Hasil Baca-Baca Notes Facebook 1

Jadi, sementara aku cari sebuah note yang pernah aku tulis di Facebook, aku “ga sengaja” menemukan notes ini. Waktu aku baca lagi, seru juga.. Hahahaha. Moga pembaca menikmati cerita ini – dan yang lebih penting, mendapatkan intinya.🙂

What Belongs To Him

I really love this story.

Yesus lagi di puncak ketenarannya! Dia sekarang terkenal di Israel sebagai nabi dan guru yang spektakuler; istilahnya “from zero to hero” – dari anak tukang kayu jadi selebritis. Semua orang ngikutin dia, mau deket dia, pengen kecipratan kesembuhan atau berkat dari dia. Hal ini tentu bikin orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sirik berat. Harusnya mereka yang dicari dan dihormati orang, bukan si pemberontak yg menganggap rendah hukum Taurat ini! Sekarang posisi politik Yesus juga sudah sangat kuat: dia bisa aja sewaktu-waktu menggerakkan rakyat untuk berontak terhadap pemerintah Roma. Karena itu mereka harus menyusun rencana brilian untuk menjatuhkan Yesus. Satu-satunya cara adalah… dengan menyudutkan Yesus dgn pertanyaan yg sulit. Karena itu, waktu salah satu orang Farisi menemukan ide brilian, langsung geng Farisi rame-rame mendukung dia!

Yesus lagi makan siang di sebuah rumah bareng murid-muridnya waktu orang-orang itu datang. Mereka pake jubah yg indah; sama sekali ga sebanding sm Yesus dkk yg kotor dan bau (maklum, Timur Tengah kan panassss). Murid-murid Yesus, para pelayan, pemilik rumah, dan tetangga-tetangga yg kepo (ngumpul di depan pintu) bingung wkt liat ada bapak-bapak ganteng klimis dateng di siang bolong. Ada apa gerangan? Tamu-tamuitu, walaupun awalnya kliatan terganggu dgn bau badan Yesus dkk yg “sedap”, memaksakan diri tersenyum manis di depan Yesus; seperti mo ngerayu aja.

“Guru,” kata salah satu frontman geng itu dengan suara lantang nan merdu, “kami tau bahwa anda orang yang jujur, mengajarkan dengan jujur segala jalan Tuhan dengan penuh kejujuran.

Yesus diem aja sambil ngliatin orang itu. Dia ambil botol minum dari tangan Tomas dan minum dengan nikmat. Glek.. glek..

Si Farisi yang ngrasa dikacangin buru-buru masuk ke topik utama. “Guru,” katanya, “Apa boleh kami membayar pajak pada Kaisar?”

Seisi rumah tercekam – bukan cuma krn orang itu ngomong dgn suara super kenceng, tapi jg krn pertanyaannya. Semua org Israel pengen tau, sebenernya boleh gak sih, bayar pajak ke Kaisar. Bertahun-tahun org Israel bergumul dgn hal itu. Mereka itu punya kebanggaan sebagai umat pilihan Tuhan! Mereka bukan budak siapapun, termasuk Kaisar! Tapi Kaisar memaksa mereka bayar pajak – kadang dgn cara yg keterlaluan. Sekarang apa yg akan dikatakan nabi muda ini? Kalo Yesus jawab, “Boleh,” dia bisa dilempari batu sm rakyat. Tapi kalo Yesus jawab, “Tidak,” uda ada orang-orang pemerintah yg menunggu buat menangkap dia. Posisi Yesus serba salah dan bahkan terdesak. Murid-murid Yesus menelan ludah dengan jantung berdegup kencang, nunggu jawaban yg akan diberikan oleh Yesus.

Yesus mengembalikan botol minum ke tangan Tomas. “Kenapa sih, harus bermanis-manis segala kalo niatnya mo ngetes?” tanya Yesus dengan wajah serius. “Sini, aku minta uang satu dinar!”

Yudas Iskariot mengambil uang dari kantongnya (dia bendaharanya geng Yesus). Yesus liat uang itu, lalu mengangkatnya di depan muka orang-orang Farisi.

“Ini gambar dan tulisannya siapa?” tanyanya lantang.

Sekarang gantian orang-orang Farisi deg-degan. “Kaisar,” jawab mereka.

“Kalo gitu berikan pada Kaisar apa yg wajib kamu beri pada Kaisar, dan berikan pada Tuhan apa yg wajib kamu berikan pada Tuhan!”

Seisi kampung melongo. Ga ada yang menyangka Yesus akan menjawab seperti itu! Harusnya nabi anak tukang kayu ini jadi desainer aja, karena He thinks out of the box (motto anak2 DKV)! Orang2 Farisi, dengan muka merah 10% karena udara pengap di dalam rumah itu dan 90% krn malu, mundur dari tempat itu, meninggalkan Yesus, who’s now stronger than before!

Itu terjadi hampir 2000 tahun yg lalu, tp sampai sekarang aku masih mikir setiap inget jawaban Yesus. Di koin 1 dinar itu ada gambar dan tulisan Kaisar, dan itu jadi hak Kaisar. Tapi kalimat Yesus ga berhenti sampai di situ. Di mana letaknya gambar dan tulisan Tuhan?

Aku rasa rata-rata pembaca tau… Waktu awal penciptaan, Tuhan bilang bahwa Dia akan menciptakan manusia, sesuai gambarNya. We are the image of God. Di dlm hati kita ada hukum-hukum Tuhan, sifat-sifat Tuhan, yg ditulis dgn tanganNya sendiri. Dari mana kita tau kebaikan, kejujuran, kesetiaan, kasih, keteladanan, kalo bukan dari Dia, yg mengukir itu dalam hati kita? Makin ngaca ke diri sendiri, makin luar biasalah Tuhan kita. Pepatah bilang, “Dalam lautan dapat diukur; dalamnya hati, siapa tau”; demikian pula ga ada pribadi lain yang mengenal hati Tuhan selain Dia sendiri. Kita persis seperti Dia, karena kita diciptakan sesuai gambarNya!

Seperti koin yang menjadi bernilai karena ada gambar dan tulisan Kaisar di atasnya, kita pun jadi berarti karena kita bisa mikir, merasa, mempertimbangkan, berbelaskasihan, dll, yang adalah gambaran Tuhan dalam diri kita. Dan Yesus ngomong sesuatu yg penting: “Berikanlah.. kepada Tuhan apa yg mjd milik Tuhan.” Cuma satu yang kita punya, dan itu adalah milik Tuhan: hidup kita.

Orang yang ga mau bayar pajak adalah mereka yang mau fasilitasnya, tapi ga mau kontribusi dalam pembangunan fasilitas itu. Mau menikmati, ga mau bayar biayanya. Ini orang-orang yang egois, yang cuma mau menerima tanpa mau memberi. Tapi sering hidup kita jg begitu. Kita ngrasa bisa makan-minum-tidur-bohong-facebookan mulu (ups!)-marah-ngerokok-have sex-dll semau kita karena ini badan kita – tapi sebener-benernya, gambar dan tulisan siapa yang ada di hidup kita? Dan kalo hidup kita membawa namaNya, bukankah mestinya kita hidup untuk Dia, bukan untuk diri sendiri?

Satu dinar di tangan seseorang cuma bisa membawa sedikit makanan buat dia sendiri (1 dinar adalah upah pekerja di Israel selama sehari pada zaman itu); tapi begitu itu diserahkan ke tangan pemerintah di bawah otoritas Kaisar, uang yg sedikit itu bisa jadi berarti buat seluruh masyarakat. Hidup kita, yang cuma sekali, yang kita nikmati sendiri, ga akan berguna buat siapapun; tapi begitu itu diserahkan ke tangan Tuhan yang berkuasa atas segala-galanya, it will mean something to everyone. Paulus bilang, persembahan hidup kita adalah ibadah yang sejati – jauh lebih tinggi nilainya daripada sekedar 2 jam di gereja tiap hari Minggu.

Sekali lagi suara Yesus yang menggema dan membungkam para musuhnya terdengar di telingaku – dan moga-moga di telingamu juga:

“Berikanlah kepada Tuhan apa yg menjadi milik Tuhan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s