kita pada akhir zaman (yang kelihatannya sudah tinggal sebentar lagi ini), mari kita berpikir, bagaimana keadaan kita di hadapan Allah? Dunia pasti berakhir, hidup kita di dunia ini hanya sementara. Tentu kita tidak mau suatu hari nanti berdiri berhadapan muka dengan Tuhan dan merasa malu dengan cara kita hidup di dunia. Dan Tuhan juga tidak ingin kita malu ketika di hadapan-Nya! Dia mau kita berdiri menghadap Dia dengan kepala tegak, dengan senyum, sebagai saksi yang setia, yang siap menerima penghargaan abadi dari Tuan kita.

Karena itu, pesan terakhir buat jemaat Laodikia adalah buat kita juga. Yesus Kristus, Tuhan yang Mahamulia, merendahkan diri sedemikian rupa, datang kepada kita, meminta kita untuk bertobat, untuk mengarahkan hati kita lagi dan lagi kepadaNya. Orang Kristen yang paling bandel sekalipun akan mendengar suaraNya:

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

3 thoughts on “Siap-Siap Akhir Zaman!

  1. God is easy to please but hard to satisfy. Wow! Terimakasih atas insight yang diberikan. Bahwa akhir jaman tdk melulu ttg apa yg terjadi di luar diri kita. Tetapi apa yg di dalam. Namun tetap aja deh serem cii baca wahyuuuu D’:

  2. Seandainya kita di posisi jemaat-jemaat yg lg dikejar & dianiaya waktu itu, kita bakal merasa sangat dikuatkan kl baca Wahyu, Rin. Krn mereka jadi tau Tuhan perhatiin kesusahan mereka, & Tuhan yg mereka sembah akhirnya bakal menang. The promise of victory is for you, if you are faithful to Him all your life. Nothing to be afraid of!😉

  3. Like this glo. Dulu juga selalu mikirnya bencana-bencana mengerikan. Tapi makin tambah umur, tiap mikir akhir zaman, selalu jadi berasa ngeri karena selalu ngerasa (dan memang kenyataannya) jauh dari menyenangkan Tuhan selama hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s