Ulasan Buku: Baptism in the Spirit According to Scripture

cover bukunya (terbitan 1972)

Wah, lagi-lagi ulasan buku. Wah, lagi-lagi buku tentang baptisan Roh Kudus! Ya maklum, topik thesisnya tentang Roh Kudus sih. Hehe.. Aku pinjem buku tulisan John Adrian Schep ini dari perpustakaan kampus karena tertarik liat keterangan di bawah nama penulisnya: “A reformed church teacher-pastor and his views on the baptism in the Holy Spirit and speaking in tongues.” Buat yang ngerti denominasi-denominasi gereja, pasti ngerti juga bahwa gereja reformed bukan termasuk penggemar konsep baptisan Roh Kudus, apalagi bahasa roh. Jadi aku pinjem buku ini karena pengen tau kontribusi pemikiran golongan reformed mengenai baptisan Roh Kudus.

Ternyata isinya.. Mengejutkan, to say the least!

Aku kutip kata pengantarnya ya. Berikut adalah kata-kata Schep sendiri:

An ever increasing number of Church members in the historic denomination feel themselves confronted with the question: Does the Bible really teach, as many claim today, that there is a baptism with the Holy Spirit, distinct from the new birth, and that the special spiritual gifts of 1 Corinthians 12 and 14 are for today?

For many years during my long ministry as a Reformed and Calvinistic preacher and teacher I answered that question in the negative, out of ignorance, prejudice and traditionalism. Some years ago, however, I was providentially led to undertake a thorough study of the above question. My prayerful examination of all the relevant biblical data resulted in a complete change of insight, which was graciously confirmed by experiences following.

Sampe di sini aja, aku uda mulai merasa ini buku ga bakal seperti yang aku duga sebelumnya. Aku sama sekali ga keberatan dengan pandangan kalangan reformed pada umumnya tentang baptisan Roh Kudus, tapi Schep sepertinya punya pandangan yang beda dengan mainstream! Lanjut dikit ya.

I have come to see how much harm the traditional view, for which I cannot find solid grounds in Scripture, has done to God’s people. It has held them back from reaching out for the power from on high and the spiritual riches without which our Christianity must fail to be a salting salt in a world which is alarmingly and increasingly coming under the domination of sinister, demonic power from below.

Teologis

Beda dengan bukunya Torrey dalam ulasan yang lalu, tulisan Schep lebih akademis. Baca paragraf pertama itu seperti start dalam lomba lari: harus langsung lari, ga pake pemanasan lagi. Masih bisa dicerna oleh jemaat awam, tapi waktu mulai baca, pikiran perlu benar-benar difokuskan dalam topik yang dibahas ini (yaitu baptisan Roh Kudus), dan lebih baik pembaca mengakrabkan diri secara khusus dengan Kisah Para Rasul, kitab yang (sudah tentu) paling banyak dibahas dalam topik ini. Schep juga mengaitkan apa yang terjadi dalam Kisah Para Rasul dengan Injil maupun surat-surat Paulus, tapi dia tidak melenceng dari topik yang dia bahas dari awal.

Alkitabiah

Berhubung Schep adalah doktor teologi, jalinan pemikirannya bisa dibilang bagus banget. Wawasan Alkitabnya jelas luas, dan dia menguasai konteks ayat-ayat yang dia kutip, jadi ga asal comot ayat aja. Logika pemikirannya juga jalan banget, lancar dan konsisten, ga membingungkan pembaca. Schep dengan jelas mendefinisikan dan membedakan baptisan Roh Kudus, memiliki Roh Kudus, penuh Roh Kudus, dst istilah-istilah yang seringkali membingungkan dan dipakai oleh kalangan anti-kharismatik untuk “menyerang balik”. Jelas sekali Schep menguasai apa yang dia bicarakan, karena gagasannya tersusun rapi.

Schep nomer dua dari kanan

Pro Baptisan Roh Kudus?

Itu adalah kesimpulan yang harus diambil setelah baca buku ini. Jelas lah ya, dari kata pengantarnya tadi. Dari tulisannya, Schep mengadopsi posisi ini dari pendalaman Alkitab yang cukup ekstensif, dan tentu saja pengaruh dari teolog-teolog lain, beberapa di antaranya disebutkan oleh dia dalam buku ini. Dan harus diakui, cara dia menyusun argumennya membuat posisi yang bersebrangan dengan dia jadi kelihatan kurang Alkitabiah karena memang ga kliatan dasar biblikalnya.

Bahasa Roh

Nahhh, ini seru nih. Seumur-umur aku belom pernah baca tulisan teolog reformed yang pro bahasa roh! Hahaha.. Schep adalah yang pertama (yang aku baca), dan dengan alasan yang bagus. Dalam bab XI dan XII (bukunya habis di bab XIII), dia membahas khusus tentang bahasa roh, karena karunia Roh yang satu ini memang fenomenal. Bedanya Schep dengan kalangan Pentakosta klasik, dia tidak memandang adanya klasifikasi bahasa roh kedalam 1) bahasa roh yang bukan merupakan karunia Roh (yaitu yang didapatkan orang waktu dia dibaptis Roh Kudus dan bisa aja ga berlanjut) dan 2) bahasa roh yang merupakan karunia Roh. Pandangan Schep tentang bahasa roh adalah bahwa itu adalah karunia Roh Kudus. Dengan demikian, bisa jadi ada orang yang ga menerima karunia itu – tapi tetap mengalami baptisan Roh Kudus. Schep memberi kontribusi yang penting dalam menafsir 1 Korintus 12 dan 14 berkenaan dengan karunia ini karena dia menjelaskan bagaimana Paulus memandang karunia berbahasa roh.

Schep menulis tentang bahasa roh dengan nada yang positif, dengan tetap memperhatikan disiplin gereja. Jelas bahwa orang ini bukan pendukung ekstase berlebihan yang melanda orang yang dibaptis Roh Kudus, dan dia juga mengakui bahwa bisa aja ada pekerjaan roh jahat yang berusaha membingungkan jemaat. Tapi, menurut Schep, itu semua tidak boleh menghalangi kita dari mengharapkan karunia-karunia Roh Kudus, apalagi jika kita sungguh-sungguh sadar bahwa kita membutuhkannya untuk melayani Tuhan.

Pandangan Schep tentang mengapa orang percaya perlu mengalami baptisan Roh Kudus sama dengan Torrey, yaitu untuk memperlengkapi mereka dengan kuasa untuk melayani Tuhan, sesama orang percaya (gereja), dan orang-orang yang belum percaya. Bila Torrey menekankan aspek praktikal tentang baptisan Roh Kudus (apa dan bagaimana mengalaminya), Schep menekankan aspek teologisnya dengan sederhana namun lugas dan jelas.

Sayang sekali buku ini sepertinya susah dicari ya. Di Amazon aja cover bukunya masih yang edisi lama, berarti mungkin cetak ulangnya terbatas atau malah ga ada sama sekali.

Akhirnya.. Aku seneng banget setelah baca buku ini. Bukan karena aku pro baptisan Roh Kudus ato gimana, tapi karena seorang profesor dari aliran yang biasanya ga terbuka mendiskusikan hal seperti ini, mau dengan rendah hati mempelajari firman Tuhan dan menganalisa keadaan, hingga akhirnya mengambil kesimpulan demikian. Susah banget cari referensi tentang John A. Schep di internet, tapi ada seseorang yang menulis dalam webnya begini:

Prof Schep was a Professor at the Reformed Theological College, although by 1968 he was in hot water over some of his views.

Jelas bahwa kesimpulan yang diambil Schep setelah penelitian ini bukan kesimpulan yang mudah, apalagi mengingat di gereja dan kampus mana dia berkecimpung. Tapi biarlah setiap orang yang mempelajari firman Tuhan jujur dengan apa yang mereka dapatkan, dan memegang itu sebagai prinsip mereka, dengan pertolongan Roh Kudus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s