Kesesatan

Paul Arden nulis sebuah buku berjudul God Explained In A Taxi Ride. Lewat buku itu dia mau menjelaskan serba-serbi tentang Tuhan dan agama secara singkat. Bukunya cukup menarik (secaraaa, Mr. Arden itu orang industri kreatif, tentunya desain buku penting buat dia). Kalimat-kalimatnya sederhana, provokatif dan setiap pokok pikiran disusun dengan singkat dan jelas.

Permasalahannya? Persis seperti yang aku bilang: Arden adalah orang industri kreatif. Begitu dia menginjakkan kaki di lahan lain seperti teologi, arkeologi, kritik teks, sastra, filosofi atau metafisika (hal-hal yang secara ga sadar sudah dia singgung dalam tulisannya), tulisannya 100% opini pribadi dan ga mengandung data yang akurat. Ga mengherankan, mengingat dia tentu ga menguasai bidang-bidang itu (dan siapa sih, orang yang menguasai sebegitu banyak bidang?).

Ga jadi masalah. Buktinya dia tetep nulis buku dan bukunya dijual di mana-mana. Inilah zaman di mana semua orang boleh ngomong, semua boleh nulis buku, semua boleh berpendapat. Orang-orang ateis bilang, “Para ahli membuktikan bahwa tidak ada Tuhan yang menciptakan alam semesta,” tanpa perlu membuktikan siapa ahli yang ngomong, apa teorinya dia, gimana penjelasan ilmiahnya, dan seterusnya. Paul Arden boleh aja ngomong bahwa Alkitab yang sekarang dimiliki orang Kristen sudah ga valid karena uda diterjemahkan sana-sini, direvisi terjemahannya, dan seterusnya – tanpa punya data dari para ahli kritik teks, linguistik, sejarah, arkeologi dan sebagainya. Ga masalah. Dia mau ngomong, ya dia ngomong. Mau bener ato salah, itu urusan belakangan – yang penting ngomong dulu.

Ujung-ujungnya, tergantung pembacanya deh. Pembaca yang naif, yang gampang percaya, akan telen aja omongan Arden (dan orang-orang semacam dia). Jangan salah mengerti, bukan berarti kita bisa begitu logisnya sampe kebal terhadap semua pengaruh bacaan; tapi wajib hukumnya buat kita untuk menyeleksi informasi yang kita simpen dalam otak kita. Kalo ga begitu, kita akan bingung terus, karena semua orang ngomong apa yang jadi pendapat mereka – dan itu semua beda-beda.

Inti dari yang aku tulis ini adalah: kalo sampe terjadi penyesatan, itu sebenernya kesalahan dua belah pihak: pihak pertama karena menyesatkan, dan pihak kedua karena mau aja disesatkan. Eits, jangan langsung percaya apa yang aku bilang. Monggo ditelaah masing-masing, biar ga tersesat. Ciao.

Ini dia bukunya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s