Tercela

Perpustakaan Celcius di Efesus kuno
Efesus adalah kota yang besar. Kota itu terkenal karena dua hal utama: posisinya sebagai salah satu kota pelabuhan terpenting kekaisaran Romawi, dan kuil Dewi Artemis (Diana) yang megah dan merupakan daya tarik datangnya wisatawan ke kota itu.

Kekaisaran Roma yang megah kala itu dipimpin oleh Domitianus, kaisar yang memuja dirinya sendiri dan mengharuskan rakyatnya menyembahnya juga. Dominus et deus, katanya, yang berarti “Kaisar adalah tuhan.” Rakyat Romawi, termasuk Efesus, tidak keberatan dengan ketentuan tersebut, yang penting kaisar menjamin kehidupan mereka.

Namun ada satu golongan penduduk Romawi yang tidak bersedia mengikuti ketentuan itu – mereka adalah para pengikut Yesus yang disebut Kristus. Bagi mereka, tidak ada Tuhan selain Kristus. Orang-orang Romawi punya nama ejekan bagi mereka: Kristen, yang artinya pengikut Kristus. “Kalian cuma bisa ikut-ikutan Kristus,” kata mereka. Tapi bagi orang-orang aneh ini, nama itu justru jadi kebanggaan. Dan karena ketidaksediaan mereka untuk sujud di hadapan patung kaisar dan menyatakan secara verbal bahwa kaisar adalah tuhan, orang-orang ini mengalami kesulitan: mereka mulai disakiti dan dicari-cari untuk dibunuh.

Hal yang sama terjadi di Efesus. Para pengrajin patung Artemis di kota itu kesal karena dengan makin banyaknya orang Kristen di kota itu, penghasilan mereka dari kerajinan patung makin berkurang! Satu-satunya cara mempertahankan penghasilan mereka adalah, orang-orang Kristen ini harus segera disingkirkan.

Seolah belum cukup masalah bagi orang-orang Kristen di Efesus, pada masa itu mulai tumbuh aliran gnostik yang mencemari ajaran kekristenan. Gereja Efesus (‘gereja’ tidak merujuk pada bangunan, namun pada perkumpulan orang-orang Kristen) didatangi orang-orang yang mengklaim diri membawa ajaran dari Kristus, namun isinya berbeda dengan yang telah diterima jemaat ini dari rasul-rasul Kristus.

Orang-orang Kristen di Efesus membulatkan tekad dan bertahan menghadapi berbagai kesulitan tersebut. Setelah lewat beberapa puluh tahun, mereka tegas dan keras dalam berurusan dengan para pengajar palsu, serta tidak gentar menghadapi penganiayaan. Singkatnya, jemaat ini sepertinya sudah solid.

Namun ketika datang surat dari Yohanes, satu-satunya murid Yesus yang masih hidup sekitar tahun 90-an Masehi, jemaat Efesus terkejut. Yohanes mendapat penglihatan dan pewahyuan dari Yesus yang telah dimuliakan, mengenai jemaat Tuhan di berbagai tempat. Mengenai jemaat Efesus, memang Tuhan memperhitungkan kerja keras dan kesetiaan mereka, namun ada hal yang membuat mereka tercela di mataNya.

Masalah gereja Efesus sangat sederhana namun pelik: mereka telah berubah. Dari jemaat yang saling mengasihi dan melayani Tuhan dengan penuh semangat dan disiplin, tahun-tahun berat yang berlalu membuat mereka menjadi militan namun tawar. Tidak ada lagi kasih yang memotivasi mereka untuk melayani Tuhan; mereka berubah menjadi orang-orang yang menjalankan program dan menjaga hukum agama. Yesus merangkum dengan tepat, “Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”

Ancaman Yesus yang menyertai teguranNya adalah, bila jemaat ini tidak bertobat maka mereka tidak lagi dianggap umatNya. Sungguh tragis.. Namun konsekuensi ini sebenarnya sangat wajar, karena Yesus pernah berkata bahwa hal yang mencirikan umatNya adalah kasih. Kasih itulah identitas mereka, tanda tak terbantahkan bahwa mereka murid Yesus. Kehilangan kasih berarti kehilangan identitas mereka.

Bukannya Tuhan tidak menghargai apa yang mereka lakukan, dan bukannya Tuhan tidak mengasihi mereka. Justru Dia menginginkan jemaat yang tidak bercacat, yang tidak bercela, yang sungguh-sungguh menjadi perwakilanNya di dunia. Dan Dia mengasihi jemaat Efesus, karena itu teguran diberikan sebelum terlambat.

Apakah jemaat Efesus bertobat? Apakah kita yang memiliki masalah yang sama dengan mereka, juga bertobat? Jawabannya terbuka bagi kita. “Barangsiapa bertelinga,” kataNya, “hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

..
Note: baca surat lengkap dari Yesus ke jemaat Efesus dalam Wahyu 2:1-7😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s