Belajar Membaca Alkitab (1)

“Belajar membaca?? Saya bisa membaca kok!”

Wah, sabar. Maksudnya bukan sekedar bisa nyepel “ini ibu Budi” gitu ya.. Lebih dari sekedar melafalkan huruf-huruf, membaca yang aku maksud adalah memperoleh informasi dari apa yang kita baca dalam Alkitab. Dan lebih dari sekedar memperoleh informasi, mendapat pencerahan. Lebih dari sekedar mendapat pencerahan, mengalami perubahan dan mampu melakukan Firman Tuhan. Tapi dua tahap terakhir adalah pekerjaan Roh Kudus, jadi kita akan bahas itu nanti. Kita bahas yang pertama dulu yuk!

Aku belajar membaca Alkitab dengan Alkitabnya mama. Alkitab itu bukan Alkitab bagus. Di bagian depannya ada stiker Snoopy warna oranye yang ada tulisan ayatnya (lupa apa bunyi ayatnya); bagian surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru halamannya copot-copot dan pinggirnya agak sobek saking seringnya dibaca; dan di mana-mana di seluruh Alkitab itu, ayat-ayatnya di-highlight, digarisbawahi, ditulisi di tepi kolom, dan seterusnya. Aku suka baca-baca Alkitab itu karena aku mau tahu apa maksud ayat-ayat yang aku baca, dan biasanya catatan mama dalam Alkitab itu cukup membantu.

Dari pengalaman itu, aku jadi punya prinsip bahwa Alkitab boleh dan harus ditulisi. Jadi aku bingung waktu teman-temanku bilang bahwa Alkitab itu “buku suci” yang ga boleh diapa-apain, apalagi ditulisi. Iya, Alkitab itu ditulis atas inspirasi dari Roh Kudus. Iya, Alkitab memberi kita pengenalan akan Tuhan. Tapi Alkitab itu buku – dan Alkitabku itu bukuku; dan gimana aku belajar kalo ga boleh nulis-nulis di bukuku sendiri? Terbukti teman-teman yang ga berani nulisin Alkitabnya ternyata ga pernah baca juga tuh si Alkitab, dan alhasil mereka ga tau apa isinya. Wahh..

Nah, sekarang, jujur aja, seumur-umur aku bergaul sama Alkitab, aku ketemu lebih banyak orang yang ga ngerti isi buku ini ketimbang yang ngerti. Kenapa ga ngerti? Yang pertama tentu paradigmanya: mereka uda keburu menganggap Alkitab susah dipahami; sebagian karena bahasanya. Yang kedua, paradigma yang salah itu bikin mereka malas belajar.

Kenyataannya, teman-teman, semakin banyak catatan yang kita buat, ayat yang kita tandai, tulisan-tulisan tanggal yang jadi pengingat, dan sebagainya dalam Alkitab kita, semakin kita mengerti apa isinya! Itu artinya kita bukan sekedar baca, tapi mempelajari Alkitab. Pembaca, mulailah tulis dan corat-coret di Alkitab (ya tapi jangan gambar muka kamu di sana ya); buat catatan, tulis apapun yang penting di sana.

Kapan-kapan kita akan membicarakan seni mempelajari Alkitab. Alkitab bukan buku yang jatuh mak breg dari langit; buku ini merupakan buku yang teruji secara historis. Sekarang, mari kita lihat apa aja yang bisa ditulis di Alkitab, dan gimana kira-kira corat-coret Alkitab dengan baik.

TANDA

  1. Garisbawahi/highlight/warnai ayat yang penting,jadi setiap kali kamu buka bagian itu, kamu ingat lagi apa yang kamu pelajari dulu. Bukan berarti ayat yang tidak ditandai tidak penting, ya! Ini berguna buat pengingat, terutama ayat-ayat yang kamu hafalkan.
    garis/highlight

     

  2. Buat simbol.Kalau kamu jago gambar atau kamu bisa mengingat lebih baik kalau ada simbol-simbol visual, jangan ragu buat bikin gambar kecil di dekat ayat yang kamu tandai. Aku juga begitu.
    Gambar telinga karena ayatnya ngomong tentang mendengar (Amsal)

     

TULISAN

  1. Poin.Kalau kamu baca tulisan eksposisi (misalnya surat-surat dalam Perjanjian Baru), ada poin-poin yang dibuat oleh penulisnya. Beberapa penulis, misalnya Paulus, poinnya tajam dan jelas. Tulislah poin-poin itu di pinggir halaman.
    Tulis poin-poin yang saling berhubungan/berurutan

     

  2. Pelajaran pribadi. Aku sering ketemu ayat yang ngomong secara pribadi ke aku. Bisa juga perikop/pasal, dan aku membiasakan diri tulis apa yang aku pelajari di situ. Sewaktu-waktu, kalo aku lihat lagi, aku ingat lagi apa yang dulu aku pelajari.
    Pelajaran apa yg kamu dapat dr ayat itu?

     

  3. Kejadian penting.Misal, waktu orang tua sakit, kamu baca Alkitab dan berdoa, dan ada ayat khusus yang menguatkan/menegur kamu. Tulis tanggalnya, tulis kejadian apa. Aku sering melakukan ini dan hasilnya mengesankan: setiap kali aku lihat lagi, aku dikuatkan lagi.
    Aku tandai ayat yang aku dapet waktu lagi kuatir tentang dana retret tahun 2007

     

  4. Pertanyaan. Ya! Ga selalu ngerti kan, waktu baca Alkitab? Tulis pertanyaanmu. Nanti waktu kamu dapat jawabannya, tulis juga jawabnnya di bawah pertanyaan itu. Aku menulis banyak pertanyaan dan selaludapat jawaban!🙂
    Pertanyaan bisa tentang tokoh, tempat, waktu, kejadian, makna kata/ayat, dan sebagainya

     

  5. Keterangan.Misal waktu kamu denger kotbah di gereja, atau waktu kamu baca buku referensi, kamu mendapat informasi penting tentang bacaan di Alkitab. Tulis, biar ga lupa, dan biar bisa dipelajari lagi nantinya.
    Contoh keterangan: Pergamus, nama kota itu sekarang adalah "Bergama"

     

  6. Ayat paralel atau terjemahan lain.Kita bersyukur bahwa dalam Alkitab bahasa Indonesia ada ayat-ayat referensi (lihat bagian bawah setiap halaman Alkitab kamu, ada ayat kecil-kecil. Itu ayat-ayat referensi). Nah kalau kamu ingat ayat lain yang berhubungan dengan bacaan yang kamu pelajari, tulislah. Begitu juga kalau ada ayat yang sama dalam bahasa Inggris, yang bisa bantu kamu lebih mengerti artinya. Tulis, tulis, tulis.
    2 Tim 1:7, ayat yang sama dalam bahasa Inggris

     

  7. Aku suka menandai kitab Mazmur. Pasal yang digubah jadi lagu rohani, aku lingkari. Dan aku sering tulis kata-kata lagunya di sebelah pasal itu. Menurutku, itu romantis.😉
    Mazmur 56, salah satu Mazmur yang digubah jadi lagu

     

Begitulah, teman-teman! Ayo lah, baca Alkitab jangan begitu-begitu aja. Alkitabmu adalah bukumu, dan usahain biar kamu dapet sebanyaaaaak mungkin pengenalan akan Tuhan dari situ. Tuhan senang lho, waktu kamu mempelajari firmanNya. Kapan-kapan kita belajar tips yang lain lagi.🙂

NB: Kalau ada yang punya tips lain atau mo tanya-tanya, silakan komen yah!

2 thoughts on “Belajar Membaca Alkitab (1)

  1. Ci glo, very useful. Tp intinya harus nuliss yaaa (¬_ ¬!!)♒
    Tp aku senang tips nya datang di saat yang tepat dan semua jurusnya ci glo udah praktek sendiri. Jd lebih berkhasiat deh.🙂

  2. Whoa.. selama ini aku baca alkitab cuma dikasih tanggal dan digaris bawahi warna warni doang.. gak tau ada teknik yang seru kayak gini, cocok buat anak2 Visual!😀 Thankyouu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s