Yang Bisa & Yang Tidak Bisa

Ini perenungan yang aku pelajari setelah baca Yohanes 13. Terutama ayat 31-38.

Mungkin salah satu hal yang paling bikin frustasi bagi manusia adalah ketidaksadarannya bahwa ada hal-hal yang cuma bisa dilakukan oleh Tuhan. Contohnya mengubah orang lain. “Saya berusaha mengubah suami saya,” kata seorang ibu, “tapi dia ga berubah-berubah. Saya cape!” Ya iyalah cape. Manusia, mengubah dirinya sendiri aja ga bisa, gimana mau ubah orang lain? Tapi yah, ibu itu kan ga ngerti…

Petrus menyiratkan hal yang sama waktu dia bilang ke Yesus, “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!”

Sungguh naif. Tapi sungguh manusiawi. Petrus ga sadar bahwa dia ga bisa menjalankan tugasnya Yesus. Misi Yesus, keselamatan bagi seluruh umat manusia, hanya bisa dijalankan oleh Yesus – bukan oleh orang lain. Petrus mau ikut campur, karena mungkin dia pikir misi Yesus adalah mengambil alih pemerintahan Israel atau gimana lah. Tapi Petrus tidak mengerti jalan pikiran Yesus; dan dia tidak bisa mengambil alih pekerjaan Yesus. Itu di luar kemampuannya.

Jawaban Yesus telak sekali. “Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Tuhan tau apa yang jadi bagian kita, dan Dia ga minta lebih dari itu. Setelah Yesus ngomong sama murid-muridNya bahwa Dia harus “pergi” (maksudNya menjalankan misi penyelamatan manusia – Yesus harus disalib), Dia bilang pada mereka:

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Tuhan tau segala hal. Dia tau apa yang perlu dan ga perlu kita lakukan. Setelah Yesus menegur Petrus, Dia bilang, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu.” Kita ga perlu hidup dalam depresi karena ga bisa melakukan segala hal; ada hal-hal yang memang di luar kendali dan kuasa kita. Hal seperti itu, serahkan pada Tuhan.

Dan hal berikutnya adalah yang Tuhan nyatakan dengan jelas pada kita. Seperti dalam kisah perjamuan malam terakhir ini, Yesus memberitahu murid-muridNya bahwa mereka tidak bisa ikut dengan Dia dalam menghadapi salib; tapi mereka harus melakukan satu hal: saling mengasihi sebagai murid-murid Kristus. Ada hal-hal yang harus kita serahkan kepada Dia; ada juga yang harus kita kerjakan semampu kita. Seolah-olah Dia bilang, “Soal misi ini, Aku aja yang kerjain, kamu ga bisa ikut-ikut. Nah, sekarang pokoknya kamu lakukan apa yang aku bilang berikut ini aja.” Jangan sampai kita stres karena kita pengen melakukan yang di luar jangkauan kita, sampai-sampai kita jadi ga melakukan apa yang sebenernya di dalam jangkauan kita, yang Tuhan suruh kita lakukan.

Akupun belajar. Belajar membedakan apa yang memang cuma bisa dikerjakan oleh Tuhan; belajar peka buat tau yang mana yang bagianku; belajar dengerin instruksi dari Sang Tuan dan melakukannya; belajar buat ga merasa diri lebih tinggi dari yang seharusnya.

Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita; tetapi hal-hal yang dinyatakan adalah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini. – Ulangan 29:29

Gambar dari http://www.gettyimages.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s