Ga Usah Sok Holy Deh!

Selain kalimat di atas, mungkin pembaca pernah denger kata2 semacam itu: “Rohani banget sih,” “Kresten banget sih,” dst. Kalimat-kalimat semacam itu paling sering terdengar waktu seseorang berbuat hal yang “lurus” (misal, ngomong sesuatu yg dihubungkan dgn Tuhan, ga mau nyogok polisi, pny prinsip ga mau baca/nonton yg menjurus ke pornografi, dll). Ironisnya, bahkan di gereja aja kadang2 terdengar kalimat begitu. Dan kata holy, kudus, dan semacemnya bikin orang ‘alergi’ serta malu kalo dicap bgtu.

Beberapa waktu yg lalu, salah satu tmnku blg, “Hidup kudus itu ga gampang loh.” Dia meneruskan dgn cerita ttg gimana dia berjuang buat hidup kudus, pernah salah2 ngomong dan minta ampun sm Tuhan, dst. Tapi terus aku menanggapi dgn bilang, “Lebih gampang hidup kudus dibandingkan hidup ga kudus.”

Coba pikir. Alkitab bilang (dan yg dia bilang itu bener – aku adl saksinya), siapa yg ada di dlm Kristus adl ciptaan baru. Dia ga bisa lagi hidup dgn cara2 lama. Bukan cuma ga mau, tapi ga bisa. Kita tau artinya. Gimana kalo seekor ikan yg naturnya adl hidup di air, dipindahin ke darat? Ga bisa – itu bukan tmpt hidupnya. Demikian pula manusia2 rohani yg ud punya hidup baru di dlm Yesus Kristus; kalo mrk dipaksa hidup dgn cara dunia, ga bisa, itu bukan naturnya. Natur yg baru skrg adl manusia rohani – orang2 kudus.

“Kudus” sndri bukan berarti muka bersinar2 dan ada lingkaran di atas kepala. Kudus artinya berbeda, dipisahkan dr yg lain. Dunia ini punya 1 cita2: supaya semua orang sama – aku jd just a face in the crowd. Tapi Tuhan menciptakan kita istimewa, masing2 punya tujuan sndri2 dan diciptakan dgn teliti, dikasi bakat2 khusus, raut wajah khusus, lingkungan khusus, dst, supaya kita bisa memenuhi tujuan penciptaan kita di tmpt dmana kita berada. Kita diciptakan utk jd berbeda di dalam Dia. Kita diciptakan untuk hidup dalam kekudusan. Semua orang nyogok! – kita ga diciptakan utk itu. Semua orang ngomong kotor – kita ga diciptakan utk itu. Tuhan membentuk kita utk jadi kudus – ga kurang dari itu.

Memang kita masih harus berjuang. Tapi ada 3 hal yg hrs diingat dalam perjuangan utk mencapai kekudusan yg sempurna. Pertama, kita sudah dikuduskan. Anggaplah kita spt seorg pelari yg mau lomba. Tadinya, utk masuk arena perlombaan itu aja kita ga pantas. Arena itu adl kehidupan kekal yg ada di dlm Tuhan. Justru pengorbanan Kristus di salib itu menguduskan kita; menghapus dosa2 kita; memberi kita kesempatan utk mjd manusia baru – utk masuk dlm perlombaan ilahi itu. Bahkan keberadaan kita di tempat di mana kita ada sekarang aja merupakan anugerah yg tdk ternilai.

Kedua, bukan dgn kekuatan kita sndri kita dpt menjadi kudus. CS Lewis bilang, hanya orang baik yg tau betapa sulitnya menjalani hidup sebagai orang baik. Yg dia bilang (dan yg dibilang smua orang lain) itu benar: hidup kudus, berbeda dgn dunia, itu sangat sulit. Alkitab menyebut tubuh fisik kita ‘tubuh dosa’ dan selama msh ada dlm tubuh ini, kita terus berjuang melawan kecenderungan utk berbuat dosa. Tapi hanya dgn kekuatan dr Allah kita bisa memenangkan pertempuran itu, karena Dia yg menguduskan kita, Dia yg bekerja di dalam kita. “Allahlah yg membuat kamu mau dan mampu melakukan kehendakNya.” (Filipi 2:13) Kl kita berjuang sndri, dunia ini terlalu kuat bagi kita. Tp kl kita bersama Yesus, Dia uda ngomong, “Kuatkanlah hatimu: Aku telah mengalahkan dunia.”

Ketiga, bukan kekudusan yg dikejar, melainkan Tuhan sendiri. Kesalahan yg umum dilakukan orang2 Kristen adl mereka mengejar sesuatu yg bukan Tuhan sendiri. Sebenarnya, hanya ketika kita mengejar pengenalan akan Tuhan, hidup kita berubah. Waktu seseorang sungguh2 mau membangun hubungan pribadi yg mendalam dgn Tuhan, dia mulai ga kepengen lg hal2 yg dulu dia suka, dan hidupnya diubah jadi seperti Yesus. Paulus menggambarkannya dgn sgt jelas: “Aku melepaskan itu semua (kebanggaannya, masa lalunya, dst) dan menganggapnya sampah; karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada segalanya.” Ga heran, Paulus adl salah satu pengikut Kristus yg paling berpengaruh sepanjang masa!

…Penulis bukannya merasa sudah jd org yg sempurna. Tuhan bgtu baik dan mau memberi kesempatan lagi dan lagi utk belajar hidup dlm kekudusan. Seriusan, hal2 yg dulu menarik buat penulis skrg tidak punya daya tarik lg, krn Yesus sungguh2 lebih berharga dibanding semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s