Tidak Cukup Baik

“Yah, kalo mau masuk surga ya harus jadi orang baik.”

“Kamu mah baik.. Lha aku..”

“Aduuh, aku mah bukan orang sebaik itu.. Aku banyak dosa lho.”

Aku rasa semua orang pasti pernah merasa bahwa mereka bukan orang baik. Itu umum banget dan merupakan sesuatu yang wajar dialami manusia. Dan kalo kita ngomong tentang Tuhan, kita membayangkan seorang pribadi yang sempurna, yang ga mau menerima ketidaksempurnaan. Pendek kata, kita sudah di-blacklist dari hadapannya. Semakin orang ngerasa diri ga baik, semakin dia ga berani mendekati Tuhan. Semakin orang merasa diri baik, semakin menjengkelkan dia di mata manusia. Serba salah deh.

Kepercayaan umum yang dipegang manusia adalah, bila kita cukup baik, kita akan masuk surga. Pertanyaan gampangnya, “cukup baik” itu sebaik apa? Tantangan buat setiap orang: adakah yang berani bilang, “Aku layak masuk surga karena aku sudah cukup baik”? Kalo mau jujur, sebenernya kita tidak pernah sampai ke “cukup baik” itu. Nah kalo gitu, gimana ini nasib umat manusia yang tidak pernah bisa cukup baik ini??

Permasalahannya adalah, kita salah paham tentang apa yang diinginkan Tuhan. Betul bahwa kita mendambakan kesempurnaan dan bahwa keadaan kita sekarang menyedihkan, jauh dari sempurna. Tapi salah kalo kita pikir Tuhan menetapkan standar bagi kita untuk masuk ke surga. Seorang pemazmur menulis, “Jika Engkau, ya Tuhan, mengingat-ingat kesalahan, siapakah yang dapat tahan?” Dengan kata lain, Tuhan tau kita ga bisa memenuhi standarnya, dan Dia ga minta kita mengikuti standar itu dulu biar selamat.

Apa sih yang dicari oleh Tuhan? Jawabannya sangat sederhana: kamu, dengan segala kelebihan dan kekuranganmu, dengan segala masa lalu, dosa dan masa depanmu yang entah bakal jadi gimana. Kamulah – dan bukan perbuatanmu – yang Dia cari.

Naluri manusia waktu dia merasa diri ga baik adalah salah satu dari 3 ini: putus asa dengan dirinya sendiri dan makin menjadi-jadi, pasrah karena merasa ga bisa berbuat apa-apa, atau berusaha jadi lebih baik biar bisa membela diri. Tapi mau pilih yang manapun dari 3 itu, tetep aja kita ga jadi makin baik. Karena itu, ada baiknya kita menilik opsi lain selain yang natural, yaitu yang supernatural, yaitu mengakui kejahatan kita kepada Tuhan dan minta ampun padai Dia.

Jalan terbaik buat orang sakit bukanlah pura-pura ga sakit dan berlagak seolah sehat; itu akan memperburuk keadaannya. Pilihan yang jelas lebih baik adalah dia ke dokter dan mengakui kelemahannya, kasitau gejala-gejalanya, dan minta bantuan. Dengan begitu, dokter – orang yang lebih ahli dari dia, bisa menolong. Seharusnya kita mikir hal yang sama juga untuk masalah rohani. Daripada pura-pura bahwa semua baik-baik aja, cari pelarian sana-sini, atau sok baik, jauh lebih baik kalo kita mengakui keadaan kita yang bermasalah dan minta tolong pada satu-satunya pihak yang bisa menolong kita: Tuhan.

Alkitab bilang, “Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan.. Tapi oleh kasih karunia, telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui Kristus Yesus.” Yesus bilang dengan blak-blakan bahwa Dia dateng ke dunia bukan buat cari orang yang ngrasa diri uda baik (kebalikan dari konsep kita, ya?) Tapi justru buat orang-orang yang sadar akan kebobrokan dan keadaan mereka yang menyedihkan. Semakin besar kesadaran akan dosa-dosa pribadi, makin besar kesempatan terbuka buat hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan.

Sampe hari ini pun aku ga ngrasa cukup baik buat masuk surga. Tapi aku bersyukur karena keselamatanku dijamin sama Yesus; bukan karena perbuatanku, tapi karena anugerahnya yang aku percayai. Aku datang ke Dia, ngaku semua kesalahan dan kelemahanku, dan Dia menepati apa yang pernah Dia bilang: “Siapa saja yang datang kepadaku, tidak akan aku buang.”

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s