Domba-Domba

Gembala itu punya lima belas ekor domba.

Domba pertama rakus; suka makan.

Domba pertama malas; tukang tidur.

Domba ketiga tuli, dan harus diberi instruksi visual.

Domba keempat bodoh; harus diajari berulang-ulang.

Domba kelima sakit-sakitan, sering menyusahkan domba lain dalam perjalanan.

Domba keenam lambat; membuat perjalanan ke padang rumput menjadi terlambat.

Domba ketujuh galak; ia ditakuti domba-domba lain.

Domba kedelapan susah makan; akibatnya dia kurus.

Domba kesembilan suka berlarian, sehingga memancing binatang buas datang.

Domba kesepuluh cengeng; setiap kali diganggu domba lain, dia merengek.

Domba kesebelas sangat pendiam; tidak mau bergaul dengan domba-domba lain.

Domba keduabelas sok pintar; dia selalu mencoba memimpin domba-domba lain.

Domba ketigabelas sering nyasar; dia sulit menghafalkan jalan dan merepotkan gembala.

Domba keempatbelas iseng; dia suka mengganggu teman-temannya.

Domba kelimabelas? Dia domba yang brengsek. Dia melawan gembala, tidak menurut, menyakiti domba-domba lain, dan sok berani: sok menantang binatang buas. Baru-baru ini dia kabur dari rombongannya – untuk kesekian kalinya. Domba itu seharusnya dipotong dan dimakan saja, karena begitu sulit digembalakan.

Tapi gembala mengasihi setiap dombanya itu. Dan setiap hari – setiap hari – ia menuntun domba-domba itu ke padang rumput yang bermil-mil jauhnya dari kandang, karena domba tidak bisa mencari makanan sendiri. Sementara mereka makan, ia tidak pernah tidur atau terkantuk, menjaga mereka dari binatang buas. Bukan hanya sekali ia dikeroyok binatang buas dan hampir mati demi keselamatan domba-dombanya. Ia membawa mereka pulang setiap sore dan menyiapkan kandang mereka. Walaupun kelakuan domba-dombanya aneh-aneh, ia tidak pernah membiarkan mereka. Domba-domba itu miliknya, dan ia akan selalu melindungi mereka. Dan tentang domba terakhir yang brengsek itu, yang berkali-kali kabur, domba itu selalu dicarinya lagi dan lagi dengan sabar.

Omong-omong, kelakuanku jauh lebih jelek dari domba kelimabelas itu. Tapi.. Tuhanku ternyata jauh lebih baik dan sabar dibanding gembala itu. Berkali-kali aku kabur dalam sehari, dan sebanyak itu pula aku dicari dan didapatkan kembali.

“Akulah gembala yang baik,” kata Yesus. “Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Yohanes 10:11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s