Memikirkan Dia (bagian pertama)

Waktu SMP aku pernah baca sebuah buku. Aku lupa judulnya, tp yg ngarang Dr. Les Parott (sorry if there’s any mispelling) dan isinya ttg orang2 yg ‘antik’ – maksudnya orang2 dgn kepribadian yg agak menyulitkan orang lain.

Tipe pertama adalah pengkritik. Ya siapa yg ga setuju kl org yg tukang kritik menyulitkan org lain? Sudah jelas itu. Tapi tipe yg kedua cukup menarik buat aku, krn sebelumnya aku ga mikir bhw tipe org spt itu menyulitkan. Istilah bagi orang kedua ini adalah martir.

Apa tuh martir? Martir adl orang yg.. Bukan org yg berkorban (walaupun arti katanya emang org yg berkorban nyawa demi imannya). Yg dimaksud di sini adl orang yg merasa berkorban, menderita, dsbnya krn org lain. Dan aku bener2 ga sadar betapa berbahayanya sikap spt itu buat org lain, sampe aku sndri ktmu dgn org spt ini.

Si martir ini menyerap mental org lain spt vampir menyerap darah. Dia bisa memanipulasi emosi org sehingga org2 pikir emang dia yg jd korban. Pdhl kl bukti2 dipadupadankan, apa yg dia akui sbg ‘kekejaman’ yg dilakukan org lain thd dia sbnrnya cuma ada di pikirannya sendiri. By that time, dia sudah terlanjur menjelekkan nama org yg dia anggap sbg penjahat yg menyakiti dia.

Kedengeran sadis ya. Emang iya, kalau orang ybs berbuat hal itu dgn sengaja. Tp yg lebi kasian adl orang2 yg pny kecenderungan ‘bermartir’ dan ga sadar bahwa dirinya spt itu. Walopun lebih kasisan, tp tipe yg kedua itu lebih susah disembuhkan krn dia ga sadar bahwa dia salah. Dan usaha apapun buat menegur dia cuma akan bikin dia makin marah.

Gimana, menyusahkan ga, org spt ini? Hehe..

Sbnrnya aku kasian sm tipe martir ini. Kasian krn dia mengasihani dirinya sendiri scr berlebihan. Kasian krn kalau ditegur dia justru makin mengasihani dirinya krn merasa ‘bukannya dimengerti, malah dimarahi’. Ujung2nya, cuma bisa ngliatin dia makin terpuruk sampai titik yg entah di mana – moga aja dia ga menghancurkan dirinya sendiri.

Bagaimanapun, sikap ‘kemartiran’ ini mengancam setiap orang, krn pd dasarnya manusia itu egois dan banyak memikirkan dirinya (ngaku aja laah.. :p). Tapi tentu bukannya ga ada solusi buat mengatasi ini. Next time di bagian kedua kita bicarakan, krn jempol2ku uda pegel, fitness di keypad bb. Haha.. God bless!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s