Amsal: Hati (Minggu Kedua)

Ini adalah bagian kedua dari empat seri pembicaraan kita tentang kitab Amsal yang bakal selesai dibahas dalam DJ selama satu bulan.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan.
(Amsal 4:23)

Kita sering banget denger istilah “hati”. Mulai dari “senang hati”, “sakit hati”, “patah hati”, “hati-hati”, “makan hati”, “keras hati” dan sebagainya – kata “hati” sangat umum dalam setiap bahasa. Namun bila kita coba menunjukkan lokasi si hati itu, kita tidak tahu dia sebenernya ada di mana! Amsal menyebut kata ini lebih dari seratus kali dan memberikan banyak prinsip yang penting mengenai hati. Pertama-tama kita perlu tau dulu apa sih, yang dimaksud dengan hati.

Definisi

Yang dimaksud dengan “hati” dalam Alkitab adalah pusat diri manusia. Secara biologis, bagian yang kita bicarakan itu adalah otak; namun hati mencakup pengertian yang lebih luas dan memiliki nilai supernatural juga. Banyak hal yang tidak bisa dijelaskan secara biologis tentang bagaimana hati ini bekerja, karena manusia memang bukan hanya mahkluk jasmani, tapi juga mahkluk rohani. Sumber dari segala pikiran, perasaan, kehendak, rencana dan lain-lain adalah hati. Karena itu topik ini sangat penting dan dibicarakan berulang-ulang dalam Amsal.

Berbagai Mitos Tentang Hati

Mitos #1: Hati kita bersih dan dapat menunjukkan jalan yang terbaik bagi kita

Berbeda dengan keyakinan orang bahwa hati manusia tulus, suci dan baik, Alkitab menyatakan bahwa hati kita berdosa. Tuhan memberitahu kita bahwa hati kita tidak bisa dipercaya.

Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. (28:26)

Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. (Matius 15:18-19)

Apapun yang menjadi masalah dalam hidup kita sebenarnya merupakan masalah hati. Apakah kamu kecanduan pornografi? Hati kamu menyembah berhala selain Tuhan, yaitu seks. Apakah kamu kesulitan bergaul dengan orang? Hati kamu bermasalah dengan egoisme yang berlebihan. Apakah kamu selalu berusaha menyenangkan orang? Di dalam hati, kamu selalu merasa butuh penerimaan dari orang lain. Apakah kamu tidak berani berkonfrontasi untuk membela kebenaran? Mungkin kebutuhan utama yang selalu dikejar hati kamu adalah rasa aman. Apakah kamu selalu curiga pada orang? Biasanya sakit hati yang melatarbelakangi ketidakpercayaan itu. Dan sejujurnya, dalam bidang yang berbeda-beda, kita semua memiliki hati yang bermasalah.

Jadi kalo kamu denger lagu yang bilang, “Trust your heart,” “Follow your heart,” “Do what your heart says,” atau apapun yang semacam itu, ketahuilah bahwa Alkitab bilang sebaliknya. Hatimu adalah hati yang berdosa, yang ga bisa dipercaya. What is written stays written: “Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal.”

Mitos #2: Kalau perbuatan sudah berubah, berarti sudah beres

Bagaimana dunia mengatasi masalah hati tersebut? Bagi sex-addict ada rehabilitasi, bagi pecandu narkoba juga ada rehabilitasi, bagi orang yang cepat marah ada seminar anger management, bagi orang yang keuangannya kacau balau ada seminar financial planning, bagi anak sekolah yang nakal, ada hukuman. Demikianlah cara dunia “memperbaiki” kita: behavioral change (perubahan tingkah laku).

Tapi kita semua tau bagaimana rasanya berbuat baik, sedangkan hati kita muak dengan tindakan itu. Ada hal yang aneh di sini: seseorang bisa saja berbuat sangat baik, tapi hatinya tetap berantakan. Lihat saja orang Farisi: 100% taat pada hukum, namun Paulus, salah satu dari mereka, berseru bahwa dia adalah manusia celaka yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

Yang Tuhan lakukan bukan behavioral change atau perubahan dari luar yang dipaksakan masuk. Yang Tuhan lakukan adalah perubahan dari dalam – yang disebut regeneration (pembaharuan). Tuhan mengubah hati seseorang sehingga orang itu menjadi ingin melakukan kehendakNya, menjadi ingin menaati perintahNya, menjadi ingin menyenangkan Dia. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus yang kita alami waktu kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan.

Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat. (Yehezkiel 11:9)

Kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri adalah mitos. Perubahan yang sejati hanya datang dari Tuhan.

Mitos #3: Pemberesan hati cukup sekali saja dan dampaknya permanen

Perhatikanlah apa yang ditulis Salomo:

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (4:23)

Bila memang hati kita tidak perlu diapa-apakan lagi, bila kita cukup mengalami pemberesan sekali saja, mengapa ada perintah seperti itu? Ingatlah bahwa Salomo, penulis kitab Amsal ini, pada hari tuanya meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Bagaimana mungkin orang yang begitu berhikmat berbuat seperti itu?? Ia telah melanggar prinsip yang ditulisnya sendiri: ia tidak menjaga hatinya; ia terlalu percaya pada hatinya.

Hati kita harus senantiasa diperhatikan. Perhatikan baik-baik apa yang masuk ke dalamnya dan keluar dari dalamnya. Apa yang kamu dengar? Apa yang kamu baca? Apa yang kamu tonton? Dengan siapa kamu bergaul? Dan, sebagai indikator baik tidaknya masukan untuk dirimu: Apa yang kamu katakan dan lakukan? Bila yang keluar dari hati kita adalah hal yang buruk, kita telah salah “memberi makan” hati kita dan kita harus buru-buru memperbaiki kesalahan tersebut.

Kita juga perlu berdoa dan minta Tuhan menolong kita dalam hal ini. Benar bahwa kita bertanggung jawab atas hati kita sendiri dan harus memperhatikan baik-baik apa yang masuk ke dalamnya. Namun seringkali kita bahkan tidak mengerti apa yang terjadi dalam hati kita, dan kita butuh pertolongan Tuhan untuk menunjukkan di mana letak kesalahannya.

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri,  tetapi Tuhanlah yang menguji hati. (16:2)

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak. Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan. (3:7)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s