Pencari Yang Ditemukan

Jadi aku ada tugas yang kurang menarik, yaitu baca buku yang kurang menarik juga, terus bikin review salah satu babnya. Hahaha. Tapiiiii… Berkat buku yang kurang menarik itu, aku belajar sesuatu yang penting! Jadi walopun serba ga menarik, aku bersyukur juga karena ada juga yang dipelajari dari situ. Hehe.

Mungkin pembaca pernah tau cerita tentang perjumpaan Yakub dengan Tuhan di tepi sungai Yabok, persis semalam sebelum Yakub ketemu lagi sama kokonya, Esau. Seperti yang diketahui anak-anak Sekolah Minggu, Yakub menipu Esau demi mendapatkan berkat dari Ishak, ayah mereka. Esau marah besar dan Yakub terpaksa lari dari rumah biar ga dibunuh oleh kokonya itu. Puluhan tahun telah berlalu, tapi Yakub tetep takut. Dan sebelum ketemu lagi sama Esau, dia sampe berdoa dan atur strategi supaya keluarganya ga diapa-apain sama pasukan Esau (Esau uda jadi kaya banget dan sangat berkuasa di daerah Edom).

Dilatarbelakangi kejadian itu, Yakub mengalami pertemuan dengan Tuhan. Setelah semua keluarga dan hartanya diseberangkan dari sungai Yabok, Yakub tinggal sendirian. Entah bagaimana, dia ketemu dengan seorang laki-laki, dan mereka bergumul (semacam berkelahi gitu, mirip gulat, jadi yang kalah dikunci posisinya – gitu kali ya). Yakub mengerahkan seluruh kekuatannya dan ga mau melepaskan orang itu sebelum orang itu memberkati dia. Menjelang fajar, orang itu – yang sadar bahwa dia ga bisa menang karena Yakub lebih kuat – menghantam pangkal paha Yakub sampai sendinya lepas. Sejak itu Yakub jadi pincang. Tapi dia juga memberi nama baru buat Yakub, yaitu Israel, yang artinya “Berkuasa atas Allah” (okelah, aku tau artinya memang kontroversial. Hehe).

Setelah orang itu pergi, Yakub tertatih-tatih (maklum, baru pincang, pasti pangkal pinggangnya sakit banget!) berjalan menyeberangi sungai buat ketemu Esau. Sebelum dia pergi, dia kasi nama tempat pergumulannya dengan Tuhan tersebut Pniel (dari kata Pni + El, dalam bahasa Ibrani artinya “Wajah Allah”) karena di tempat itu dia melihat Tuhan dalam wujud manusia, dan bukannya mati karena ga layak melihat Tuhan, dia malah diberkati!

Cerita yang unik ini bikin aku sadar satu hal yang penting. Selama hidupnya Yakub, dengan berbagai cara, berusaha jadi kesayangan Tuhan. Dia mengejar Tuhan terus dan terus – walopun berasal dari keluarga yang baik dan dididik buat menghormati Tuhan (kalo jaman sekarang istilahnya “Kristen sejak kecil”), Yakub ga pernah merasa sudah cukup kenal Tuhan, have had enough of God. Dia memakai segala cara, termasuk penipuan, buat dapetin berkat Tuhan. Dia tau betapa berharganya pribadi Tuhan, termasuk berkat-berkatNya; dia menghargai berkat yang dibuang oleh Esau, dia mati-matian melindungi berkat yang Tuhan karuniakan, yang disabotase oleh Laban, pamannya. Yakub berhasrat akan Tuhan.

Dan pada malam sebelum pertemuan dengan Esau, Yakub dengan sungguh-sungguh berdoa pada Tuhan. “Tuhan, aku ga layak menerima apa-apa dariMu,” kata Yakub, “karena waktu aku pertama menyeberangi sungai ini, aku cuma bawa tongkat, ga ada modal apapun. Sekarang, aku begitu kaya.” Lalu dia memberanikan diri bilang ke Tuhan, “Lindungi aku, Tuhan. Kan Tuhan yang berjanji bahwa aku akan diberkati dan keturunanku akan sangat banyak. Lindungilah aku dan anak-isteriku.”

Dan malam itu terjadilah pertemuan yang luar biasa: Allah sendiri menemui Yakub. Bahkan, mengutip kata-kata R. Paul Stevens, Allah “memberi diriNya dikalahkan oleh Yakub” dalam pergumulan itu. Yakub yang begitu berhasrat akan Allah, yang seumur hidupnya terus mengejar pribadi Allah, hari itu ditemukan oleh Allah yang selalu dicarinya. Dan Tuhan mengalah; supaya dia menang, supaya dia diberkati.

Ga heran waktu Yakub kasi nama tempat itu Pniel, dia bilang, “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, dan nyawaku tertolong.” Harusnya dia mati – siapa yang bisa lihat Tuhan dan tetap hidup?? Tapi bukan cuma ga mati, dia diberkati! Yakub ga mau lupa anugerah yang diterimanya dari Tuhan yang dia sembah, jadi dia abadikan peristiwa itu dengan memakai nama baru yang Tuhan berikan: Israel, dan nama tempat mereka berjumpa: Pniel.

Aku merasa malu waktu baca kisah ini. Malu karena aku ga menginginkan Tuhan seperti Yakub menginginkan Dia. Walopun Yakub kliatannya agresif banget, tapi jelas sekali Tuhan justru senang diperlakukan agresif seperti itu. Kelakuan Yakub seperti anak yang terus-terusan cari bapaknya, yang bilang sama bapaknya menjelang pertandingan basketnya yang pertama, “Papa kan uda janji, papa harus dateng ya!” Yakub sangat mengharapkan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Betapa leganya dia waktu malem itu Tuhan bener-bener datang dan memberkati dia!

Dan dia selalu inget bahwa Tuhan telah berbuat baik pada dia. Bahwa dia ga mati waktu melihat Tuhan, bahwa dia justru diberkati, bahwa dia mulai dari nol dan Tuhan memberkati seluruh usahanya, Yakub ga pernah lupa itu semua. Aku berharap setelah baca kisah ini aku sendiri juga belajar buat sangat menginginkan Tuhan dan selalu ingetin diri sendiri betapa baiknya Dia dalam hidupku. Yakub, sang pencari Tuhan, akhirnya ditemukan oleh Tuhan yang selalu dia cari.

Aku inget ada sebuah ayat – yang aku lupa di mana alamatnya dalam Alkitab atau apa terjemahannya, tapi beginilah bunyinya. Dan biarlah ini jadi pengingat yang indah buat kita.


He is a God who is passionate about His relationship with you.

One thought on “Pencari Yang Ditemukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s