Mulai Bekerja

Natal 2007.

Aku uda lupa sih sebenernya gimana suasananya. Tapi ada satu hal yang aku ingat: Natal tahun itu pertama kali aku belajar sebenernya Natal itu tentang apa. Itu jaman aku masih kuliah di UPH dan di dalam hatiku ada sebuah panggilan pelayanan buat tahun berikutnya. Aku ga bisa lupa waktu ibadah tutup tahun, ayat yang dibahas adalah kata-kata Maria:

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Waktu itu aku duduk di bangku jemaat, dengerin pendeta khotbah, dengan perasaan seperti – kata C.S. Lewis – flutter in the diaphragm. Hati rasanya ga karuan. Aku bahkan ga punya kata yang tepat buat mendeskripsikan apa yang aku rasakan waktu itu. Tapi hari itu suara Tuhan uda terlalu jelas, dan aku cuma bisa berdoa dalam hati, “Tuhan, kalo ini memang maunya Tuhan, aku ini hamba Tuhan, dan jadilah padaku menurut perkataan Tuhan.”

Bertahun-tahun-tahun-tahun lamanya aku merayakan Natal cuma sebagai peringatan. Okelah, ini perayaan ulang tahun Yesus. Ini waktunya kasih, damai sejahtera, sukacita, dan kawan-kawannya. Aku emang bukan orang yang heboh hadiah-hadiahan waktu Natalan, dan aku selalu inget bahwa ini perayaan buat Yesus, bukan Sinterklas atau yang lain. Tapi ya begitu aja – sampai di tahun 2007, an eventful year for me. Sepanjang tahun aku pelayanan di kampus, dan di akhir tahun, hatiku uda berubah terlalu banyak sehingga aku bahkan ga mikir untuk pensiun dari pelayanan. Tuhan uda membawa aku dalam perjalanan selama satu tahun lebih yang berakibat, kemanapun aku melihat, yang aku lihat adalah “..ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.”

Kalo flashback ke masa-masa itu, aku inget bahwa itulah Natal pertama dimana aku belajar buat apa sesungguhnya Yesus datang ke dunia. Seperti kalimatNya sendiri pada murid-muridNya:

“..Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Ketika kita menyebut “Yesus” kita bukan mikir tentang palungan – yang terbayang dalam pikiran kita adalah salib. Bukan kelahiranNya, tapi kematianNya. Bukan kesuksesanNya, tapi pelayananNya. Menjelang penyalibanNya, Yesus menegaskan pada murid-muridNya setelah Ia membasuh kaki mereka masing-masing:

“Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

Dia datang untuk melayani, bukan dilayani. Dan Dia memanggil kita, hamba-hambaNya, untuk melakukan hal yang sama. Dia datang untuk mengasihi, Dia datang untuk memberi, Dia datang untuk berkorban – dan Dia memanggil kita untuk melakukan hal yang sama.

Aku ada di sini buat apa? Kalau kata Yesus, seperti tujuanNya ada di dunia: buat melayani.

Aku punya gambaran ini tentang pelayanan. Seolah-olah Tuhan Yesus adalah dokter yang lagi merawat pasien-pasien yang kritis. Dengan cekatan Dia bekerja, sementara aku liatin para pasien itu dengan miris dan hati yang penuh belas kasihan. Di tengah-tengah pekerjaanNya, Yesus menoleh dan liatin aku, lalu tanya, “Lihat pasien-pasien di sekeliling kamu. Mo ikut kerja ga?”

Dengan takut-takut aku balas pandanganNya, dan pelan-pelan mengangguk. Dia masih liatin aku.

“Ya sini. Ayo kerja.”

Aku melihat para pasien, sadar bahwa aku ga punya kemampuan buat membantu mereka, tapi tau bahwa Yesus sudah lebih dulu terjun ke lapangan dan akan membimbing aku selama bekerja – aku tarik nafas panjang, dan aku ambil peralatan dan mulai bekerja.

Selamat Natal dan selamat melayani!🙂

Gambar dari Getty Images

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s