How-To: Belajar Alkitab

Apakah pembaca sering mengalami kesulitan waktu belajar Alkitab? Aku juga belom expert, dan masih banyak yang perlu dipelajari. Tapi kita bagi-bagi ilmu lah ya. Kalo ada di antara pembaca yang mau share tentang metodenya juga monggo, bisa dipaparkan di ruang komentar loh.🙂

Caraku belajar Alkitab adalah seperti ini:

  1. Lihat ayat paralel dalam versi terjemahan lain. Aku pake bahasa Inggris karena bisanya itu; tapi kalo pembaca bisa bahasa Mandarin, Spanyol, Italia, ato yang lain – apalagi bahasa Latin, itu akan sangat membantu. Sebagai panduan, terjemahan seperti NASB, NET, RSV, ESV itu lebih literal; terjemahan seperti NIV, ISV, CEV, itu setengah parafrase; terjemahan seperti NLT, GNT, LB itu parafrase; terjemahan seperti The Message (MSG) dan J. B. Phillips New Testament itu parafrase banget. Parafrase maksudnya uda dibahasakan sendiri, ga sama lagi seperti teks aslinya. Contoh:
    If then you have been raised with Christ, seek the things that are above, where Christ is, seated at the right hand of God. (Kol 3:1, ESV)
    So if you’re serious about living this new resurrection life with Christ, act like it. Pursue the things over which Christ presides. (Kol 3:1, MSG – cetak miring dari sananya)
    Beda jauh ya, kata-katanya? Secara pribadi, aku lebih suka yang literal *yoi men, konservatif* dan yang parafrase cuma dipake kadang-kadang aja kalo bener-bener bingung sama yang literal. Di mana dapet perbandingan terjemahan Alkitab seperti itu? Ada website yang sangat handy, namanya Bible Gateway. Silakan mampir.
  2. Pake software dong, bos! Ini kan abad ke-21, uda banyak banget software Alkitab yang bisa bantu kita ngerti apa maksud firman Tuhan yang lagi kita baca. Salah satu software yang recommended adalah E-Sword yang bisa didownload gratis (yess, ente ga salah baca – gratis!). Ini bisa bantu kita belajar sampe ke bahasa aslinya (Ibrani, Aram, Yunani). Pokoknya asoy deh. Software lain yang banyak dipakai adalah Logos (yang baruu aja upgrade), Glo Bible (supercool, tapi belom pernah coba fitur-fiturnya; download gratis), BibleWorks (advanced) dan, yang buatan lokal, Sabda (gratis juga!).

    Tampilan e-sword
  3. Lihat commentary. Sangat banyak untungnya membaca pendapat orang-orang lain, ahli-ahli teologi, para bapak gereja, tentang ayat yang lagi kita pelajari. Matthew Henry mungkin adalah komentator yang paling terkenal. Selain itu ada John Calvin, John Wesley, Albert Barnes, Adam Clarke, Jamieson, Fausset dan Brown (JFB), Keil dan Delitzsch yang khusus bahas Perjanjian Lama. Yang modern ada Warren Wiersbe, spesialis Perjanjian Baru, John McArthur, IVP commentaries, pokoknya buanyak deh bala bantuan buat kasi input kira-kira maksudnya apa tuh ayat.
  4. Minta bantuan website. Yang biasa aku pake adalah Biblos. Kalo mau pake ini, coba dipelajari dulu cara pakenya karena agak-agak bingung sih, saking banyaknya features-nya. Hehe.
  5. Renungkan ayat/bacaan yang lagi dibaca, dan pikirkan bagaimana relevansinya dalam hidup kita. Ga ada yang bisa menggantikan perenungan firman. Semua bantuan di atas bisa berguna; malah orang bisa kotbah hanya dengan modal mengutip komentar orang lain aja. Tapi kalo mau firman itu bener-bener ‘mresep’ ke dalam hati kita, kita sendiri yang harus menemukan harta terpendam itu. Berdoalah, minta Roh Kudus menolong kita biar kita ngerti apa yang Tuhan ingin sampaikan.

 

Last but not least…

Beberapa tahun lalu aku dikasi kado berupa buku berjudul Living by The Book yang ditulis Howard Hendricks. Itu adalah buku tentang bagaimana mempelajari Alkitab secara pribadi. Hendricks membagi pembelajaran Alkitab dalam tiga tahap: observasi, interpretasi, dan aplikasi. Aku harus bilang, mempelajari Alkitab itu seru – kadang malah seru banget; tapi waktu sampe di bagian aplikasi, kita harus tanya kepada diri sendiri: Sekarang, apa yang Tuhan mau aku lakukan? Jangan sampe kita seperti orang-orang yang cuma pinter di kepala aja, tapi ga melakukan firman Tuhan. Seringkali aplikasinya sangat sederhana: “Aku harus lebih tekun berdoa,” atau, “Aku harus mengampuni orang yang menyakiti aku,” atau, “Aku harus rendah hati, jangan merasa paling pinter.” Tapi lagi dan lagi kita akan menemukan bahwa karakter kita terus harus diperbaiki; Alkitab selalu relevan dalam hidup kita.

Semua pertanyaan dan jawaban tentang “mengapa” sudah dirangkum oleh Paulus waktu dia menulis pada Timotius, seorang hamba Tuhan yang masih muda…

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian, tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” – 2 Timotius 3:16-17

One thought on “How-To: Belajar Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s