Happy Day

Kami bertiga janjian di restoran Happy Day, katanya sih di daerah Juanda. Berhubung mobilku ga bisa dipake, aku nebeng salah satu dari mereka. Yang satu lagi lebih dulu ke Happy Day karena dia jalan langsung dari kantornya. Denger nama restonya, aku kebayang tempat makan chinese food gituan, tapi kata teman yang rekomen resto itu, ada macam-macam makanan. Jadi ya dicoba aja lah yaa.

Pertama kali kami kenal adalah waktu masih kuliah, semester satu. Kami bertiga satu jurusan dan, seinget aku, jadi deket gara-gara ada tugas kelompok dan waktu itu kami bertiga sekelompok. Sejak itu terbentuklah “geng informal”. Pertemanan kami menyenangkan, karena, seperti kata Elizabeth Foley, “The most beautiful discovery true friends make is that they can grow separately without growing apart.” (Ngerti lah ya, artinya :p) Itulah yang kami alami. Hidupku banyak sekali dipengaruhi oleh mereka, tapi kami tetap jalan dengan arah kami masing-masing. Lots of fun!

Waktu aku masuk kuliah di UPH, aku ga pernah mikir buat minta teman-teman yang baik sama Tuhan. Aku bahkan ga sadar aku butuh teman-teman yang membangun karakterku. Dan waktu ketemu mereka, aku juga ga sadar bahwa orang-orang ini akan bawa dampak yang besar dalam hidupku. Tapi yang luar biasa, bahkan hal yang aku ga tau aku butuhkan pun Tuhan sediakan dengan cara-cara yang ajaib. Satu demi satu aku mulai kenal orang-orang lain lagi, yang bawa pengaruh yang ga kalah besarnya dalam hidupku. Dan setiap kali aku lihat ke belakang, aku cuma bisa terkagum-kagum dengan kemahakuasaan Tuhan; dan betapa baiknya Dia.

Setelah selesai acara rendezvous kami di Happy Day, setelah banyak cerita dibagikan, banyak hal dirumpikan (namanya juga cewe :p), lagi-lagi aku pulang nebeng temen. Di jalan kami ngobrol tentang betapa bersyukurnya kami karena punya komunitas ini. Pikiranku jalan-jalan sendiri, flashback ke tahun-tahun yang lalu, dan menemukan berkat demi berkat yang luar biasa yang Tuhan kasi. Waktu aku berdoa malemnya, akhirnya air mata menetes waktu aku inget apa yang dibilang oleh Firman Tuhan:

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata,
dan tidak pernah didengar oleh telinga,
dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia,
semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
– I Korintus 2:9

Apa yang aku alami sejauh ini membuktikan bahwa anugerah Tuhan itu ga pernah kurang, bahkan selalu melimpah dalam hidupku. Dan dengan semua pengalaman itu, aku bisa yakin bahwa Dia akan kasi yang terbaik buat hari-hari ke depan. Dan sebelum aku tidur aku cuma bisa bilang, “Terima kasih, Tuhan… Buat semua yang Tuhan kasi. Ini bener-bener happy day buat saya.”🙂

“Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita;
Allah adalah keselamatan kita!”
– Mazmur 68:20

One thought on “Happy Day

  1. Baru baca nih. Hehe. Ngobrol apa sih di mobil? jadi penasaran. Pasti mellow mellow dumellow. hahahahahaha. Nih si brigitig juga pasti blom baca, kalo udah pasti udah bawel. Eh eke jadi terharu nih, bwahahahahaa. Merasakan hal yg sama juga sih. Waktu masuk UPH ga pernah mikir apa2 soal pergaulan ato rohani2an. Masuk aja, ternyata bonusnya banyak. Ga percuma buru2 daftar sampe dapet NIM nomor 1. wkwkwkwkwwkwkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s