Terima Kasih, Penulis!

Hari ini, secara random dan mendadak, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang namanya disebutkan di bawah ini, karena melalui mereka Tuhan telah berbicara kepada saya dan mengajar saya untuk melihat iman saya dari sudut pandang yang sama sekali baru. Semua orang yang disebutkan di sini adalah penulis atau pengkhotbah, dan saya sih sebenernya ga kenal secara personal dengan orang-orang itu :p Tapi berhubung saya berhutang budi pada mereka – dan saya anggap mereka mentor saya juga, walopun ga pernah ketemu – siapa tau daftar ini bisa membantu teman-teman sekalian yang lagi membutuhkan bantuan dari senior-senior kita di dalam iman yang sudah pernah melewati perjuangan yang kita alami. Let’s get started!

Ravi Zacharias

Ravi Zacharias

Berasal dari India (lalu pindah ke Kanada dan sekarang kayanya di US), Ravi Zacharias menerima Yesus sebagai Tuhan pada umur 17 tahun. Om Ravi bergerak dalam bidang pelayanan apologetik (pembelaan iman – jadi semacem lawyer tapi dalam bidang rohani). Membela dari siapa? Inilah hebatnya beliau: dia ahli perbandingan agama, filosofi dan seorang pecinta literatur. Baca bukunya dan denger khotbahnya (aku cukup beruntung pernah 2x denger dia khotbah) seperti baca puisi yang sangat intelektual – seger banget! Dari sekian banyak buku yang dia tulis, yang aku paling suka (masih) The Lotus and The Cross, percakapan fiktif antara Yesus dengan Siddharta Gautama, yang aku baca waktu SMA – it left me jawdropped. Top! Selain itu ada Jesus Among Other Gods, The End of Reason (respon terhadap bukunya Sam Harris The End of Faith dan Letter To A Christian Nation), dan Has Christianity Failed You?.

C. S. Lewis

Clive Staple Lewis (C. S. Lewis)

Semua teman-teman deketku pasti tau aku ngefans BERAT sama orang ini. Beratnya bener-bener berat. Aku pertama kali baca bukunya waktu kuliah, dan dengan demikian hancurlah minat saya pada ateisme, saudara-saudara. Buku yang fenomenal itu judulnya Mere Christianity; dan semua yang tergoda ateisme harus baca. Lewis bukan teolog, dia adalah profesor dalam bidang sastra. Yang mengagumkan dari dia adalah logika berpikirnya. Bener deh, harus baca sendiri baru ngerti. Buku lain dari Lewis yang sangat layak dibaca adalah The Screwtape Letters (kalo temen tanya buku apa yang recommended, aku biasanya jawab buku ini), God in the Dock, A Grief Observed, The Weight of Glory, dan banyak lagi yang non-fiksi. Aku bukan penggemar fiksi, tapi Lewis juga menulis buku-buku Narnia yang super terkenal itu.

Aiden Wilson Tozer (A. W. Tozer)

Kalo baca bukunya Tozer, rasanya seperti lagi bertatap muka dan denger dia ngomong. Di batu nisannya diukir epitaf yang sederhana: “A. W. Tozer, a man of God” – dan itu benar sekali; kita bisa merasakan hal itu hanya dengan baca bukunya. Orang ini sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan mendedikasikan hidupnya buat Tuhan. Tulisan Tozer sering digolongkan dalam Christian mystic karena “metode”nya yang banyak melibatkan kontemplasi, perenungan firman, dan doa. Tapi percayalah, ga ada mantra-mantranya kok. Yang paling mengagumkan adalah bahwa orang ini ga pernah sekolah teologi – jadi ga punya pendidikan formal kependetaan. Pendidikan memang baik, tapi Tozer membuktikan bahwa pengenalan akan Tuhan adalah yang terpenting. 2 (dari 40an) bukunya dianggap Christian classic, yaitu The Knowledge of the Holy dan The Pursuit of God. Sayangnya aku belom baca dua-duanya *nangis* Yang aku uda baca dan aku rekomendasikan adalah The Purpose of Man, And He Dwelt Among Us (dari Injil Yohanes) dan Living As A Christian (dari I Petrus).

Akhirnya…

Tiga penulis itu besar pengaruhnya buat aku. Waktu kuliah, aku bener-bener plagiatornya mereka – aku tiru logika berpikirnya, argumen-argumennya, konsep-konsepnya, sampe gaya bicaranya, mungkin. Hahahah.. Tapi lebih baik tiru mereka lah ya, daripada yang engga-engga. Aku “ketemu” Zacharias dan Lewis waktu lagi bergumul antara percaya Yesus atau ateis, dan Tuhan kirim mereka di waktu yang sangat tepat. I thank God for them.🙂

3 thoughts on “Terima Kasih, Penulis!

  1. haha untung aku baca blogmu, pas u ada nulis ini, pas banget aku lagi nyari bukunya Om Ravi tp lupa judulnya.. Eh ada di sini jawaban judulnya hoho…
    Terima Kasih, Penulis! *ditujukan u/ Glory Ekasari (:
    haha…

  2. Eh eh eke masih inget loh moment pertama kali yey baca Mere Christianity itu. Waktu itu yey ‘nyangkut’ di perpus kampus sepulang kuliah, terus besokannya yey cerita ke eke isi bukunya. Kalo ga salah bagian yang argumen Yesus itu antara Tuhan ato orang gila. Trus abis itu eke jadi ikutan baca n ikutan ngefans deh sama abang Lewis😀 *yeay*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s