Kisah si DJ

Berawal dari ngobrol-ngobrolnya aku dengan seorang sahabat. Kami ngobrol tentang komunitas, dan bagaimana kami kesulitan menemukan komsel yang oke setelah lulus kuliah. Waktu itu, aku masih tinggal di Karawaci, dan temenku ini ga ada komsel di gerejanya. Dari hasil ngobrol itu, tercetuslah ide bahwa kalo kita ga bisa menemukan komunitas yang baik maka kita harus memulai komunitas tersebut. Alhasil kami berencana bikin komsel sendiri, dengan cita-cita mempengaruhi orang-orang yang ikut komsel itu buat mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh. Waktu itu kami pilih nama DJ buat komsel ini, yang adalah singkatan dari Dating with Jesus. (Bolelah gaya dikiiiit :p)

Lalu dimulailah si DJ. Aku sendiri uda ga inget gimana awalnya dulu itu, yang jelas kami pelan-pelan menemukan bentuk yang pas buat komsel ini. Orang-orangnya nambah, dan mulailah “gelar-gelar aneh” bermunculan (bu gembala, bu nabi, dan seterusnya nama pemberian orang-orang labil :p). Makin lama komsel ini makin menyenangkan! Jadi “ritual” kami adalah: ngobrol ngalor-ngidul, nyanyi sama-sama, belajar firman dan ada yang kasi konklusi, terakhir: makaaaann.. Dan sepanjang jalan pulang ke rumah hatiku selalu penuh ucapan syukur dan sukacita. Aku seneng banget! Dan bukan cuma aku. Rasanya bener-bener seperti satu keluarga – dan memang kami satu keluarga. DJ ini diadain di Karawaci, jadi tiap Kamis kami-kami yang di Jakarta harus ke Karawaci sore-sore, tapi kami sama sekali ga keberatan. Semua senang, semua diberkati!

Sekarang 2 anggota DJ ga bisa bareng kami buat sementara ini. Yang satu ke Bandung, yang satu ke Cina. Tapi di manapun mereka ada, aku percaya banget mereka bakal jadi luar biasa (dan membawa “virus” DJ ke mana-mana?? Hahaha). Ah, how we will miss them.

Waktu berencana buat berkomsel ria, aku ga pernah mikir bahwa Tuhan akan kasi jauh lebih dari yang aku harapkan. Aku merencanakan komsel, Dia kasi aku keluarga. Emang, yang namanya Tuhan Yesus mah ga pernah tanggung-tanggung. Sungguh, pengalaman jadi bagian dari DJ ini akan selalu berkesan buat aku seumur hidup. Makasih banyak, Tuhan!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s