Masalah Kebebalan

Apakah kamu punya kenalan seseorang yang menolak utk berubah dari sifatnya yang kurang baik padahal begitu banyak orang di sekitarnya yang mendukung dia? Atau bahkan mungkin ada sahabat-sahabat yang secara khusus deket sama dia dan selalu memberi perhatian supaya dia berubah?

Dalam bahasa Indonesia, orang yang ga mau berubah walaupun mendapat banyak dorongan (dan mungkin ada pengalaman yang kurang menyenangkan, tapi dia ga kapok juga) itu disebut ‘bebal’. Dari bunyi katanya aja uda ga enak didengar ya, kesannya emosi banget (“BEBAL banget sih lo!”)O_o Ya tapi begitulah kata itu, menandakan orang yang keras kepala dan berkeras hati dalam sikap keras kepalanya itu. Kalau dia kena masalah gara-gara sikapnya, bukannya berubah, dia makin menjadi-jadi.

Aku rasa ga sedikit juga orang di dunia yang memiliki sifat bebal ini. Ada beberapa orang yang aku kenal yang seperti itu. Dan menilik dari hidup mereka serta hidup orang-orang di sekitar mereka, aku belajar dua hal ini..

Jangan jadi orang bebal

Ga susah jadi orang bebal: tolak nasehat dan teguran, tetap jalan sesuai emosimu, dan abaikan aja orang-orang yang berusaha membantu kamu jadi orang yang lebih baik. Istilahnya, anjing menggonggong, kafilah berlalu. Cuekin aja dan tetaplah begitu: berbuat semaumu, mengekspos hal-hal yang ga penting tentang emosimu, dan seterusnya.

Lebih susah jadi orang yang tidak bebal. Apa ya bahasa yang cocok untuk ‘tidak bebal’? Mungkin istilah yang paling tepat adalah ‘mau dibentuk’. Nah, untuk jadi orang seperti ini, manusia harus berjuang.

Tentu saja teguran itu tidak enak didengar. Tapi apa kita pikir orang yang menegur kita menyampaikan teguran itu dengan senang hati? Justru kita harus berterimakasih bila ada orang yang memberanikan diri mengambil resiko dibenci karena menegur kita – apalagi bila kita ada di posisi ‘buta’ untuk melihat kesalahan kita sendiri. Kalau mau jadi orang yang gampang dibentuk, teguran dari orang lain harus masuk dalam pertimbangan di pikiran kita.

Memang lebih gampang jadi orang bebal, tapi apa sih, makna orang bebal buat hidup orang lain? Seringkali orang seperti itu ga lebih dari beban emosi buat orang-orang yang peduli sama dia. Kasarnya: sampah emosi. Bau busuk, selalu membuat orang merasa ga enak. Kalau mau jadi mahkluk seperti itu ya bersikaplah bebal. Kalau tidak, pilihan satu-satunya adalah sebaliknya: jadilah orang yang mudah dibentuk hatinya.

Jangan berteman dengan orang bebal

Mungkin ini lebih sulit dilakukan dibanding yang pertama, karena.. Namanya juga teman, gimana dong. Masa ditinggal?

Ya, ditinggal. Lari. Kabur. Jaga jarak aman dengan orang bebal. Ini serius.

Pertama, berteman dengan orang seperti ini akan bikin kamu jadi seperti dia. Seseorang berkata, “Tunjukkan pada saya teman-temanmu sekarang, dan saya akan menunjukkan kepadamu keadaan kamu 20 tahun lagi.” Sebegitu pentingnya peran teman, sehingga kamu harus sangat hati-hati memilih siapa orang yang kamu izinkan memberi pengaruh buat kamu.

Kedua, bergaul dengan orang bebal adalah pemborosan sumber daya yang luar biasa. Berapa kali kamu sudah berusaha ngomong sama dia supaya dia berubah? Berapa lama kamu menunggu tanda-tanda perubahan di dalam dirinya? Berapa banyak kesempatan yang terpaksa kamu lewatkan demi memanjakan egonya? Dan pedulikah dia dengan keadaan kamu? (Biasanya sih engga, dia peduli hanya pada dirinya sendiri.) Jangan mikir tentang kesetiakawanan terhadap orang yang bahkan ga bisa menghargai mereka yang peduli sama dia.

Pertanggungjawaban

Hidup ini adalah karunia Tuhan. Setiap kita suatu hari nanti harus memberi pertanggungjawaban pribadi di hadapan Tuhan, dan ga ada orang yang bisa menolong kamu di waktu itu. Menjadi orang bebal berarti menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan beri untuk jadi orang yang lebih baik. Bersahabat dengan orang bebal berarti menyia-nyiakan waktu dan tenaga untuk investasi yang mati. Dua-duanya sama-sama merepotkan dan bisa mencelakakan.

Jadi mulai sekarang, buka mata dan telinga, buka hati terhadap perubahan. Jaga diri dari sifat bebal itu sendiri maupun dari pergaulan dengan orang-orang seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s