KebesaranNya

Sekedar informasi, sekarang ini aku lagi ambil S2 Teologi di salah satu Sekolah Tinggi Teologi (STT) di Jakarta. Dan walaupun “sekolah Alkitab” kedengerannya hebat atau mungkin menakutkan, percayalah, kerjanya ya sama aja seperti kuliah biasa: ngapalin, kerjain soal, ujian, dst.😀

Aku pengen cerita dikit tentang salah satu mata kuliah yg aku pelajari: bahasa Ibrani. *mungkin ada yg komentar, “Waaawww!” atau semacamnya – tapi ya sebenernya mirip sama belajar bahasa Mandarin kok. Hehe. Ini 100% baru buat aku; hurufnya aja harus diapalin dan perlu banyak latihan biar cepet bisa. Malu dong kalo uda dapet gelar S2 Teologi tapi ga bisa baca naskah Ibrani – naskah kitab Perjanjian Lama? Jadi kami sekelas, yang dari S1 umum, harus ambil mata kuliah penyetaraan ini supaya, minimal dapet gambaran lah, tentang sosiologi dan literatur zaman Alkitab ditulis dulu.

Suatu kali, belum lama berselang, kami sekelas baca Kejadian 1:1 rame-rame, dan setelah itu dosen jelasin makna kata-katanya. Aku tercengang-cengang dan terkagum-kagum. Di satu sisi, emang aku punya minat yang besar tentang sosiologi; di sisi lain, aku suka belajar Alkitab. Jadi lengkaplah: sosiologi Alkitab. Waktu dosen jelasin tentang latar belakang budaya dan pemikiran orang Yahudi zaman duluuu, aku ga berkedip liat ke papan tulis, sampe dipanggil teman di bangku sebelah pun aku ga sadar.

Satu kesimpulanku: masih terlalu banyak yang aku ga ngerti tentang Tuhan.

Kalimat pertama yang aku inget dalam bahasa Ibrani adalah Zakharia 4:6. Dalam bahasa Ibrani bunyinya begini: “Lo’ vekhail welo’ vekoakh ki ‘im-berukhi ‘amar Adonay Tseva’ot.” Artinya, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, namun oleh RohKu, firman Tuhan Semesta Alam.”

Waktu bisa baca kalimat itu, sungguh kata-katanya jadi hidup di dalam pikiranku. Dan aku merasa sungguh Tuhan terlalu besar buat sepenuhnya dimengerti oleh manusia. Di kemudian hari waktu baca Kejadian 1:1, aku makin terkagum-kagum dengan betapa ajaibnya Tuhan. Dari bahasa yang sama sekali ga aku kenal, Dia bisa mewahyukan diriNya dan mempesona aku. Gimana kalo aku baca seluruh Alkitab dalam bahasa aslinya?? Pasti keren abis!😀

Jujur, aku sempat merasa aku cukup kenal Tuhan. Tapi sekarang kata-kata Tuhan buat bangsa Israel lewat nabi Yeremia adalah sebuah tantangan yg tidak berujung buat aku:

“…siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Ga ada alasan lagi buat berbangga dalam hal apapun. Kapan aku bisa cukup mengenal Tuhan…? Suatu hari nanti, waktu aku akhirnya tinggal bersama Dia selama-lamanya, dan bisa melihat wajahNya, Tuhan semesta alam yang pikiranNya ga bisa aku pahami. The Lover of my soul!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s