Janganlah Kamu Bodoh

Orang mikir Alkitab tu isinya kata-kata yang manis, “suci”, ato sejenis itu lah ya. Mungkin cukup mengejutkan ketika mereka baca dan ternyata Alkitab mengandung kata yang “tidak begitu halus” juga – ya tapi maksudnya tentu bukan buat memaki-maki. Salah satunya, yang beberapa kali disebutkan dalam Perjanjian Baru, adalah bodoh.

Yang asik dari kata ini adalah Tuhan bukannya menegur orang yang bodoh dalam arti kurang pinter secara intelektual (jadi selamatlah mereka yang sudah bekerja keras tapi nilai sekolahnya tetep pas-pasan :D). Yang dimaksud bodoh bukan berarti harus belajar berhari-hari buat memahami persamaan kuadrat, ato begadang bermalam-malam demi ulangan sejarah. Kebodohan yang dimaksud di sini, yang ditegur oleh Tuhan, adalah kebodohan karena kesalahan sendiri.

Seperti apa itu kebodohan karena kesalahan sendiri? Coba deh kita lihat…

Karena itu perhatikanlah dengan saksama bagaimana kamu hidup: janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif; dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. -Efesus 5:15-17

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya, ia sama seperti orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. -Lukas 7:26

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang dikatakan para nabi!” -Lukas 24:25

Dari ketiga kutipan di atas, kita melihat bahwa kebodohan dinilai dari perbuatan, bukan dari kemampuan intelektual. Ini bedanya ketika Alkitab ngatain orang “bodoh” dengan guru di sekolah ngatain kita “bodoh”. Sekali lagi, bukan orang yang kurang berprestasi di sekolah yang dikatain “bodoh” oleh Alkitab, melainkan mereka yang tau apa yang harus dilakukan, tapi ga melakukan itu.

Buat aku sendiri, Efesus 5:15-17 sangat berarti, karena itu teguran yang keras buat aku. Pernah denger orang kristen yang bilang begini:

Aku baca Alkitab, tapi ga ngerti apa maksudnya, jadi yauda aku ga baca lagi.

Ngapain ke gereja, lha wong mereka yang ke gereja aja hidupnya begitu.

Ah, agama mah di mana-mana sama. Ga mungkin dong, kebenaran absolut diklaim satu agama doang.

Semua orang juga berbuat begitu, ya gue terpaksa ikutan..

Itu contoh kebodohan. Iya, aku ngerti banget bahwa ada hal-hal tertentu dalam Alkitab yang sulit dipahami. Tapi terus apa yang kita lakukan biar kita bisa memahami itu? Apakah kita cuma nyerah aja dan pake alasan “Alkitab susah dipahami” buat ga baca Alkitab lagi? Itu kan namanya malas. Dan orang seperti ini dikatain Tuhan: “bodoh”.

Kebodohan yang lain adalah kalo kita bukannya cari tau apa yang Tuhan mau, melainkan pake alasan keadaan sekitar untuk menghindar dari Tuhan. Itu juga males. Dan itu juga kebodohan. Lalu kalo orang buka mulut dan kluarin teori macem-macem tanpa studi yang memadai – itu juga kebodohan (bahasa lain: sok pinter). Ga kalah bodohnya adalah orang yang kebawa-bawa arus dan melepaskan apa yang harusnya mereka pegang sebagai prinsip.

Efesus 5:17 dalam terjemahan The Message bunyinya bagus banget:

Don’t live carelessly, unthinkingly. Make sure you understand what the Master wants.

Dalam Alkitab, “bodoh” dan “malas” itu paralel. Ya emang bener sih ya. Kita kurang suka berusaha. Dan akhirnya kemalasan itu merusak diri kita sendiri. Paulus dengan tegas bilang, “Janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Mengerti kehendak Tuhan harus diusahakan – kita ga akan ngerti sendiri, berharap dibisikin Roh Kudus ato mistis-mistis gimana; satu-satunya cara untuk berpikir dengan cara Tuhan berpikir adalah berusaha.

Jadi, seberapa jauh kita sudah berusaha mengerti kehendak Tuhan? Seberapa jauh kita kesampingkan rasa sok pinter dan sok kenal sama Tuhan, dan kembali ke awal untuk mengerti pikiran dan hatiNya? Seberapa jauh kita melakukan apa yang harusnya kita lakukan? Kalo sampe hari ini kita merasa pengenalan kita akan Tuhan sudah cukup dan ga ada lagi yang perlu diusahakan, atau kita terlalu malas buat bersusah payah mencari tau apa yang Tuhan inginkan, maka teguran Alkitab adalah untuk kita: orang-orang bodoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s