Debat Ato Engga, Ya?

Aku termasuk orang yang pengen nyemplung dalam sebuah perdebatan. Ya ga tahan aja pengen ‘meluruskan’ kesimpangsiuran yang ada. Haha.. Tapi akhir-akhir ini aku jadi mikir, apa sih sebenarnya debat itu?

Adu Ego
Bener gak tuh? Buat aku pribadi, debat emang ga lebih dari adu ego, karena ga ada yang menang dalam debat; dua-duanya kalah, kalah karena ga bisa menahan diri. Sebenernya berapa banyak orang sih yang dimenangkan pikiran dan hatinya lewat debat? Ga banyak, kok. Apalagi kalo orangnya emang dari sananya ga mau kalah. Bukannya sukses, malah berantem.

Ajang Pamer
Ya kapan lagi kita “memaksa” orang dengerin betapa pinternya kita, betapa banyaknya pengetahuan kita dan betapa hebatnya pengalaman kita? Lalu kita ngotot bahwa kita yang paling benar. Aku salut kalo ada orang yang berkata dalam suatu perdebatan, “Iya ya, kamu yang bener..” Sayangnya orang seperti itu tentu jarang ada.

Pada dasarnya manusia ga suka direndahkan. Sekedar ngaku kalah pun ga sudi, kecuali uda urusan hidup mati. Dan ini jadi masalah karena kita malah jadi ribut satu dengan yang lain. Tapi gimana dong, kalo emang kita perlu membela sebuah prinsip? Lagipula, buat apa ada ilmu apologetik kalo ga boleh berdebat?

Ada Bedanya, Membela Diri Dengan Bertengkar
Firman Tuhan dengan jelas bilang, “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh di dalam Kristus menjadi malu karena fitnahan mereka itu.” (1 Petrus 3:15-16)

Syarat pertama dalam pembelaan diri adalah ‘belalah dirimu – kalau ditanya’. Ini konsep yang sangat penting: orang kristen ga diajar untuk menyerang dan menyebabkan pertengkaran; kita diwajibkan untuk siap menjelaskan iman kita, namun bukan menimbulkan masalah gara-gara memicu perdebatan.

Syarat keduanya adalah pembelaan diri harus dengan lemah lembut dan hati nurani yang murni. Ga boleh galak apalagi memaki-maki – ya iyalah. Bagaimana kita bisa melakukan hal seperti itu? Satu-satunya kemungkinan adalah bila kita mengasihi mereka yang mendebat kita.

Ah, aku jadi pengen nangis krn ngomong ini.. :p Tapi itu bener lho.. Kita hanya bisa sungguh-sungguh menguasai diri kalo kita dikuasai kasih Allah. Bagaimana Stefanus bisa berdoa buat mereka yang melempari dia dengan batu? Bagaimana Paulus bisa mengasihi orang-orang Yahudi yang berusaha membunuh dia? Mereka mencontoh Yesus yang terlebih dahulu mengasihi orang-orang yang meninggalkan dan menyalibkan Dia. Cuma kasih Tuhan yang mampu membuat seseorang merespon kejahatan dengan cara seperti itu.

Kembali keee.. Laptopp😀

Syarat berikutnya yang disebutkan Petrus adalahh.. Pembelaan kita harus dikokohkan dengan perbuatan. Percumalah pinter ngomong dan ngelotok soal teologi kalo perbuatan kita ga cocok dengan kata-kata kita. Ketika kita membela iman kita, ga ada jalan lain: iman itu harus disertai perbuatan. Kesaksian seseorang yang cuma ngomong, “Yesus bikin aku yang rusak jadi seseorang yang baru,” ditambah perbuatan yang menguatkan kesaksian itu, jauh lebih baik dibanding ahli teologi yang mengutuk orang yang melawan argumennya.

Jadi teman-teman.. Sebenernya sih perbuatan para pengikut Kristus yang sejati uda cukup untuk membungkam mereka yang ga suka dengan Tuhan. Sekarang masalahnyaa.. Apakah perbuatan kita berbicara cukup keras untuk memenangkan perdebatan dengan orang yang ga percaya? Atau justru perbuatan kita mementahkan argumen kita sendiri??

Nah lho..😉

2 thoughts on “Debat Ato Engga, Ya?

  1. Hmmm.. Belalah dirimu, kalo ditanya… Kalo misalnya memberi pembelaan terhadap iman tanpa ditanya, berarti apa dong? Kesaksian?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s