Tidak Realistis

“Bersukacitalah senantiasa.”

“Kasihilah musuhmu; berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang.”

“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu, dan kekuatanmu. Dan kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri.”

Dan seterusnya – Alkitab penuh dengan perintah-perintah aneh yang ga mungkin dilakukan manusia. Iya sih, emang itu semua baik, manis, dst – tapi itu semua too good to be true. Mana mungkin ada orang yang bisa mengasihi orang yang jahat sama dia?? Sebaik-baiknya orang, ada batas kesabarannya dong! Hidup baik mulu mah ga masuk akal. Namanya juga manusia, khilaf itu wajar. Pepatah aja bilang : “To err is human.”

Menurutku? Iya, aku setuju – memang hidup baik terus itu ga masuk akal. Itu ga mungkin dilakukan. Amin.

Lha terus buat apa dong, Alkitab nyuruh begitu??

Jadi begini.. Pemikiranku tentang perintah-perintah Tuhan yang ga rasional itu muncul gara-gara ada tugas presentasi tentang sembilan buah Roh yang ditulis dalam Galatia 5:22-23. Sebelum nulis tentang sembilan buah Roh itu, Paulus, penulis surat pada jemaat Galatia, lebih dulu menyebut perbuatan daging. Dan dia bilang, “Perbuatan daging telah nyata…” terus dia mendaftar lima belas kegiatan manusia yang wajar banget terjadi, seperti ‘pesta pora’, ‘kemabukan’, ‘percabulan’, ‘kepentingan diri sendiri’, ‘amarah’ dan ‘perseteruan’. Oh, itu semua wajar – emang manusia ya begitu. Kalo dijahatin ya marah; diajak ‘menggila’ ya ayo; pikirannya suka porno; dst. Ga ada yang ga wajar; itu semua natural buat kita, mahkluk yang namanya manusia.

Tapi lalu Paulus membandingkan itu semua dengan apa yang dia sebut “buah Roh”. Di sinilah letak masalahnya. Dia mulai mendaftar sembilan hal yang ‘too good to be true’ – yang saking ga biasanya, bikin kita mikir, apa orang ini kakinya ga memijak tanah ya? Bagaimana mungkin manusia bisa terus-terusan begitu: memiliki kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri??

Masalahnya, kemungkinan besar kita salah baca. Paulus bukan menyuruh kita melakukan sembilan hal itu, lho.. Dia ga bilang bahwa itu semua adalah ‘perbuatan orang kristen’. Dia bilang, itu semua buah Roh. Dengan kata lain, siapa yang menghasilkan semua hal baik itu? Ya, bukan manusia, tetapi Roh: Roh Kudus yang diterima pada waktu seseorang menerima Kristus dan dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Roh Kudus itu – dan bukan kita – yang menghasilkan buah-buah tersebut. Ngomong soal buah, seperti yang aku tulis di post sebelumnya, adalah sesuatu yang natural; pohon ga perlu berusaha untuk berbuah. Demikian pula Roh emang dari sananya memberikan hasil berupa hal-hal baik.

Jadi, berbuat bejat dan ga sopan memang natur manusia; tapi hal-hal yang baik datangnya dari Roh Tuhan. Kalo begitu, apa yang ga mungkin dilakukan oleh manusia: mengasihi musuh, tidak mementingkan diri sendiri, dengan tulus mengusahakan kebaikan bagi orang lain, hidup sopan dan ga hedon-hedon – bisa dilakukan oleh Roh Allah. Orang kristen juga ga seharusnya frustasi dalam melakukan kehendak Tuhan; karena frustasi adalah tanda dari usaha yang terus-terusan gagal. Berserah pada Tuhan adalah tindakan yang lebih baik. Bukan berarti ga mau berbuat apa-apa lagi; tapi bergantung pada anugerah dan kuasa Tuhan setiap kali kita mau melakukan kehendakNya.

Ga heran orang kristen diberi standar yang sangat tinggi oleh dunia: manusia-manusia Allah emang ga seharusnya diukur dari standar yang biasa aja, karena mereka hidup bukan oleh kemampuan natural, melainkan kuasa supernatural: kuasa untuk melakukan perintah-perintah yang tidak realistis.

2 thoughts on “Tidak Realistis

  1. wah terima kasih buat post yang berwawasan ini😄

    langsung kebayang manusia dan roh
    ngebayangin kesetiaan n kepatuhan manusia itu sebagai air buat pohon roh itu berbuah

    seneng baca post2nya ci, keep writing ya =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s