Lihat Ke Depan

Waktu kecil aku termasuk anak yang bermasalah dalam keseimbangan. Bisa naik sepeda sih, tapi giliran sepatu roda, skateboard, papan titian, dll, susahnya minta ampun. Sering jatuh gara-gara ga seimbang. Mungkin refleks motoriknya kurang bagus ya?

Beberapa waktu lalu aku mulai nge-gym (cailah, ceritanya peduli kesehatan nih). Sebagai bagian dari biaya pendaftaran, aku dapet gratis sesi personal trainer 3x. Dalam salah satu sesinya, ada latihan yang butuh keseimbangan. Dan kembali, saya bermasalah waktu latihan itu. Tapi sang PT memberi masukan yang bagus: “Lihat ke depan, jangan lihat ke bawah!” Demikianlah saya menuruti masukannya, dan… sukses!

Sejak itu, aku jadi sadar bahwa kalau mau jaga keseimbangan, aku harus lihat ke depan, bukan ke bawah. Secara refleks, karena mau jaga keseimbangan, aku selalu lihat ke bawah, ke arah rintangan yang harus aku lewati. Dipikir-pikir aneh juga ya, mana ada orang main skateboard, misalnya, liatnya ke bawah, ke skateboardnya?? Ya jelas harus lihat ke depan, dan sama sekali ga memikirkan skateboard itu. Aku pernah baca quote yang menarik tentang sepeda; untuk tetap seimbang waktu naik sepeda, kita harus terus mengayuh maju dan melihat ke depan – bukannya ngeliatin sepedanya.

Dalam hidup sehari-hari, secara fisik, mungkin banyak orang lebih beruntung dari aku dalam hal keseimbangan tubuh. Tapi aku bersyukur karena kekuranganku dalam hal ini bikin aku belajar sesuatu yang penting: Ke arah mana aku melihat waktu aku menjalani hidup? Jangan-jangan aku ga seimbang dan jatuh lagi jatuh lagi karena aku melihat ke bawah, ke arah tantanganku, dan bukannya ke depan, ke arah tujuanku?

Penulis surat kepada jemaat Ibrani mengingatkan jemaat itu tentang sesuatu yang penting:

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Saksi apa? Apa yang dibicarakan? Ini adalah dua ayat pertama Ibrani 12, setelah dalam pasal sebelumnya penulis bicara panjang lebar tentang orang-orang yang menjadi pahlawan iman, bertahan dalam kesetiaan mereka kepada Allah, baik mereka yang menerima janji Allah pada masa hidup mereka maupun yang tidak menerimanya. Penulis berkata mereka adalah ‘saksi’, yang sekarang menyaksikan kita, para junior mereka, bertanding dalam pertandingan yang sama: pertandingan kehidupan. Dan tips apa yang diberikan oleh sang penulis? Perhatikan:

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus.

Seperti ceritaku di awal tulisan ini, kita akan kesulitan menjaga keseimbangan dan tetap maju bila perhatian kita terarah bukan pada tujuan, tapi pada kesulitan yang kita hadapi sekarang. Pelari yang berlomba tentu lelah, haus, kepanasan, dst; apa yang memotivasinya untuk terus berlari dan mengerahkan seluruh kemampuannya? Garis finish – tujuan akhirnya! Apa tujuan kita? Yesus! Yesus yang telah terlebih dahulu menjalani perlombaan yang sama, yang memimpin kita dalam iman kita, yang menguatkan kita dan pengharapan yang menguatkan kita.

Mungkin di antara pembaca ada yang ngos-ngosan menjalani hidup, atau kehabisan semangat, atau terlalu konsentrasi pada apa yang terjadi sekarang, masalah saat ini. Angkat wajah kita, pandang Yesus. Lihat ke depan. Dia sudah ada di garis finish, memegang mahkota yang akan diberikan bagi orang-orang yang setia dalam pertandingan kehidupan. Dan Dia memegang medali! Apa yang terukir di medali itu? Oh, kita bisa melihatnya dengan jelas:

Pahlawan Iman.

God bless you all.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s