Mendatangkan Kebaikan

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” – Yeremia 29: 11

So sweet banget ya. Mungkin kebayangnya setelah Tuhan ngomong begitu kepada bangsa Israel lewat nabi Yeremia, Israel akan mengalami masa kejayaan, muncul seorang raja yang besar, dan rakyatnya makmur sejahtera. Orang Israel sendiri memang memimpikan kejayaan kekal bagi ras mereka, jadi ya wajar lah kalo perkataan Tuhan ditafsirkan seperti itu.

Tapi apa yang terjadi…? Sejarah mencatat bahwa tidak lama setelah Yeremia menyampaikan kalimat di atas, Nebukadnezar, raja Babel, menghancurkan Israel dan meratakan kota Yerusalem dengan tanah, serta penduduk Yerusalem dibawa ke Babel sebagai orang buangan. Mana damai sejahtera? Mana hari depan yang penuh harapan?? Yang ada malah kecelakaan dan pemusnahan! Apa Tuhan ga sanggup memenuhi janjiNya?

Biar dapet gambaran tentang apa sebenernya yang mau Tuhan sampaikan, boleh lah kita baca ayat sepuluhnya:

“Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janjiKu itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” – Yeremia 29: 10, 11

Hukuman harus dilaksanakan. Bangsa Israel telah menghina perjanjian mereka dengan Tuhan dengan cara menyembah dewa-dewa lain dan berbuat jahat. Nabi Yesaya, sekitar seratusan tahun sebelum Yeremia, sudah banyak ngomong tentang tidak adanya keadilan, kebenaran yang diinjak-injak, dst, yang menunjukkan bahwa ada degradasi moral yang besar di Israel. Tuhan uda sabaaaaar selama ratusan tahun; boleh dong, sekarang bangsa Israel dihukum 70 tahun?

Untuk kebaikan mereka. Selama ratusan tahun orang Israel telah melalaikan tahun Sabat yang diperintahkan oleh Tuhan (setiap tahun ketujuh mereka harus istirahat dan tanah ga boleh ditanami pada tahun itu; tapi Tuhan janji akan memelihara hidup mereka). Akibatnya? Karena proses pertanian dan ladang yang terus-menerus, tanah jadi tandus. Tuhan mengusir orang Israel dari tanah mereka selama tujuh puluh tahun supaya tanah mereka kembali mengalami kesuburan. Jadi nanti waktu mereka balik lagi (dan Tuhan janji mereka akan balik lagi), tanah itu kembali siap buat lahan bercocok tanam.

Selain itu, sampai pada akhir masa kerajaan di Israel, orang Israel tu taunya bercocok tanam dan beternak aja. Begitu mereka dipindah ke Babel, mereka mulai kenal dunia perdagangan, ilmu pengetahuan, politik dan linguistik (dan ternyata orang Yahudi jago banget dalam hal-hal itu!). Bahkan karena Bait Allah di Yerusalem dihancurkan, mereka terpaksa memodifikasi ibadah mereka, sehingga lahirlah Yudaisme ortodoks yang awet sampai sekarang. Jadi seandainya mereka ga pernah mengalami pembuangan ke Babel, justru pola pikir mereka akan tetap terbelakang!

Jadi…

Rencana Tuhan itu selalu akhirnya baik. Belum tentu nyaman, tapi baik; dan kebaikan itu belum tentu generasi kita yang mengalami, tapi pasti akhirnya orang yang melihat bisa bilang, “Iya ya, rencana ini baik.” Seperti Yusuf yang (tentu saja) kesulitan ngerti kenapa dia harus dibuang ke Mesir, jadi budak dan dipenjara, atau seperti Naomi yang pahit hati karena seluruh anggota keluarganya mati di negeri orang, orang Israel yang dibuang ke Babel tentu juga bertanya-tanya kenapa Tuhan izinkan itu terjadi. Dan mungkin hari ini ada pembaca yang juga bertanya-tanya, “Kenapa, Tuhan?” Belajar dari sejarah, Tuhan kita selalu tau apa yang Dia lakukan, dan Dia selalu pegang kendali. Berbahagialah mereka yang tidak melihat (hal-hal yang baik) tapi percaya (bahwa semua peristiwa yang sedang terjadi diatur oleh Tuhan dan akan mendatangkan kebaikan)! Seperti ada yang bilang: “When you can’t see His hands, you can trust His heart.” How do we know? The Bible tells us so.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s