Petrus Yang Disebut “Iblis”!

Suatu kali, Yesus lagi ngomong bahwa Dia harus menderita dan disalibkan di Yerusalem nanti. Menanggapi omonganNya yang “mellow” dan aneh itu, Petrus ketakutan, lalu menarik tangan Yesus dan berkata, “Guru, ngomong apa sih! Yang begituan ga bakal terjadi atas Kamu!”

Yesus menepis tangan Petrus dan mengucapkan sebuah kalimat yang mengejutkan, “Enyahlah Iblis!”

MuridNya sendiri disebut Iblis?? Sebenarnya apa salahnya Petrus dan kenapa dia diberi “gelar” seperti itu oleh Gurunya? Kan wajar Petrus ga mau hal buruk terjadi atas Yesus. Dan bukankah kita juga sering begitu: mengharapkan supaya hal buruk tidak terjadi pada orang lain?

Masalahnya adalah seperti ini: Petrus belum juga mengenal Gurunya dengan baik. Dia belum juga ngerti bahwa Yesus bukan orang sembarangan yang asal ngomong aja tentang masa depan. Yesus uda berkali-kali bicara tentang bagaimana penebusan dijalankan, dan secara implisit Dia berkali-kali menyatakan bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan – dan rata-rata orang Israel tau kitab Yesaya, di mana yang namanya Mesias ditentukan untuk menderita. Jadi harusnya Petrus ngerti apa yang Yesus bicarakan! Tapi dia belum cukup kenal Yesus buat bisa memahami apa yang Yesus katakan.

Lalu Yesus menjelaskan mengapa Dia keki sama Petrus. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia memang harus menderita – itulah jalannya. Bukan berarti kita harus menyiksa diri atau bersusah-susah melulu, tapi kita akan mengalami tekanan dari pihak luar. Paradoks yang ada dalam kepengikutan kita terhadap Yesus adalah semakin kita tidak memikirkan diri kita sendiri dan fokus kepada Dia, semakin kita menemukan siapa Dia sebenarnya dan siapa kita sebenarnya! Yesus tanya, “Apa gunanya kamu mendapatkan seluruh dunia tapi kehilangan nyawamu?” dan dalam kalimat inilah teguran yang keras dialamatkan bukan hanya kepada Petrus, tetapi pada kita semua.

Namanya manusia, biasanya (wajarnya) pengen hidupnya senang. Bener apa bener?? Kita ga mau susah; kalo bisa, yang namanya “kesulitan” dijauhkan lah, dari kita. Bahkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi, segera tolak dalam nama Yesus! Aku bukan bilang bahwa adalah salah minta sama Tuhan untuk menjauhkan kita dari hal yang ga enak. Yang jadi masalah di sini adalah pola pikir kita. Ada sebuah ayat yang cukup menarik yang ditulis oleh rasul Paulus:

“Mengucap syukurlah dalam segalah hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah, dalam kristus Yesus, bagi kita.”

Ayat itu ditujukan bagi orang-orang Kristen di Tesalonika. Tebak apa yang mereka alami waktu itu? (Entah bener apa engga jawaban pembaca :p) Mereka lagi menghadapi penganiayaan. Di mana-mana orang Kristen dianiaya walopun ga salah – itu seperti uda kodratnya; dan demikian pula yang dialami jemaat Tesalonika. Dalam keadaan seperti itu, Paulus menulis dua surat untuk menghibur mereka. Dan dalam suratnya yang pertama, tepatnya dalam I Tesalonika 5:18, dia mendorong orang-orang yang sedang menderita ini untuk mengucap syukur.

Mengapa mengucap syukur? Sebab itulah yang dikehendaki Allah, bagi orang-orang yang telah menyerahkan hidup mereka pada Yesus Kristus. Dalam tangan Tuhan, hidup dan masa depan kita terjamin. Terjamin bukan berarti ga akan mengalami kesulitan, atau seneng terus, atau ga ada tantangan. Terjamin berarti langkah kita telah ditentukan dan semua yang terjadi adalah seizin Tuhan. Ga ada alasan untuk ga mengucap syukur bila kita tau bahwa Tuhan merencanakan hal yang baik bagi kita; bahkan Dia memakai peristiwa yang ga enak untuk menggenapi rencanaNya itu.

Lalu ada orang-orang yang bilang, “Buat apa dong, ikut Tuhan, kalo kita bakal susah? Yesus suruh kita menyangkal diri, memikul salib, ikutin Dia – berarti kan bakal susah. Ngapain?? Mendingan saya senang-senang di dunia!”

Kepada orang-orang yang beranggapan begitu, Yesus bertanya, “Buat apa seseorang memiliki seluruh dunia, tapi kehilangan hidupnya? Mau kasi apa dia sebagai tebusan untuk mendapatkan hidupnya?” Kita harus camkan baik-baik dalam pikiran kita bahwa kita ini ga punya apa-apa yang bisa dipakai untuk membayar harga sebuah kehidupan. Hanya Tuhan yang sanggup kasi itu semua. Barang mahal, alkohol, rokok, makanan enak, semua yang kliatannya wah itu, ga bisa kasi kesenangan yang nilainya kekal. Yesus bilang, bodoh sekali kalo kita tuker apa yang sementara dengan apa yang kekal. Bodoh sekali kalo demi kesenangan yang sebentar, kita merelakan diri kita binasa dalam kekekalan.

Yang menakjubkan, Petrus, yang sempat dikatain “Iblis” oleh Yesus, di kemudian hari berubah menjadi salah satu orang paling berani yang (menurut tradisi) akhirnya memberikan nyawanya demi Tuhan yang dia sembah. Petrus belajar ngerti bahwa di balik penderitaan fisik yang harus dia alami karena dia jadi pengikut Yesus, ada kemuliaan kekal yang Tuhan sediakan. Ada hidup yang bener-bener hidup. Ada hidup yang sejati di dalam Yesus. Petrus tau itu, dan dia ga mau lepaskan itu, sekalipun itu berarti dia harus menderita dan mati.

Jadi, lain kali kalo kita lagi mengeluh sama Tuhan karena sesuatu yang ga enak, inget kata-kata Yesus: ga berguna banget kalo kita bisa menikmati seluruh kesenangan dunia tapi kemudian kita binasa. Dan inget bahwa orang yang ikut Yesus ga berada di jalur yang salah. Inget buat mengucap syukur, karena Tuhan tau kok, apa yang Dia lakukan. Jangan mengeluh dan mau enaknya aja; salah-salah kita bisa mengorbankan hal yang nilainya kekal demi hal yang ga berarti. Yuk, sama-sama belajar.

One thought on “Petrus Yang Disebut “Iblis”!

  1. setuju glor, jadi inget kata2 ayub waktu disuruh istrinya mengutuki Allah,

    ”Engkau berbicara seperti salah seorang dari antara wanita-wanita yang tidak berakal. Apakah kita hanya akan menerima apa yang baik dari Allah yang benar dan tidak menerima juga apa yang buruk?”

    Jadi org kristen bukan siap untuk hidup senang, tp siap untuk dianiaya, kaek Yesus kita harus memikul tiang siksaan n menyangkal diri. Seperti kata 1 korintus 6:19-20, kita sudah bukan milik diri kita sendiri, krn kita sudah dibeli dgn harga tertentu.
    renungan yg bagus🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s