Sebuah Tantangan

Aku tidak bisa tidur.

Pikiranku terus tertuju pada kejadian siang tadi. Setelah cukup lama belajar Hukum Taurat dan mendapat pendidikan agama, aku merasa telah punya bekal yang cukup utk datang kepada Rabi yang terkenal itu, siapa tau dia bisa membantu aku mendapat sedikit tambahan pencerahan. Tadinya aku bahkan begitu yakin dia akan dengan senang hati mengangkat aku menjadi murid teladannya. Jujur saja, aku mengharapkan pujian.

Aku ingat kata-kataku padanya, “Guru, apakah yang harus kuperbuat agar aku mendapat hidup yang kekal?”

Dia memberi jawaban standar. “Kamu tau apa kata Hukum Taurat,” katanya. “Lakukan itu semua.”

“Semua itu,” jawabku, “telah kulakukan sejak dari masa mudaku.”

Aku jujur. Aku tau bahwa adalah kebanggaan seorang Yahudi untuk menyatakan dirinya tidak bercela di hadapan Tuhan. Dan rabi2 lain akan segera memuji aku, seperti yg dilakukan para pengajarku.

Tapi dia.. Dia malah membuatku terkejut dengan perkataannya berikutnya:

“Hanya satu yang kurang. Jual seluruh hartamu, berikan pada kaum miskin, lalu ikutlah aku.”

Itu permintaan gila! Belum pernah aku alami, seorang rabi memintaku melakukan hal seperti itu. Aku tidak habis pikir mengapa dia sampai mengeluarkan kalimat seperti itu. Dalam keterkejutanku, aku terpaku dan tidak bisa berkata-kata selama beberapa saat.

Sejak kecil aku tidak pernah hidup susah. Usaha yg sekarang aku jalankan, aku warisi dari ayah. Semua kebutuhanku selalu tercukupi, bahkan kami bisa menyumbang bagi para rabi dan fakir miskin. Ayah sering mengundang rabi datang ke rumah kami untuk makan, juga mengajariku perihal agama. Aku cukup banyak beramal dan tidak kurang berbuat baik.

Tapi rabi ini memintaku untuk.. Meninggalkan itu semua? Semua kemapanan yg aku nikmati selama bertahun-tahun, semua kekayaan dan kemakmuran yang aku kumpulkan, segala hal yang telah membuatku terbiasa..? Mungkin benar kata sebagian orang: rabi satu ini gila.

Atau mungkin sebagian lain lagi yg benar, bahwa dia mungkin adalah Mesias yang kami nantikan..?

Yesus bin Yusuf dari Galilea terkenal karena ia selalu bisa menjawab para penantangnya dengan jawaban yg menusuk hati manusia yg terdalam. Ya, hati.. Itulah tempat yg tak pernah bisa dijangkau rabi2 lain. Dia seolah memiliki mata batin yg menembus apa yg kelihatan di luar dan membuat penanyanya tak bisa mendebat. Kali ini, dia berbuat hal yg sama terhadapku.

Bila dia memintaku mempersembahkan lebih banyak korban sembelihan, akan kulakukan. Bila dia memintaku lebih banyak beramal, itu bukan soal. Bila dia memintaku berbuat kebajikan, itu sudah kukerjakan. Namun dia memintaku meninggalkan kehidupan yg selalu kunikmati hingga sekarang.. Dan aku sungguh tidak sanggup.

Mengapa dia tidak meminta hal lain? Mengapa dia tahu kelemahanku – yg aku sendiripun tidak tahu? Mengapa dia bisa terpikir memintaku meninggalkan segala sesuatu dan mengikut dia..? Sungguh tantangan yg terlalu berat!

Ketika aku berjalan pergi, dia tidak memanggilku kembali. Aku pikir dia mungkin akan memanggilku karena dia butuh sumbangan dariku, atau karena aku orang terpandang, atau.. Entahlah. Tapi dia diam dan membiarkan aku pergi, seolah meminta aku memikirkan tantangannya dan kembali saat aku siap.

Aku tidak pernah merasa begitu tidak berdaya melakukan sesuatu. Kekayaan ini, kenyamanan ini, tidak mungkin kutinggalkan. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Tapi sebelum dia memintaku meninggalkan ini semua, jujur saja, aku bahkan tidak pernah membayangkan bahwa hartakulah yang membatasi aku dengan Tuhan.

Mungkinkah ternyata perintahnya bisa kulakukan? Mungkinkah dia tau bahwa, sekalipun sulit, aku, dengan kekuatan dari Tuhan, bisa meninggalkan segala hal yg menghalangi aku dengan Yang Mahakuasa?

Oh Tuhan, aku percaya.. Tolonglah aku yang tidak percaya ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s