Dimaafkan

Jadi, tadi pagi ada kejadian bodoh. Pelakunya? Tentu saja saya *ehem* dan beginilah kisahnya.

Aku bangun pagi jam 5 lewat dikit dan, layaknya orang baru bangun tidur, nyawanya belom “kekumpul” sepenuhnya, alias masih nge-hang. Dan ternyata di rumah mati lampu. Sekedar info, aku sekarang numpang di rumah tante (saya anak rantau yang mengadu nasip di Jakarta *tsah*), dan waktu aku keluar kamar, langsung ketemu tante yang lagi rempong sendiri mau nyalain genset. Begitu liat aku, dia langsung kasi kunci mobil dan suruh aku masukin jerigen ke bagasi mobil, karena dia mau beli bensin buat nyalain genset tadi.

Jadilah aku jalan *sambil ngantuk* ke mobil, dan buka kunci mobil pake remote. Jerigen aku ambil, dan aku buka pintu bagasi, terus berusaha rebahin jok belakang mobil biar jerigen muat dimasukin situ. Sambil ngurusin jok, aku denger tuh, mobilnya kekunci sendiri (padahal pintu belakang lagi dibuka dan mesinnya mati; aneh juga ya). Terus akhirnya jerigen masuk, dan aku tutup pintu.

Setelah itu aku baru sadar…

KUNCINYA KETINGGALAN DI DALAM MOBIL!!

Panik! Setres! Karena mobilnya mau dipake buat anter sepupu ke sekolah. Alamaakk.. Dengan wajah pucat aku menghadap tante dan mengakui kesalahan paling bodoh di millenium ini sambil tanya dengan muka memelas, apa tante punya kunci serep mobilnya. Kunci serepnya ternyata ada, tapi ga disimpen di rumah. Bahhh.. Makin streissen lah saya. Satpam kompleks coba bantu buka pintu mobil dengan alat seadanya (tapi bukan dibongkar ya), namun tidak berhasil, saudara-saudara. Aku cuma bisa duduk lesu, ga tau lagi harus gimana. Dan, tentu saja, takut dimarahin si tante.

Tapi waktu aku masuk ke rumah lagi, tante keluar dari kamar dan dia bilang dengan tenang, “Nanti pinjem mobilnya (ortu temen anaknya) buat anter ke sekolah. Agak siang baru ambil kunci serep mobil deh.” Aku minta maap sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya karena bikin repot orang pagi-pagi (mana mati lampu, aku uda takut banget si tante senewen sendiri), dan dia bilang, “Gapapa lah, kamu juga ga sengaja.”

Tau rasanya denger kalimat itu? LEGAAAAAAAAA…..

Pagi-pagi aku uda belajar satu hal penting: betapa indahnya pengampunan itu. Kita semua pasti pernah berbuat salah, dan kesadaran bahwa kita salah itu bikin kita takut. Tau rasanya waktu orang yang dirugikan karena kesalahan kita bilang, “Gapapa, aku maafin kamu”? Seperti ada beban beraaattt terangkat dari hati kita! Dimaafkan itu sungguh perasaan yang indah dan melegakan.

Teman-teman, aku ga mau sok ngajarin orang tentang bagaimana mengampuni. Aku tau bahwa waktu kita dibikin sebel, marah, sakit hati atau dirugikan abis-abisan sama orang lain, susah buat kita memaafkan. Aku cuma pengen bilang, sebagai orang yang hari ini menerima maaf itu, bahwa dimaafkan sungguh adalah sebuah pemberian yang ga bisa dibalas dengan apapun. Coba tempatkan diri kita di posisi orang yang hatinya berat karena rasa bersalah, dan hanya kita, orang yang telah dia rugikan, yang bisa membebaskan dia dari penjara rasa bersalah itu. Bayangkan betapa berterima kasihnya dia kalo kita bermurah hati memberikan maaf..

Omong-omong, akhirnya mobil sukses dibuka dengan kunci serep. Dan, tentu saja, aku ga akan pernah lagi tinggalin kunci di dalam mobil! Hahahah..

🙂 *gambar dari http://www.gettyimages.com

2 thoughts on “Dimaafkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s