Doa Yang Sederhana: Murid-Murid Yesus

“Tuhan, ajarlah kami berdoa.”

Suatu ketika, aku diingatkan tentang permintaan yang sederhana ini. “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Waktu aku memikirkan doa itu, aku langsung terharu. Aku bener-bener merasa inilah doaku: bahwa aku perlu diajar untuk berdoa. Secara teknis, aku tau bagaimana harus berdoa. Dari kecil aku dibiasakan berdoa dan aku bisa merangkai kata-kata sendiri untuk berdoa. Tapi dorongan untuk berdoa, keinginan untuk berbicara kepada dan mendengarkan Tuhan, aku ga punya.

Apa yang disampaikan Yesus dalam Lukas 11 sangat membesarkan hati. Dia bilang bahwa Tuhan mendengarkan kita dan senang memberikan yang baik bagi kita. Dia mendorong aku untuk berdoa. Dia bilang, “Bapamu yang di sorga.. akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.” Kenyataannya, Tuhan senang bila kita berdoa seperti para murid. Tuhan senang ketika kita minta kepadaNya: “Tuhan, bawalah aku dekat kepadaMu.”

Paulus menulis tentang Roh Kudus yang memampukan kita berdoa (Roma 8). Aku bersyukur untuk Roh Kudus. Semakin dalam pengenalanku akan Tuhan, aku semakin sadar bahwa sebenarnya aku ga bisa melakukan apa-apa dari diriku sendiri – termasuk berdoa. Maksudnya, aku memang tahu kata-katanya, tapi aku tidak mampu berdoa. Aku inget pernah ada yang bilang bahwa saat aku berdoa, Allah mendengarkan doaku, Yesus berdoa syafaat buat aku, dan Roh Kudus berdoa di dalam aku. Sungguh, bisa berdoa adalah sebuah anugerah ilahi.

Tuhan, ajarlah aku berdoa.

(English article)

gambar dari http://www.gettyimages.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s